LONDON, bisniswisata.co.id: WTTC menghadirkan Lebih dari 100 Pembicara Global dalam Acara Perjalanan & Pariwisata Paling Berpengaruh di Dunia: KTT Global WTTC
World Travel & Tourism Council (WTTC) telah mengumumkan program lengkap untuk KTT Global ke-26 yang akan diselenggarakan di Valletta, Malta.
Acara ini mempertemukan lebih dari 100 pembicara global dalam sebuah pertemuan yang menjadi wadah paling berpengaruh bagi para pemimpin sektor publik dan swasta di bidang Perjalanan & Pariwisata dari seluruh dunia.
Mengusung tema FUTU[RE]SET, tidak ada acara lain di sektor ini yang menyatukan para tokoh dengan tingkat senioritas dan representasi global seperti ini.
Selama dua hari, KTT ini akan menyambut para CEO, menteri, anggota parlemen, komisioner, pembuat kebijakan senior, otoritas pariwisata, dan mantan kepala negara dari berbagai wilayah di dunia untuk membahas kekuatan-kekuatan yang sedang membentuk kembali lanskap Perjalanan & Pariwisata global.
Program ini menghadirkan delegasi luas yang terdiri dari para pemimpin negara ekonomi G20 dan negara lainnya, serta perwakilan dari lembaga internasional, badan pemerintah, dan berbagai perusahaan Perjalanan & Pariwisata terkemuka di dunia.
Mulai dari maskapai penerbangan, bandara, dan hotel hingga destinasi wisata, perusahaan teknologi, investor, dan otoritas pariwisata, FUTU[RE]SET akan mencerminkan keseluruhan ekosistem Perjalanan & Pariwisata global.
Program KTT ini disusun berdasarkan delapan prioritas strategis WTTC: mewujudkan perjalanan yang aman dan lancar, memperkuat pengelolaan destinasi, memajukan keberlanjutan, memanfaatkan teknologi baru dan AI.
Sdkain itu meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi krisis, memperluas konektivitas, mengembangkan tenaga kerja masa depan, serta membuka peluang investasi dan pertumbuhan ekonomi.
Gloria Guevara, Presiden & CEO, WTTC, mengatakan KTT Global WTTC menyatukan berbagai suara luar biasa pada saat Pariwisata dan Perjalanan sedang dibentuk ulang oleh AI, teknologi, perubahan ekspektasi wisatawan, geopolitik, dan pola investasi serta pertumbuhan baru.
“Delapan prioritas strategis kami memberikan kerangka kerja yang jelas untuk bertindak, tetapi melalui percakapan seperti ini – yang menyatukan pemerintah dan para pemimpin bisnis – kita dapat mengubah peluang menjadi kemajuan.”
Malta menyediakan latar yang luar biasa untuk menantang pemikiran, berbagi solusi, dan membangun kemitraan yang dibutuhkan untuk membentuk dekade berikutnya dari sektor ini.
Carlo Micallef, CEO Otoritas Pariwisata Malta, mengatakan: “Program untuk FUTU[RE]SET mencerminkan luasnya isu-isu luar biasa yang membentuk masa depan Pariwisata dan Perjalanan.
Selama KTT, para pemimpin dari seluruh industri global kita akan membahas beberapa pertanyaan terpenting yang dihadapi sektor kita. Yang membuat program ini sangat berharga adalah keragaman perspektif yang disatukannya.
Maskapai penerbangan, bandara, hotel, operator kapal pesiar, perusahaan teknologi, pemerintah, otoritas pariwisata, dan organisasi internasional.
Semuanya akan memiliki tempat dalam forum ini, menciptakan platform penting untuk berbagi pengalaman, menantang pemikiran yang sudah mapan, dan mengidentifikasi peluang untuk kolaborasi.
KTT akan dibuka dengan para pemimpin senior Malta yang memaparkan visi negara untuk masa depan Pariwisata & Perjalanan. Dr. Robert Abela, Perdana Menteri Malta, Ian Borg, Wakil Perdana Menteri Malta; Dr. Jo Etienne Abela, Menteri Pariwisata Malta; dan Carlo Micallef, CEO Otoritas Pariwisata Malta.
Mereka akan bergabung dengan Ketua WTTC Manfredi Lefebvre d’Ovidio dan Presiden & CEO WTTC Gloria Guevara saat KTT dimulai. Fitur utama program ini adalah Dialog Pemimpin Global eksklusif, yang akan mempertemukan para Menteri, pembuat kebijakan, dan pemimpin bisnis global untuk diskusi terbuka tentang daya saing Pariwisata & Perjalanan di masa depan.
Dialog Pemimpin Global akan tampilkan dua diskusi panel yang sangat interaktif dan dipandu oleh moderator, masing –
masing mempertemukan delapan Menteri dan empat CEO global untuk pertukaran perspektif yang tulus, bukan serangkaian intervensi formal.
KTT ini juga akan menandai peluncuran Gerakan Pemuda WTTC, sebuah inisiatif global baru yang dirancang untuk menginspirasi minat yang lebih besar pada karier di bidang Pariwisata dan memberikan suara yang bermakna kepada kaum muda dalam membentuk masa depan sektor ini.
Menanggapi kebutuhan tenaga kerja dan keterampilan yang terus berkembang di industri ini, program ini akan menyatukan sekitar 90 mahasiswa dan 10 profesor dari 16 lembaga mitra, yang mewakili lebih dari 30 kewarganegaraan.
Melalui keterlibatan langsung dengan para pemimpin industri, partisipasi dalam diskusi KTT, peluang jaringan, dan Deklarasi Malta yang dipimpin oleh kaum muda.
Inisiatif ini bertujuan untuk memperkuat hubungan antara sektor ini dan generasi talenta berikutnya sambil menciptakan platform dialog yang berkelanjutan di luar KTT itu sendiri.
KTT ini juga akan menyediakan platform bagi WTTC untuk percepat inisiatif Together in Travel, sebuah upaya global yang dirancang untuk menghubungkan, mendukung, dan memperjuangkan usaha kecil dan menengah (UKM), yang mewakili sekitar 85% dari komunitas Pariwisata global.
Seiring WTTC berupaya mewujudkan ambisinya untuk membangun komunitas UKM Pariwisata dan Perjalanan yang beranggotakan satu juta orang, para delegasi KTT akan mendengar bagaimana inisiatif ini memberikan bisnis-bisnis tersebut alat praktis, wawasan, peluang jaringan, dan suara kolektif yang lebih kuat dalam diskusi kebijakan global.
Membentuk agenda masa depan bagi sektor Perjalanan & Pariwisata
Sepanjang rangkaian acara, para delegasi akan mengeksplorasi peluang dan tantangan paling mendesak yang dihadapi sektor ini melalui berbagai diskusi, antara lain: “Identitas Digital: Menata Ulang Pengalaman Lintas Batas”, “Potensi AI: Era Baru Perjalanan”.
Tema lainnya, “Mengoptimalkan Potensi UKM Perjalanan & Pariwisata”, “Membangun Ketahanan di Era Disrupsi”, “Pengelolaan Destinasi: Pertumbuhan yang Tepat”, “Menghubungkan Dunia: Masa Depan Mobilitas”, “Pariwisata untuk Semua”, serta “Kepemimpinan Sektor Publik dan Swasta: Investasi Triliunan Dolar Berikutnya”.
Diskusi-diskusi ini akan berfokus pada bagaimana pemerintah dan pelaku bisnis dapat bekerja sama untuk mempercepat inovasi, meningkatkan konektivitas, mewujudkan perjalanan yang lancar dan tanpa hambatan,
Memperkuat juga upaya keberlanjutan, menarik investasi, mengembangkan talenta, mendukung destinasi, serta menciptakan ketahanan yang lebih besar di tengah lingkungan global yang semakin kompleks.
KTT ini juga akan mengupas topik mengenai profil wisatawan masa depan, pertumbuhan pariwisata mewah dan kebugaran (wellness), munculnya kekuatan baru pariwisata seperti India,.
Perubahan lanskap investasi, daya saing Eropa di masa depan, kepemim- pinan generasi mendatang, serta semakin pentingnya aksesibilitas dan perjalanan yang berorientasi pada dampak positif.
KTT akan ditutup dengan sesi “Bergerak Maju Bersama” (Moving Forward Together), yang menghadirkan kembali Gloria Guevara (Presiden & CEO WTTC), Manfredi Lefebvre d’Ovidio (Ketua WTTC), dan Carlo Micallef (CEO Malta Tourism Authority) ke atas panggung.
Mereka merefleksikan tema-tema utama, komitmen, dan langkah nyata yang muncul selama acara FUTU[RE]SET. Saat komunitas Perjalanan & Pariwisata global menatap masa depan, sesi ini akan menegaskan kembali pentingnya kolaborasi antara sektor publik dan swasta.
Terutama dalam mewujudkan industri yang lebih kuat, tangguh, dan siap menghadapi masa depan, sebelum akhirnya ditutup dengan pengumuman destinasi tuan rumah untuk KTT Global WTTC tahun 2027.
Para pembicara yang telah dikonfirmasi untuk KTT Global ini meliputi:
Mantan Kepala Negara dan Pemimpin Politik Global, Para Menteri, Pemimpin Industri Perjalanan & Pariwisata Global, Anggota Parlemen, Komisioner dan perwakilan Organisasi Internasional, Pemimpin di bidang Destinasi, Kebijakan, dan Pengembangan Pariwisata, serta ahli Gastronomi dan Pariwisata Budaya.










