Pengunjung di Menara KL. Pengamat industri mengatakan pembatalan perjalanan inbound telah melonjak menjadi sekitar 5.000 dalam sebulan terakhir. ( Foto: Reuters)
Pembatalan, kenaikan biaya solar, dan permintaan yang lemah membuat para pelaku industri menghadapi tekanan yang semakin besar
KUALA LUMPUR, bisniswisata.co.id: Sektor pariwisata Malaysia bersiap hadapi lonjakan tajam biaya perjalanan, dengan harga paket wisata diperkirakan akan naik hingga 50 persen karena kenaikan harga bahan bakar berdampak pada biaya transportasi dan operasional.
Presiden Asosiasi Pariwisata Masuk Malaysia (MITA), Mint Leong, mengatakan kenaikan ini terjadi karena konflik di Timur Tengah mengganggu arus perjalanan dan mendorong kenaikan harga energi global, memperparah tekanan pada industri yang sudah menghadapi pembatalan dan permintaan yang lebih lemah.
“Jika situasi (di Asia Barat) berlanjut, harga paket wisata bisa naik 30 hingga 50 persen,” katanya kepada The Business Times.
Biaya solar yang lebih tinggi
Kenaikan biaya solar dan gangguan penerbangan dengan cepat berdampak pada harga paket wisata, katanya, menambahkan bahwa banyak pelaku industri terpaksa menanggung kerugian atas pemesanan yang sudah ada.
Ia mencatat bahwa sektor pariwisata merasakan dampaknya sejak awal Maret, hampir segera setelah perang Iran pecah.
Diperkirakan 2.800 paket wisata dibatalkan pada minggu pertama konflik tersebut.
Sementara itu, kenyataannya berwisata di Malaysia memang menjadi jauh lebih mahal. Harga sewa bus dan van wisata telah melonjak hingga 80 persen karena kenaikan biaya solar yang terkait dengan perang Iran yang sedang berlangsung, menurut Malay Mail.
Harga sewa harian maksimum untuk bus wisata telah melonjak dari RM1.205 menjadi RM2.200, sementara van wisata yang lebih kecil sekarang dapat berharga hingga RM1.800, naik dari RM985.
Malay Mail melaporkan, bahwa operator transportasi wisata mengatakan mereka tidak lagi dapat menanggung biaya bahan bakar yang lebih tinggi, karena harga solar telah naik tajam dalam beberapa minggu terakhir.
Paket wisata juga terpengaruh
Kenaikan harga diperkirakan akan berdampak tidak hanya pada transportasi kelompok, tetapi juga paket wisata.
Menurut perkiraan industri, harga tour bisa naik 30 hingga 50 persen jika biaya bahan bakar tetap tinggi.
Bagi wisatawan, hal ini terutama memengaruhi perjalanan kelompok terorganisir, transportasi pribadi, dan tur berpemandu, sementara perjalanan independen menggunakan transportasi umum kemungkinan akan kurang terpengaruh









