Dukungan Bank Indonesia untuk UMKM RI di Sarajevo Halal Expo ( Foto: Bobby/ IHLC)
SARAJEVO, Bosnia, bisniswisata.co.id: Hari kedua keikutsertaan Indonesia di Sarajevo Halal Expo 2025 dimanfaatkan secara maksimal untuk memperluas jejaring bisnis dan memperkenalkan kekuatan produk halal tanah air.
Melalui dukungan aktif dari Bank Indonesia melalui DEKS, Indonesia Halal Lifestyle Center (IHLC), dan peran strategis KBRI Sarajevo, berbagai peluang konkret mulai terbuka bagi UKM binaan.
Agenda utama hari kedua adalah sesi business matching dengan pelaku industri dari Sarajevo dan kawasan Balkan. Beberapa mitra strategis yang hadir antara lain Cantonal Investment Agency Sarajevo, importir makanan dan kosmetik halal, serta perwakilan industri wellness dan travel halal.
“Produk-produk halal Indonesia sangat relevan dengan pasar Bosnia. Kami melihat peluang besar untuk distribusi regional dari sini,” ujar salah satu mitra dari sektor distribusi retail Sarajevo.
Beberapa produk yang mencuri perhatian termasuk minuman sparkling herbal dari Acaraki, kosmetik natural dari Ecovivo, hingga aneka camilan dari Izzani dan Cokelatin.
Bahkan, UKM asal Padang, Rendang Mamaden, telah menerima permintaan ekspor sebanyak 100 paket rendang untuk tahap awal.
Tak hanya itu, paviliun Indonesia terus ramai disambangi pengunjung internasional, termasuk dari Turki dan Eropa Timur, yang tertarik dengan sistem private label production dan ingin menjalin kolaborasi jangka panjang.
Duta Besar RI untuk Bosnia dan Herzegovina, Manahan M.P. Sitompul, turut mengapresiasi partisipasi Indonesia yang dinilai strategis dalam memperkuat hubungan bilateral kedua negara.
“Sarajevo Halal Expo menjadi platform penting untuk memperkenalkan identitas ekonomi halal Indonesia yang kreatif dan berkualitas,” ungkap beliau saat mengunjungi Paviliun Indonesia.
Di balik sukses hari kedua, peran aktif KBRI Sarajevo sangat terasa. Kedutaan tidak hanya memfasilitasi pertemuan dan diplomasi dagang, namun juga memberikan dukungan logistik dan komunikasi yang sigap selama acara berlangsung.
Dalam catatan strategis, Tim IHLC merekomendasikan pendampingan lanjutan untuk mengawal tindak lanjut dari calon buyer dan distributor yang telah menyatakan minat.
Penyediaan katalog berbahasa Inggris dan kisah produk yang kuat disebut sebagai nilai tambah penting dalam menarik perhatian pasar luar negeri.
Rangkaian ini menjadi bukti nyata bahwa keikutsertaan Indonesia bukan sekadar promosi, tetapi misi ekonomi halal berorientasi hasil nyata.










