12 Busana Senandung Nusantara Melanggak-lenggok di London

0
362
Busana Senandung Nusantara karya Desainer Didiet Maulana yang tampil di London (Foto: Kumparan.com)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Desainer Indonesia berkesempatan memperagakan kain tradisional pada gelaran Indonesian Cultural Late di London Book Fair 2019, yang berlangsung di Olympia London pada 12 -14 Maret 2019. Ajang yang dibuat Bekraf menggandeng Komite Buku Nasional ini, untuk mempromosikan Indonesia sebagai Market Focus Country.

Untuk itu, Indonesia menunjuk desainer Didiet Maulana untuk mempresentasikan karya terbarunya. Ditunjuknya Didiet sebagai Creative Director dari IKAT Indonesia karena sukses menggelar Indonesian Cultural Late di London, pada akhir pekan, Jumat (15/02/2019).

Apalagi selama ini, IKAT Indonesia terkenal dengan koleksi fashion yang selalu mengangkat keindahan kain khas Tanah Air. Saat menggelar Indonesian Cultural Late, Didiet Maulana juga menghadirkan 12 koleksi busana perempuan dan pria bertajuk Senandung Nusantara. Sebuah konsep rancangan yang terinspirasi dari keberagaman kekayaan produk kain khas nusantara yang memiliki beragam corak.

Lewat tangan hangat Didiet, kain-kain khas dari Denpasar, Klaten, Kediri, dan Sumba disulap menjadi busana-busana modern. Hadir dengan siluet yang memberikan ruang untuk bergerak, rangkaian koleksi Senandung Nusantara akan sangat nyaman dikenakan saat bepergian. Koleksi ini sangat cocok untuk masyarakat urban yang memiliki kehidupan dinamis.

“Kain-kain yang kami pilih bertujuan untuk menggambarkan keberagaman di Indonesia. Selain itu, kami melihat beberapa daerah asal dari kain-kain ini sedang menjadi destinasi wisata. Hal ini berkaitan dengan presentasi kali ini yang membahas posisi Indonesia sebagai market focus country di London Book Fair 2019, maka dari itu kami tidak hanya memamerkan koleksi, tetapi juga membawa misi untuk pengenalan budaya,” tutur Didiet Maulana seperti dilansir laman KumparanSTYLE, Senin (18/02/2019)

Jika biasanya busana IKAT hadir dalam warna yang soft, maka kali ini koleksinya justru didominasi oleh warna-warna berani seperti merah maroon, coklat, kuning, dan hijau.

Hadir pula beberapa busana dengan tampilan cukup edgy, seperti jaket dan blazer yang dipadukan dengan bralette, flare pants, dan aksesoris choker corsage dari bahan tenun Ikat dan kaos kaki jumputan yang dibuat sendiri. Tampilan kuat ini dilengkapi dengan dalaman rok berbahan tulle untuk memberikan sedikit kesan feminin.

Dalam menampilkan karyanya, IKAT Indonesia berkolaborasi dengan Yudith Kindangen sebagai stylist, serta Asuka Fukuda dan Moe Mukai, makeup artist dan penata rambut dari Jepang. Ketiganya mampu menghasilkan tata busana, riasan, dan gaya rambut yang minimalis dan sharp.

Turut hadir Wiwied Muljana, model senior yang memperagakan beberapa koleksi dari IKAT Indonesia di Indonesian Cultural Late.

Selain memamerkan koleksi fashion, Didiet Maulana juga memperkenalkan bukunya yang berjudul Kisah Kebaya. Sebuah karya tulisan pertama Didiet yang berisi tentang hasil riset Didiet selama enam tahun dalam mempelajari sejarah kebaya dan modifikasinya.

Dalam buku ini juga memuat foto, kumpulan puisi karya Didiet Maulana, dan juga cara tepat memadupadankan kebaya.
Rencananya buku tersebut akan dirilis dalam ajang London Book Fair pada Maret 2019. (NDY)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.