EVENT INTERNATIONAL

Pengaruh Generasi Milenial & Gen Z Dalam Perjalanan Bisnis

SINGAPURA, bisniswisata.co.id: Seiring dengan semakin banyaknya Generasi Milenial dan Generasi Z yang memasuki dunia kerja, industri MICE mengalami pergeseran yang signifikan, dengan preferensi unik mereka yang mengubah cara perjalanan bisnis dan acara direncanakan.

Memahami para pelancong bisnis yang lebih muda ini sangat penting untuk mengembangkan solusi yang selaras dengan nilai-nilai mereka dan memengaruhi keputusan mereka.

Dilansir dari meetings conventions asia .com, ada Konferensi GBTA APAC 2025 di Singapura, manajer umum penjualan dan manajemen nilai klien Corporate Travel Management (CTM) untuk Asia, Wayne Koh, berbagi wawasan utama dari laporan penelitian terbaru CTM.

Mencakup Tren Perjalanan Bisnis Generasi Milenial & Gen Z 2025 & Beyond, yang mensurvei 702 responden di seluruh Australia, Inggris, AS, Hong Kong, dan Singapura pada Maret 2025.

Siapa saja dan bagaimana mereka bekerja

Laporan tersebut difokuskan pada Generasi Milenial (lahir 1981–1996) dan Gen Z (lahir 1997–2006). Sebagian besar (95%) bekerja penuh waktu, dengan campuran pengaturan kerja hibrida (46%), berbasis kantor (41%), dan jarak jauh (13%).

Peran mereka mencakup SDM, keuangan, hukum, keberlanjutan, penjualan, TI, dan banyak lagi – pada dasarnya spektrum korporat yang lengkap.

Seberapa sering dan mengapa mereka bepergian

Sekitar 70% bepergian antara satu hingga lima kali per tahun untuk bekerja, dengan 5% mencatat lebih dari sepuluh perjalanan setahun.

Perjalanan bisnis penting: 57% mengatakan itu penting untuk kemajuan karier, 51% mengaitkannya dengan kinerja profesional, dan 45% dengan kepuasan kerja. Alasan perjalanan utama? Konferensi, pelatihan, dan rapat penjualan.

Pemesanan dan prioritas perjalanan menurut wilayah

Setengah dari pelancong ini memesan pengaturan mereka sendiri. Yang penting bervariasi: pelancong AS mencari harga terbaik; pelancong Inggris dan Asia memprioritaskan keselamatan dan keamanan.

Sementara orang Australia lebih menyukai kualitas dan kenyamanan.
Dan apa yang mereka nikmati? Orang Amerika suka menjelajahi tempat baru, orang Asia dan Inggris menghargai kerja sama tim, sementara orang Australia menghargai istirahat dari rutinitas.

Maskapai penerbangan dan hotel: Apa yang menjadi pertimbangan utama?

Saat memilih maskapai penerbangan, harga, jadwal penerbangan, dan ketepatan waktu menjadi pertimbangan utama. Untuk hotel, lokasi, layanan resepsionis 24/7, dan fasilitas kebugaran atau kesehatan di lokasi merupakan hal terpenting.

Kebijakan vs. kebutuhan pribadi

Meskipun 83% memahami kebijakan perjalanan perusahaan mereka, hanya 54% yang mengatakan kebijakan tersebut memenuhi kebutuhan pribadi mereka.

Keberlanjutan merupakan hal penting bagi pelancong yang lebih muda – 57% ingin perusahaan berinvestasi lebih banyak dalam pilihan perjalanan yang ramah lingkungan. Pelancong Asia memimpin ekspektasi ini (75%), pelancong AS kurang begitu (33%).

Loyalitas membuahkan hasil, dan bleisure ada di sini

Program loyalitas memengaruhi pilihan penyedia perjalanan bagi 43% responden. Manfaat loyalitas yang paling berharga meliputi diskon, penawaran khusus, penerbangan atau menginap di hotel gratis, peningkatan kelas, dan akses prioritas untuk keamanan jalur cepat, naik pesawat, dan penanganan bagasi.

Perjalanan bleisure – menggabungkan perjalanan bisnis dengan kegiatan rekreasi – adalah hal yang umum, dengan 42% responden melaporkan bahwa mereka biasanya atau selalu melakukannya. Tingkat penggunaan tertinggi terjadi di Asia (55%), diikuti oleh Inggris (48%), Australia (47%), dan AS (29%).

Apa saja teknologi pemesanan yang populer?

Alat pemesanan daring dan situs web mendominasi, digunakan oleh 71% wisatawan, diikuti oleh aplikasi seluler (52%), pemesanan melalui telepon (24%), dan aplikasi pengiriman pesan seperti Teams atau Slack (23%).

Dalam dua tahun, pemesanan melalui telepon diperkirakan akan hilang dari daftar alat pilihan, digantikan oleh alat obrolan AI percakapan, yang ingin digunakan oleh 22%. Alat pemesanan daring akan tetap dominan (68%), dengan aplikasi seluler yang semakin populer (58%).

Dampak AI yang akan datang: Kecepatan, pilihan, dan harga

Responden mengantisipasi bahwa AI akan meningkatkan perjalanan bisnis terutama melalui kecepatan pemesanan yang lebih cepat (65%), pilihan produk perjalanan yang lebih luas (61%), dan harga yang lebih baik (60%)

Evan Maulana