EVENT NEWS

Pemkot Baubau Bersiap Menuju World Class Destination 

JAKARTA, bisniswisata.co.id:  : Penyelenggaraan  event nasional dan Internasional jadi cara cepat Kota Baubau menjadi destinasi wisata kelas dunia, selain kesiapan 3 A dan fokus pada pelestarian budaya yang dikenal sebagai kota benteng.

Demikian kesimpulan dari Bincang Pengembangan Pariwisata Kota Baubau Menjadi World Class Destination melibatkan para profesional dan sambutan dari Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno. 

Dipandu oleh Sapta Nirwandar, Chairman Indonesia Tourism Forum ( ITF) sekaligus inisiator acara ini , peserta datang dari berbagai jajaran Pemkot Baubau diawali dengan informasi kebijakan Pariwisata Indonesia oleh Dr Frans Teguh, Staf Ahli Kemenparekraf.

Bagi David Makes, CEO of Sustainable Management & founder of Plataran Menjangan, ke depan seperti halnya Singapura, kota Baubau adalah hub untuk sustainable tourism yang sudah memiliki 3 A, akses, amenitas dan atraksi yang baik.

” Benteng Wolio dinobatkan sebagai bangunan pertahanan terluas di dunia pada September 2006. Kota di Pulau Buton, Sultra ini juga dikenal sebagai penghasil aspal dunia dengan potensi alamnya yang menakjubkan,” kata David Makes.

Untuk menjadi destinasi kelas dunia tinggal pembenahan dari sisi kerapihan dan kebersihan kota, CHSE (Cleanliness, Health, Safety, Environment Sustainability), fasilitas transit, transportasi umum, layanan komunikasi, pelayanan logistic & supply chain harus ditingkatkan.

” Hal-hal di atas penting karena pulau-pulau disekitarnya sudah ada yang dikenal di dunia seperti pulau Lambusang tiap tahun sudah dikunjungi pelajar Inggris untuk belajar keaneka ragaman hayati dan ada stasiun penelitian Wallace di sana,” kata David Makes.

Sapta Nirwandar mengingatkan bukan hanya keindahan alam, kota Baubau juga pernah dikunjungi tentara Kubilai Khan dari China dan juga Majapahit dari Jawa Timur.

Prof Wiendu Nuryanti yang berbicara soal potensi pengembangan wisata budaya dan heritage mengatakan Pemkot Baubau harus fokus pada segitiga emas potensi yang dimiliki yaitu peninggalan budaya, keindahann pantai serta pulau-pulau kecilnya yang luar biasa

” Belajar dari kota-kota benteng di dunia maka di sekitar heritage ada komunitas, ritual dan festival yang bisa digali menjadi kekuatan budaya yang jika dilestarikan menjadi motivasi kuat wisatawan untuk datang,”

Selain itu benteng Wolio agar segera didaftarkan sebagai warisan budaya ke UNESCO. Meski prosesnya akan menyita waktu tahunan tapi harus segera di daftarkan agar eksistensi sebagai World Class Destination segera terwujud.

profil
Walikota Pemkot Baubau Dr H. AS Tamrin MH ( tengah bawah) bersama Menparekeaf Sandiaga Uno. ( Foto: ITF)

Hermawan Kartajaya, Founder & Chairman MarkPlus Inc mengatakan dari sisi perdagangan dan investasi di Baubau sudah jalan karena airport dan pelabuhan fasilitasnya bagus dan fungsi sebagai hub juga lancar.

” Bagi saya sektor tourism yang memang harus ditingkatkan sehingga bisa seperti Menado yang menjadi gateway of Pacific. Karena dalam pemasaran kuncinya adalah produk-brand-customer yang juga berlaku di sektor pariwisata,” ungkap Hermawan.

Hermawan yang sedikitnya menangani 10 branding  pemkot/ pemprov ini mengatakan TTI itu memprioritaskan pariwisata dulu.        ( Tourism)  lalu Trade dan tarik Investasi.

” Pemkot Baubau harus prioritaskan strategi dan brandingnya hingga 2030. Lalu maksimal 10 tahun harus di review lagi,” kata Hermawan.

Dia sepakat dengan David Makes bahwa ke depan Baubau juga menjadi hub karena potensi tambang nikelnya sebagai ekonomi baru juga mendunia. Sementara dari sisi lokasi juga seperti Menado yang hanya tiga jam penerbangan udara dari China.

Acara yang dihadiri oleh Dr H. AS Tamrin MH, Walikota Baubau dan jajarannya, Adi Satria, Senior Vice President Accor Hotels Group serta Abdullah Azwar Anas, Bupati Banyuwangi 2010 -2020 banyak memberikan masukan pada kalangan Pentahelix di Pemkot Baubau.

” Seperti disebutkan penasehat kami, Sapta Nirwandar, pariwisata bukan tujuan utama karena pembamgunan kota Baubau adalah kesejahteraan  masyarakatnya. Visi misi kami adalah maju, sejahtera dan berbudaya,” kata  Walikota Dr H. AS Tamrin MH.

Untuk menuju World Class Destination, kata Abdullah Azwar Anas, selain butuh proses yang utama adalah yakinkan dulu semua birokrat setempat bahwa pariwisata adalah alat untuk kesejahteraan rakyat.

” harus punya satu visi-misi untuk melibatkan masyarakat kembangkan pariwisata di Banyuwangi sehingga masyarakat dan aparat sibuk sepanjang tahun jadi tuan rumah yang baik, rumahnya harus bersih dan layak dikunjungi, aparat penerintah harus terus dibikin sibuk,” kata Azwar Anas.

Menurut dia, Pemkot juga harus punya strategi agar rakyat sejahtera maka investasi hotel di Banyuwangi hanya untuk hotel di atas bintang tiga karena pihaknya  harus melindungi 600 homestay milik rakyat, tambahnya.

Dari hanya 12 event setahun, kini Banyuwangi menciptakan lebih dari 100 an festival tingkat nasional dan internasional hingga bonusnya  banyak menang penggargaan tingkat dunia.

” Dulu turis hanya 461 ribu lalu sebelum COVID-19 kunjungan mencapai 5,3 juta orang, pendapatan per kapita warganya Rp 51,8 juta/ tahun, kemiskinan turun drastis karena event-event nasional maupun internasional membuat kami mudah berkonsolidasi dan membangun daerah,” kata Azwar Anas menutup sesinya 

 

Hilda Ansariah Sabri

Pendiri, Pemimpin Umum, Pemimpin Redaksi dan pemegang sertifikasi Wartawan Utama Dewan Pers dan Ketua Departemen Pariwisata PWI Pusat (2018-2023)