AIRLINES INTERNATIONAL NEWS

Pasar AI di Penerbangan Diperkirakan Capai US$ 23,8 Miliar pada tahun 2033

Pasar AI global dalam penerbangan diproyeksikan tumbuh dari US$2,9 miliar pada tahun 2024 menjadi US$23,8 miliar pada tahun 2033, didorong oleh adopsi teknologi pintar.

ATHENA, bisniswisata.co.id : Menurut Research Intelo , ukuran Pasar AI dalam Penerbangan secara global mencapai USD 2,9 miliar pada tahun 2024, dan diperkirakan akan tumbuh pada CAGR yang kuat sebesar 22,7% dari tahun 2025 hingga 2033. Pada akhir periode perkiraan ini, pasar diproyeksikan mencapai nilai sekitar USD 23,8 miliar.

Penerbangan Bertemu Kecerdasan

Dilansir dari traveldailynews.com, Pasar AI di bidang penerbangan terus berkembang seiring maskapai penerbangan, bandara, dan OEM (produsen peralatan asli) mengintegrasikan sistem cerdas untuk meningkatkan efisiensi operasional.

Dengan meningkatnya lalu lintas udara,
fluktuasi biaya bahan bakar, dan meningkatnya ekspektasi pelanggan, para pemangku kepentingan di bidang penerbangan beralih ke AI untuk mempertahankan daya saing.

Ukuran Pasar dan Proyeksi

Menurut berbagai perkiraan industri, pasar AI dalam penerbangan diproyeksikan tumbuh dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) lebih dari 22,7% dari tahun 2024 hingga 2033.

Kawasan Amerika Utara, yang dipimpin oleh AS, saat ini memegang pangsa pasar terbesar, sementara Asia-Pasifik diperkirakan akan mengalami pertumbuhan tercepat, didorong oleh meningkatnya investasi dalam infrastruktur bandara pintar.

Aplikasi Utama AI dalam Penerbangan

1. Pemeliharaan Cerdas dan Analisis Prediktif

AI memungkinkan pemeliharaan prediktif dengan menganalisis data sensor real-time dari komponen pesawat. Hal ini membantu maskapai penerbangan mencegah kegagalan peralatan yang merugikan dan mengurangi waktu henti pesawat.

•Contoh: Platform Skywise milik Airbus menggunakan AI untuk menganalisis catatan pemeliharaan dan data penerbangan, yang memungkinkan keputusan prediktif yang meningkatkan ketersediaan armada.

2. Peningkatan Manajemen Lalu Lintas Udara

Sistem bertenaga AI dapat memproses data penerbangan dan cuaca dalam jumlah besar untuk mengoptimalkan kendali lalu lintas udara. Algoritma pembelajaran mesin membantu mengurangi kemacetan, meningkatkan penjadwalan penerbangan, dan meminimalkan penundaan.

•Dampak: Ini tidak hanya meningkatkan kepuasan penumpang tetapi juga mengurangi konsumsi bahan bakar dan emisi.

3. Asisten Virtual dan Chatbot

Chatbot layanan pelanggan berbasis AI mentransformasi cara penumpang berinteraksi dengan maskapai. Asisten ini menangani pertanyaan, pemesanan tiket pesawat, dan pembaruan dengan akurasi tinggi dan ketersediaan 24/7.

•Kasus Penggunaan Populer: Chatbot AI KLM membantu wisatawan dalam berbagai bahasa, menawarkan dukungan pra-penerbangan dan pasca-penerbangan yang lancar.

4. Pengawasan dan Keamanan Cerdas

AI digunakan dalam pengenalan wajah, pemeriksaan bagasi, dan deteksi anomali untuk meningkatkan keamanan bandara. Sistem penglihatan mesin dapat mengidentifikasi aktivitas mencurigakan atau bagasi tak bertuan lebih cepat daripada
pengawasan manual.

•Peningkatan Keamanan: Ini mengarah pada penyelesaian keamanan yang lebih cepat dengan tetap mempertahankan standar keamanan yang tinggi.

Pendorong Teknologi di Balik Adopsi AI
Analisis Data Lanjutan

Industri penerbangan menghasilkan data dalam jumlah besar – mulai dari telemetri pesawat hingga preferensi penumpang. AI, khususnya pembelajaran mesin, mengubah data ini menjadi wawasan yang dapat ditindaklanjuti.

Komputasi Tepi dan Integrasi IoT

Meningkatnya penggunaan perangkat Internet of Things (IoT) di dalam pesawat dan bandara memungkinkan pengumpulan data secara real-time. Komputasi tepi memungkin-
kan pemrosesan data ini dengan cepat tanpa memerlukan komunikasi cloud, yang krusial untuk operasi penerbangan yang sensitif terhadap waktu.

Sistem Otonom

AI mendorong batas-batas otonomi dalam penerbangan. Meskipun penerbangan komersial yang sepenuhnya otonom mungkin masih jauh, sistem bantuan pilot, drone otonom, dan penanganan bagasi otomatis sudah mulai diterapkan.

Tantangan dalam Pasar AI di Penerbangan

1.Kendala Regulasi: Industri penerbangan sangat diatur. Integrasi AI ke dalam sistem misi penting harus melalui sertifikasi ketat, yang seringkali menghambat inovasi.

2.Privasi Data dan Keamanan Siber: Sistem AI sangat bergantung pada data. Memastikan privasi data, kepatuhan terhadap peraturan seperti GDPR, dan keamanan siber yang kuat merupakan tantangan yang signifikan.

3.Biaya Implementasi: Meskipun ROI jangka panjang, investasi awal dalam infrastruktur AI—perangkat keras, perangkat lunak, dan pelatihan – dapat menjadi penghalang bagi operator yang lebih kecil.

Pemain Kunci yang Membentuk Pasar
Beberapa perusahaan besar berinvestasi besar dalam solusi penerbangan bertenaga AI, termasuk:
• Pesawat Airbus SAS
• Perusahaan Boeing
• Grup Thales
• Honeywell International Inc.
• Perusahaan Listrik Umum
• Perusahaan IBM
Para pemain ini secara aktif berkolaborasi dengan maskapai penerbangan dan badan pemerintah untuk mempercepat implementasi AI.

Prospek Masa Depan: Langit yang Lebih Cerdas Menanti

•Bantuan Pilot Berbasis AI: Masa depan menjanjikan kopilot AI yang akan membantu pilot manusia dalam pengambilan keputusan, penanganan darurat, dan bahkan otomatisasi parsial penerbangan. Hal ini dapat merevolusi pelatihan pilot dan mengurangi kesalahan manusia.

•Penerbangan Ramah Lingkungan Melalui AI: AI dapat membantu maskapai penerbangan mengurangi emisi karbon dengan mengoptimalkan jalur penerbangan, meningkatkan efisiensi bahan bakar, dan mengelola operasional bandara secara lebih berkelanjutan. AI merupakan pendorong penting bagi tujuan dekarbonisasi penerbangan.

•Revolusi Pengalaman Penumpang: Di tahun-tahun mendatang, AI akan semakin mempersonalisasi perjalanan udara—dari sistem boarding pintar hingga layanan prediktif dalam penerbangan, yang mengantisipasi kebutuhan penumpang bahkan sebelum kebutuhan tersebut muncul.

 

Hildea Syafitri