ART & CULTURE DESTINASI EVENT INTERNATIONAL NASIONAL

Masjid Terapung An-Nur Dibuka di Ancol sebagai Ikon Baru Jakarta

Masjid Apung An-Nur Jakarta yang berada di kawasan Ancol, Pademangan, Jakarta Utara. (Foto: Zahra/RM)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Gubernur Jakarta Pramono Anung secara resmi meresmikan Masjid Terapung An-Nur Jakarta di kawasan Pantai Ancol, Jakarta Utara, hari ini, Jumat yang memiliki desain yang terinspirasi dari kapal keimanan dengan bentuk segi lima melambangkan lima rukun Islam.

Masjid yang dicanangkan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada 2019 itu menjadi masjid apung pertama di Jakarta. Pembangunannya sempat molor beberapa tahun karena pandemi Covid-19.

Alhasil, pembangunan fisik masjid yang berada di dalam kawasan Ancol tersebut baru dilakukan pada 2024.”Sebagai penerusnya, saya melanjutkannya hingga rampung dan bersyukur bisa memberikan nama untuk masjid ini,” ujar gubernur.

Masjid Apung yang dirancang oleh arsitek Andra Martin itu memiliki luas 2.241 meter persegi. Saat ini, bangunan masjid tersebut bisa menampung 600 jamaah yang terdiri dari 460 ikhwan dan 140 akhwat, ditambah 300 jamaah di area plaza.

Masjid Terapung An-Nur dianggap sebagai simbol baru bagi Jakarta dalam menyediakan ruang untuk berbagai kegiatan masyarakat, termasuk kegiatan keagamaan.

“Semoga masjid ini menjadi upaya nyata sekaligus simbol yang jelas bahwa kehidupan yang majemuk di Jakarta dapat berjalan dengan harmonis,” harapnya.

Pramono menyambut baik rampungnya sejumlah proyek kota yang sempat tertunda, termasuk jembatan penyeberangan orang (JPO) yang menghubungkan stadion Jakarta International Sport. ( JIS) dengan kawasan wisata Ancol.

“Dengan dibukanya akses sepanjang 300 meter ini, Ancol dapat menampung seluruh kendaraan yang datang untuk berbagai acara, berapa pun jumlah mobilnya,” jelasnya.

Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol, Syahmudrian Lubis, menyatakan bahwa pembangunan Masjid Terapung An-Nur Jakarta dimulai pada 1 Mei 2024 dan selesai pada 29 Juli 2026.

“Meskipun fungsi utamanya adalah sebagai tempat ibadah, masjid ini juga dirancang untuk menjadi sebuah tengara (landmark) sekali- gus ikon baru yang membanggakan bagi masyarakat pesisir Jakarta,” ungkapnya.

Dirancang sebagai “Bahtera Iman”, masjid ini menampilkan tata letak bersisi lima yang menghormati rukun Islam dan shalat harian, sementara siluet bulan sabit dan bintangnya melambangkan cahaya serta petunjuk surgawi.

Ketua Dewan Kota Jakarta (DPRD) Suhud Alynudin menyambut baik pembukaan Masjid Terapung An-Nur di Pantai Ancol, Jakarta Utara.

“Ini adalah salah satu program yang terus-menerus diminta oleh warga Jakarta,” kata Suhud dan menambahkan dia senang bahwa masjid yang telah lama ditunggu – tunggu akhirnya selesai dan kini dapat digunakan untuk beribadah.

Menurut Suhud, warga telah berulang kali menanyakan perkembangan masjid tersebut selama kunjungan reses dan pertemuan masyarakatnya.

Dia mencatat bahwa warga telah berulang kali menanyakan kapan Masjid Terapung An-Nur akan selesai. Oleh karena itu, pembukaannya diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan warga akan tempat ibadah tetapi juga bermanfaat bagi pariwisata dan kehidupan spiritual.

Suhud berharap masjid ini akan menarik lebih banyak pengunjung ke Ancol sekaligus melayani kebutuhan spiritual masyarakat.

“Saya berharap masjid ini akan tingkatkan pariwisata di Ancol sekaligus memberikan kontribusi yang berarti bagi kehidupan spiritual di seluruh Jakarta,” katanya.

Masjid Terapung An-Nur diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah tetapi juga sebagai landmark baru di sepanjang garis pantai Jakarta dan simbol harmoni di antara beragam komunitas di kota ini.

Hilda Ansariah Sabri

Pendiri, Pemimpin Umum, Pemimpin Redaksi dan pemegang sertifikasi Wartawan Utama Dewan Pers dan Ketua Departemen Pariwisata PWI Pusat (2018-2023)