AIRLINES EVENT INTERNATIONAL TRANSPORTASI

IATA: Maskapai Penerbangan Diproyeksikan Capai Laba US$36 Miliar Pada Tahun 2025

Willie Walsh, Direktur Jendral 

NEW DELHI, bisniswisata.co.id: Laba maskapai penerbangan diperkirakan mencapai $36 miliar, sedikit lebih tinggi dari $32,4 miliar yang dibukukan tahun lalu, kata IATA pada hari Senin (2 Juni 2025).

Dilansir dari www.thehindu.com, berpidato pada Rapat Umum Tahunan (RUT) Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) di New Delhi, ibu kota negara India, Direktur Jenderal Willie Walsh menegaskan bahwa wilayah udara harus dijauhkan dari perang dagang.
RUT tersebut berlangsung di India setelah 42 tahun.

Mengingatkan kekhawatiran atas masalah rantai pasokan, Walsh mengatakan ada 17.000 pesawat yang belum dipesan dan 1.100 pesawat yang berusia di bawah 10 tahun disimpan sementara tingkat penggantian armada adalah 3%.

Pada tahun 2025, maskapai penerbangan global diperkirakan akan melaporkan laba sebesar US$36 miliar, lebih tinggi dari US$32,4 miliar yang tercatat pada tahun 2024, tetapi sedikit turun dibandingkan dengan US$36,6 miliar yang diproyeksikan pada bulan Desember 2024, menurut IATA.

Walsh mengatakan bahwa laba sebesar US$36 miliar itu signifikan tetapi itu setara dengan hanya US$7,20 per penumpang per segmen.

“Itu masih merupakan penyangga yang tipis dan setiap pajak baru, peningkatan biaya bandara atau navigasi, guncangan permintaan atau regulasi yang mahal akan dengan cepat menguji ketahanan industri,” katanya.

Pendapatan industri penerbangan diperkirakan akan mencapai rekor tertinggi sebesar US$979 miliar pada tahun 2025, sekitar 1,3% lebih tinggi dari angka yang terlihat pada tahun 2024, menurut IATA, yang mewakili sekitar 350 maskapai penerbangan yang mencakup lebih dari 80% lalu lintas udara global.

Sekitar 1.700 peserta diperkirakan akan menghadiri World Air Transport Summit, dan Rapat Umum Tahunan. Menurut IATA, industri penerbangan India secara langsung mempekerjakan 3.69.700 orang dan menghasilkan PDB sebesar US$5,6 miliar.

Jika dampak tidak langsung, terinduksi, dan pariwisata disertakan, totalnya meningkat menjadi 7,7 juta lapangan pekerjaan dan PDB sebesar $53,6 miliar (1,5%). Rapat umum tahunan IATA berikutnya akan diadakan di Brasil pada tahun 2026.

Evan Maulana