AIRLINES INTERNATIONAL LIFESTYLE

Firefly, Maskapai Berbiaya Rendah Malaysia Batalkan Semua Penerbangan Akibat Kabut Asap

 

Maskapai berbiaya rendah Malaysia, Firefly, di Bandara Seletar Singapura (foto: CNA/Grace Yeoh)

Seluruh penerbangan antara Bandara Sultan Abdul Aziz Shah di Subang dan Bandara Seletar Singapura telah dibatalkan hingga hari Senin (12 Oktober).

KUALA LUMPUR, bisniswisata.co.id: Maskapai berbiaya rendah Malaysia, Firefly, telah membatalkan semua penerbangan terjadwalnya antara Bandara Sultan Abdul Aziz Shah di Subang dan Bandara Seletar Singapura sebagai “langkah proaktif” akibat situasi kabut asap di wilayah tersebut.

Seluruh enam penerbangan pulang-pergi harian antara kedua bandara tersebut terdampak. Penerbangan tersebut adalah: FY3122 dan FY3123, FY3124 dan FY3125, FY3126 dan FY3127, FY3128 dan FY3129, FY3130 dan FY3131, serta FY3132 dan FY3133.

Dalam sebuah unggahan di Facebook, pihak maskapai menyatakan bahwa semua penumpang yang terdampak sedang dihubungi dan dialihkan ke penerbangan Malaysia Airlines yang tersedia antara Bandara Internasional Kuala Lumpur dan Bandara Changi.

Sementara itu, penumpang yang memilih untuk tidak melanjutkan perjalanan dengan penerbangan pengganti tersebut berhak mendapat- kan pengembalian dana penuh.

Pengembalian dana akan diproses dan dikreditkan kembali ke metode pembayaran awal dalam waktu 30 hari kerja.

“Mengingat situasi cuaca yang terus berubah, Firefly memantau perkembangan- nya secara cermat. Informasi terbaru mengenai jadwal penerbangan akan disampaikan langsung kepada pelanggan yang terdampak,” ujar pihak maskapai.

Hingga pukul 13.00 hari Minggu, kualitas udara di 14 wilayah di Malaysia tercatat dalam kategori “tidak sehat”. Indeks Pencemar Udara (API) Malaysia mengategorikan kualitas udara sebagai “tidak sehat” pada rentang 101 hingga 200, “sangat tidak sehat” pada rentang 201 hingga 300, dan “berbahaya” di atas 300.

Sementara itu, kualitas udara di seluruh wilayah Singapura tetap berada pada kategori tidak sehat pada hari Minggu seiring dengan masih berlangsungnya kondisi kabut asap di seluruh pulau tersebut.

Indeks Standar Pencemar (PSI) periode 24 jam tercatat berada pada kategori tidak sehat di kelima wilayah, sedangkan angka PM2.5 periode 1 jam semuanya berada pada tingkat yang tinggi.

Hilda Ansariah Sabri

Pendiri, Pemimpin Umum, Pemimpin Redaksi dan pemegang sertifikasi Wartawan Utama Dewan Pers dan Ketua Departemen Pariwisata PWI Pusat (2018-2023)