ASEAN DESTINASI INTERNATIONAL

CEO Pan Pacific Optimistis Terhadap Pariwisata Asean Seiring Bangkitnya Permintaan Perjalanan Regional

CEO Pan Pacific Hotels Group, Choe Peng Sum, berbicara kepada CNA. (Foto: CNA)

Pan Pacific terus melanjutkan rencana ekspansinya, dengan mengandalkan perjalanan jarak pendek serta permintaan dari wisatawan Asia yang berada secara ekonomi, di tengah berbagai gangguan geopolitik.

SINGAPURA, bisniswisata.co.id: : Pan Pacific Hotels Group optimistis terhadap permintaan pariwisata di Asia Tenggara meskipun ada ketegangan geopolitik dan kenaikan biaya perjalanan.

karena wisatawan yang lebih mampu memilih perjalanan yang lebih singkat di dalam kawasan sambil menghabiskan uang untuk pengalaman premium seperti dilansir dari channelnewsasia.com

Operator hotel yang berbasis di Singa- pura ini mengatakan permintaan telah pulih dengan kuat pada paruh kedua tahun 2026 setelah penurunan tajam pada kuartal kedua hingga berpotensi memenuhi target tahunannya.

CEO Choe Peng Sum mengatakan properti grup di Asia berkinerja kuat pada kuartal pertama sebelum permintaan turun tajam pada kuartal kedua karena perang antara Amerika Serikat dan Iran.

Tingkat hunian dan tarif kamar rata-rata kemudian pulih pada kuartal ketiga, dan grup tersebut memperkirakan pemulihan akan berlanjut hingga tiga bulan terakhir tahun ini.

Dengan peningkatan tersebut, kami mulai melihat bahwa kami mungkin dapat menutupi anggaran kami untuk sepanjang tahun,” kata Choe kepada Asia First CNA pada, Kamis lalu

Dia  mengatakan konflik tersebut memengaruhi perjalanan dari Timur Tengah ke properti grup di Kuala Lumpur, Jakarta, dan Bangkok, tetapi permintaan dari wisatawan rekreasi dan bisnis kemudian meningkat.

Pemulihan ini terjadi seiring dengan Pan Pacific yang terus maju dengan rencana 10 proyek pembangunan baru dan renovasi besar di seluruh Asia Tenggara pada tahun 2027.

Proyek-proyek tersebut mencakup Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam, Indonesia, Kamboja, dan Filipina, termasuk hotel mewah baru di Bangkok dan Phnom Penh.

Perjalanan lebih sinhkat, pengeluaran lebih besar.

Choe mengatakan bahwa meningkat- nya biaya perjalanan dan ketidakpastian geopolitik mengubah cara wisatawan kelas atas merencanakan liburan mereka; kini, semakin banyak yang memilih destinasi yang lebih dekat dengan tempat tinggal mereka.

“Kami mulai melihat banyak wisatawan kelas atas… melakukan perjalanan dengan jarak yang lebih dekat,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa semakin banyak wisatawan Asia yang berlibur di dalam kawasan Asia sendiri.

Namun, menurutnya, wisatawan yang mengurangi durasi atau jarak perjala- nan tidak serta-merta membelanjakan lebih sedikit untuk akomodasi dan pengalaman selama berlibur.

“Orang-orang bersedia membayar untuk mendapatkan pengalaman, bukan sekadar tempat untuk tidur,” kata Choe, seraya mencatat bahwa club lounge di hotel tetap diminati oleh para tamu yang bersedia membayar lebih demi layanan premium.

Ia menambahkan, wisatawan juga semakin tertarik pada hotel yang tawakan pengalaman unik, termasuk properti yang mengintegrasikan unsur alam dan keberlanjutan ke dalam desainnya.

Asean diuntungkan oleh perubahan perjalanan.

Di Asia Tenggara, Choe menyoroti Vietnam, Malaysia, dan Singapura sebagai pasar yang mengalami lonjakan permintaan yang cukup signifikan.

Pertumbuhan pariwisata di Vietnam, kata Choe, kini meluas dari Ho Chi Minh City dan Hanoi ke berbagai destinasi resor. Selain itu, ekspansi industri berteknologi tinggi juga menarik lebih banyak wisatawan bisnis.

Sementara itu, properti milik Pan Pacific di Kuala Lumpur, Penang, Langkawi, dan Malaka mencatatkan tingkat hunian yang tinggi serta tarif kamar rata-rata yang kuat.

Choe mengungkapkan bahwa properti milik grup tersebut di Singapura mencatatkan pertumbuhan dua digit pada kuartal ketiga, berkat berbagai acara internasional berskala besar, seperti Formula 1 Grand Prix dan konferensi bisnis.

Dia menambahkan bahwa perubahan pola perjalanan wisatawan Tiongkok juga memberikan keuntungan bagi Asia Tenggara; ketegangan antara Tiongkok dan Jepang, misalnya, telah alihkan sebagian wisatawan ke kawasan ini.

“Kini, segmennya bukan lagi sekadar rombongan tur. Banyak wisatawan kelas atas yang bepergian secara mandiri (free independent travellers) dari Tiongkok dan India yang datang ke sini,” ujar Choe.

“Kami mulai melihat pertumbuhan yang nyata di kawasan kita: perjalanan dengan jarak yang lebih dekat, pengeluaran yang lebih besar, serta pengalaman menikmati Asia Tenggara yang sangat menarik untuk diabadikan di Instagram.

Hilda Ansariah Sabri

Pendiri, Pemimpin Umum, Pemimpin Redaksi dan pemegang sertifikasi Wartawan Utama Dewan Pers dan Ketua Departemen Pariwisata PWI Pusat (2018-2023)