Berkesenian, Peringati Hari Pekerja Migran Indonesia

0
27

JEDDAH, bisniswisata.co.id,- PERINGATAN Hari Pekerja Migran Indonesia (PMI) tahun ini di Jeddah dikemas  kental nuansa budaya tanah air dan cinta tanah air cukup terasa. Panggung diwarnai dengan pertunjukan seni tari, aktraksi pencak silat, pembacaan puisi bertema perjuangan PMI dalam mengais rezeki di rantau jauh dari sanak famili, dan hiburan musik dangdut. Senimannya adalah para PMI yang bekerja di sejumlah kota di Arab Saudi. Ratusan PMI dari 24 aliansi organisasi PMI di Arab Saudi memadati Balai Nusantara Wisma Konsul Jenderal (konjen) RI Jeddah. Demikian keterangan pers yang diterima bisniswisata.co.id dari KJRI Jeddah hari ini.
Di Hari Buruh Migran Indonesia yang bertema “Sumber Daya Manusia Unggul untuk Indonesia Maju”, panitia memberikan penghargaan kepada dua pegawai KJRI Jeddah atas dedikasi mereka dalam melayani masyarakat. Mereka  adalah Ahmad Kurniawan dan Zainullah Martoyo.
Penegasan komitmen cinta tanah air, menjaga citra dan martabat bangsa, menjunjung tinggi budi pekerti luhur dan nilai ketimuran, serta menghormati hak-hak asasi manusia yang tertuang dalam sebuah naskah deklarasi PMI Arab Saudi juga digelorakan oleh Muhammad Roland Kamal, mewakili Aliansi PMI di Arab Saudi,.
Dalam kesempatan tersebut, Konjen RI Jeddah Mohamad Hery Saripudin menyampaikan penghargaan kepada para pegiat LSM yang telah bahu-membahu dengan KJRI dalam memberikan bantuan kepada WNI lain yang tengah tertimpa masalah. KJRI Jeddah dalam upaya memperkuat pelidungan bagi WNI telah lama membentuk semacam jaring pengaman melalui satgas-satgas yang tersebar di seluruh wilayah kerjanya.
Konjen RI menyampaikan ada enam program unggulan dalam upaya melayani dan melindungi masyarakat, yaitu pelayanan terpadu (Yandu), welcoming session bagi PMI yang baru tiba, pelayanan paspor cukup sekali datang, pengurusan janazah gratis, layanan pendidikan bagi anak-anak WNI, dan penyelenggaraan pelatihan keterampilan bagi PMI.
Konjen mengungkapkan selama setahun KJRI telah membantu pengurusan sebanyak 700 jenazah WNI, belum termasuk jemaah umrah. Sepanjang 2018, sebanyak 8 ribu WNI 0verstayer telah dilayani pengurusan kepulangannya dari Wilayah Kerja KJRI Jeddah. Ditambahkan Konjen, selama dalam kepemimpinannya, KJRI Jeddah telah berhasil mengupayakan pembebasan 6 WNI dari hukuman mati.
Sepanjang 2018 KJRI Jeddah berhasil mengupayakan pencairan uang diyat (blood money),  sebesar Rp 4,7 miliar. Umumnya, uang diyat ini umumnya diperoleh keluarga WNI yang menjadi korban kecelakaan lalulintas. Selain itu, sejak 2017 hingga kuartal tiga 2019 gaji PMI senilai Rp 53 miliar yang ditahan  majikan berhasil diselamatkan KJRI . Konjen Hery mengingatkan para PMI agar fokus bekerja sebagaimana niat semula saat meninggalkan keluarga di tanah air. Dia juga berpesan agar PMI menjaga nama baik negara dan bangsanya dengan berperilaku baik di negara orang dan menaati hukum negara setempat.
“Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung,” ujarnya mengutip sebuah kata bijak.
Sementara itu, Sekjen Kemenaker Khairul Anwar yang hadir pada kesempatan tersebut  menyampaikan, aneka permasalah PMI yang muncul di Arab Saudi tidak lepas dengan persiapannya di tanah air.
“Selain memahami bagaimana prosedur dan aturan di Arab Saudi, memahami tata ada bagaimana bekerja di luar negeri, PMI harus mempunyai kesiapan mental, kompetensi, keterampilan dan (penguasaan) bahasa,” ucap Khairul.
Ditengah pesta para PMI juga mendapat penyuluhan hukum dan bimbingan masyarakat yang disampaikan Pelaksana Fungsi Konsuler-1 merangkap Koodinator Pelayanan dan Pelindungan Warga, Safaat Ghofur, bersama dengan Konsul Tenaga Kerja Mochamad Yusuf, mengangkat berbagai permasalahan yang dialami oleh PMI dan upaya penyelesaiannya. *

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.