Para penganut Hindu menaiki tangga berwarna untuk berdoa di kuil Batu Caves selama Deepavali di Kuala Lumpur, Malaysia pada 4 November 2021. (Foto:AP).
KUALA LUMPUR, bisniswisata.co.id: Malaysia, negara terkaya ketiga di Asia Tenggara berdasarkan PDB per kapita, telah menyalurkan RM935 juta (US$229 juta) ke sektor pariwisata dan budaya pada tahun 2027.
Dana itu a.l untuk meningkatkan konektivitas internasional, memperbaiki infrastruktur pariwisata, dan mendukung acara-acara besar seiring dengan diperpanjangnya kampanye Visit Malaysia hingga tahun depan.
Perdana Menteri dan Menteri Keuangan Datuk Seri Anwar Ibrahim mengumumkan pendanaan untuk pariwisata dan budaya saat menyampaikan Anggaran 2027 pada 9 Oktober, menyusul keputusan untuk memperpanjang kampanye Visit Malaysia Year (VMY) hingga tahun 2027, seperti dilaporkan Malay Mail.
Anwar mengatakan pendanaan tersebut termasuk hibah untuk membantu pelaku industri mempromosikan dan menyelenggarakan acara pariwisata.
Asosiasi Agen Tour dan Perjalanan Malaysia (MATTA) mengatakan bahwa pendanaan tersebut, bersamaan dengan perpanjangan kampanye Visit Malaysia Year hingga 2027, menunjukkan komitmen pemerintah untuk mengembangkan sektor ini melalui promosi yang lebih kuat.
Termasuk pula peningkatan infrastruktur, peningkatan konektivitas udara internasional, dan dukungan untuk acara-acara besar, seperti yang dilaporkan oleh The Malaysian Reserve.
Namun, presiden MATTA Nigel Wong mengatakan fokus sekarang harus memastikan bahwa alokasi tersebut diterjemahkan menjadi manfaat praktis bagi bisnis pariwisata.
Stephane Thong, manajer umum Trip.com Malaysia, mengatakan platform tersebut menyambut baik alokasi untuk pariwisata dan budaya.
Kkhususnya investasi yang direncanakan dalam rute penerbangan langsung baru, hibah untuk pelaku industri untuk mempromosikan dan menyelenggarakan acara pariwisata, dan peningkatan fasilitas pariwisata di seluruh negeri, seperti yang dilaporkan surat kabar The Star.










