ASEAN DESTINASI INTERNATIONAL

Laos Menempati Peringkat Ketiga Dalam Peningkatan Pengembangan Pariwisata Global

Taman Nasional Dong Hua Sao di Dataran Tinggi Bolaven, Laos selatan. (Foto: Visit Laos /Vientianes Times)

VIENTIANE, bisniswisata.co.id: Hanya Albania dan Vietnam yang mencatat peningkatan lebih besar, dengan skor masing-masing naik sebesar 7,0 persen dan 6,3 persen.

VIENTIANE, bisniswisata co.id: Laos mencatat peningkatan pengembangan pariwisata tertinggi ketiga di antara berbagai destinasi di seluruh dunia, dengan skor pada Indeks Pengembangan Perjalanan & Pariwisata (TTDI) World Economic Forum meningkat sebesar 6,1 persen antara tahun 2024 dan 2026.

Hanya Albania dan Vietnam yang mencatat peningkatan lebih besar, dengan skor masing-masing naik sebesar 7,0 persen dan 6,3 persen.

Qatar menyusul Laos dengan peningkatan sebesar 6,0 persen, sementara Malaysia dan Thailand mencatat peningkatan masing-masing sebesar 5,8 persen dan 5,6 persen, menurut data World Economic Forum tahun 2026.

Angka-angka ini menyoroti momentum berkelanjutan dalam pengembangan pariwisata di kawasan Asia-Pasifik, yang merupakan kawasan dengan peningkatan terbaik dalam indeks tahun 2026 tersebut.

Rata-rata skor TTDI kawasan ini meningkat sebesar 3,6 persen antara tahun 2024 dan 2026.

Tujuh dari 10 negara dengan peningkatan tercepat merupakan negara berkembang di kawasan Asia-Pasifik, yang mencerminkan upaya yang terus berkembang untuk memperkuat fondasi yang diperlukan guna mendukung pertumbuhan pariwisata.

TTDI tidak mengukur kinerja pariwisata semata-mata berdasarkan jumlah pengu-njung yang diterima. Sebaliknya, indeks ini meninjau kondisi yang memungkinkan pariwisata berkembang secara berkelan-jutan dan tangguh termasuk infrastruktur, konektivitas udara, layanan wisata, sumber daya alam dan budaya, kondisi bisnis, serta keberlanjutan.

Secara keseluruhan, 92 persen dari 110 negara yang dinilai berhasil meningkatkan skor TTDI mereka antara tahun 2024 dan 2026.

Hasil terbaru ini menambah pengakuan internasional yang kian meningkat terhadap Laos sebagai destinasi wisata.

Laos menempati peringkat kedua di antara negara-negara ASEAN dan peringkat ke-22 secara global untuk kategori ekowisata dalam pemeringkatan terbaru oleh US News & World Report.

Kamboja menempati peringkat pertama di ASEAN dan peringkat ke-17 secara global, sementara Thailand berada di peringkat ketiga di ASEAN dan ke-33 di dunia.

Laos juga telah mendapatkan pengakuan dari organisasi perjalanan internasional. Pada tahun 2025, Lonely Planet memasukkan Laos ke dalam daftar 5 negara terbaik di dunia untuk dikunjungi dalam penghargaan tahunan “Best in Travel” mereka.

Luang Prabang juga meraih penghargaan “Green Destinations Top 100 Story Award” pada tahun 2025 berkat model pariwisata berkelanjutannya.

Profil pariwisata negara ini yang kian berkembang turut dibarengi dengan peningkatan jumlah pengunjung.

Menurut Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, lebih dari 2,5 juta wisatawan mancanegara mengunjungi Laos pada semester pertama tahun 2026; angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 9,87 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025.

Thailand menjadi penyumbang jumlah pengunjung terbesar dengan 833.738 kedatangan, diikuti oleh Tiongkok dengan 675.365 pengunjung dan Vietnam dengan 586.190 pengunjung.

Hasil terbaru TTDI menempatkan Laos dalam kelompok destinasi yang terus memperkuat fondasi pariwisatanya, sementara daya tarik alam dan budaya negara tersebut terus mendukung perkembangannya sebagai destinasi wisata internasional.

Hilda Ansariah Sabri

Pendiri, Pemimpin Umum, Pemimpin Redaksi dan pemegang sertifikasi Wartawan Utama Dewan Pers dan Ketua Departemen Pariwisata PWI Pusat (2018-2023)