Menteri Pariwisata Filipina, Dita Angara-Mathay optimistis capai target 6,4 juta kunjungan wisatawan tahun ini, meskipun harga bahan bakar dan tarif penerbangan sedang tinggi.
MANILA, bisniswisata.co.id: Jumlah kunjungan wisatawan diperkirakan dapat mencapai target 6,4 juta tahun ini, didukung oleh permintaan perjalanan pada kuartal keempat, menurut Departemen Pariwisata (DOT).
Menteri Pariwisata Dita Angara-Mathay mengatakan kepada wartawan dalam sebuah wawancara singkat bahwa pihaknya memperkirakan akan mencapai target 6,4 juta kunjungan wisatawan tahun ini, meskipun harga bahan bakar dan tarif penerbangan sedang tinggi.
“Saya sangat khawatir mengenai harga bahan bakar… tentu saja, dampaknya berupa kenaikan biaya maskapai penerbangan dan sebagainya, serta menurunnya minat untuk bepergian.” ujarnya.
Dia mengaku sempat takut angka kunjungan akan turun, namun sepertinya hal itu tidak akan terjadi. Saya rasa kita bisa menyamai angka tersebut, tambahnya
Meskipun DOT menargetkan untuk menarik antara 6,4 juta hingga 6,8 juta wisatawan mancanegara tahun ini, Angara-Mathay sebelumnya menyatakan pencapaian angka tujuh juta wisatawan adalah hal yang mungkin terjadi.
Data terbaru dari DOT menunjukkan bahwa negara tersebut telah menerima 4,42 juta wisatawan mancanegara dari bulan Januari hingga Agustus, sedikit meningkat dibandingkan angka 4,38 juta pada periode yang sama tahun lalu dimana jumlah kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 6,48 juta.
Angara-Mathay memperkirakan jumlah kunjungan wisatawan akan meningkat, dengan mengacu pada permintaan perjalanan di kuartal keempat.
“Kuartal terakhir adalah masa-masa yang ramai kunjungan,” ujarnya.
Ia juga mengatakan bahwa rencana perluasan cakupan skema visa yang lebih longgar bagi wisatawan Tiongkok diharapkan dapat mendorong peningkatan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara.
DOT ingin memperluas kebijakan bebas visa masuk selama 14 hari bagi wisatawan Tiongkok—yang saat ini berlaku bagi mereka yang masuk melalui Manila dan Cebu—agar mencakup pintu masuk lainnya di negara tersebut. “Ada korelasi langsung dengan kemudahan—yakni penghapusan pembatasan visa dan perjalanan.
Jadi, ujarnya, harapannya semua pihak sepakat. Dua mencatat bahwa masih ada satu instansi pemerintah lagi yang perlu dilibatkan dalam pembahasan ini.
Data DOT menunjukkan bahwa Tiongkok merupakan sumber wisatawan mancanegara terbesar keempat pada periode Januari hingga Agustus, dengan pangsa sebesar 6,9 persen atau mencatatkan 303.567 kunjungan.










