KUCHING, bisbiswisata.co.id: Malaysia menjadi tuan rumah pertemuan teknologi global. ICM 2026 akan hadirkan lebih dari 300 ahli ke Kuching pada bulan Desember mendatang. Tim Sarawak memenangkan hak penyelenggaraan konferensi berskala besar
Konferensi Internasional tentang Mikroelektronika (ICM) ke-38 tahun 2026 akan kembali digelar di Malaysia setelah lebih dari 30 tahun. Berlangsung pada 7-10 Desember 2026 di Kuching, tepatnya di Borneo Cultures Museum.
ICM 2026 diperkirakan akan pertemukan para peneliti, insinyur, akademisi, dan profesional industri dari komunitas mikroelektronika internasional.
Menjadi tuan rumah ICM 2026 secara langsung mendukung prioritas pembangu-nan Sarawak di bawah Strategi Pembangunan Pasca COVID -19 (PCDS) 2030, khususnya dalam bidang inovasi, transfor-masi digital, pengembangan sumber daya manusia, dan manufaktur maju.
Seiring Sarawak kembangkan ekosistem semikonduktornya, konferensi ini akan menghubungkan keahlian global dengan talenta, penelitian, dan industri lokal, sekaligus memajukan kecerdasan buatan (AI) sebagai akselerator bagi pengembangan mikroelektronika.
Kegiatan tambahan yang disiapkan bersamaan dengan konferensi utama meliputi lokakarya Sino-Malaysia, lokakarya Standar CASS, dan Forum Industri CAS seperti dilansir dari ww.c-mw.net
Hal ini memperluas cakupan ICM 2026 melampaui format konferensi akademis konvensional serta menciptakan peluang bagi keterlibatan industri, diskusi standar, dan kolaborasi internasional.
“ICM 2026 merupakan langkah penting menuju ambisi pemerintah Sarawak untuk membangun ekonomi berpendapatan tinggi yang didorong oleh inovasi dan teknologi,” ujar Dato Sri Roland Sagah Wee Inn, Menteri Pendidikan, Inovasi, dan Pengembangan Talenta Sarawak.
Menurut menteri, agar Sarawak dapat bersaing dalam industri masa depan harus menciptakan peluang bagi masyarakat kita untuk belajar dari yang terbaik, berparti-sipasi dalam jaringan global, dan mengubah pengetahuan menjadi peluang nyata. ICM menghadirkan komunitas global tersebut langsung ke hadapan kita.
“Keberhasilan memenangkan hak penyelenggaraan ICM 2026 menunjukkan nilai strategis dalam menarik konferensi internasional khusus yang selaras dengan prioritas pembangunan lokal,” kata Jason Tan Chin Foo, CEO Business Events Sarawak (BESarawak).
“Konferensi ini diperkirakan akan menghasilkan total dampak ekonomi sebesar RM2,5 juta, namun nilai yang lebih besar terletak pada manfaat jangka panjang yang dihasilkannya.
ICM dapat menjadi katalis yang kuat untuk memperkuat sektor elektronik Sarawak yang sedang berkembang melalui jejaring, pengetahuan dan peluang baru yang terus berlanjut jauh setelah konferensi berakhir.
Acara ini diselenggarakan oleh Institute of Electrical and Electronics Engineers Circuits and Systems Society (IEEE CASS), dengan IEEE CASS Malaysia Chapter bertindak sebagai salah satu sponsor pendanaan.









