DESTINASI EVENT INTERNATIONAL

Kuala Lumpur, Singapura, dan Jeddah Jadi Destinasi Favorit Wisatawan Indonesia ke Luar Negeri selama Perayaan Tahun Baru Imlek

Imlek perayaan bersama keluarga dan barongsai menjadi hiburan bagi semua orang.                 (Foto : Glory Eva)

Berdasarkan data Trip.com, tren perjalanan wisata ke Indonesia masih cukup tinggi, dengan China, Malaysia, dan Singapura sebagai kontributor terbesar

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Tahun Baru Imlek merupakan salah satu periode penting bagi industri wisata di Indonesia. Berdasarkan data Trip.com, selama periode libur Imlek tahun ini, ada banyak wisatawan Indonesia yang bepergian ke berbagai destinasi di luar negeri, mulai dari Kuala Lumpur, Singapura, hingga Jeddah.

Fakta tersebut mencerminkan tingginya demand perjalanan ke luar negeri selama musim liburan. Di sisi lain, demand perjalanan wisata ke Indonesia di periode yang sama juga tetap solid, dengan China, Malaysia, dan Singapura tercatat sebagai tiga kontributor sumber wisatawan mancanegara terbesar.

“Tahun Baru Imlek di Indonesia memiliki keunikan tersendiri karena memadukan perayaan yang meriah dengan tradisi ‘mudik’ yang semarak. Data kami menunjukkan bahwa hampir seperempat wisatawan memilih rute domestik, seperti Jakarta–Pontianak dan Jakarta–Medan, untuk pulang kampung dan berkumpul bersama keluarga.” ujar Krishna Arya, General Manager Trip.com Indonesia.

Pihaknya berkomitmen untuk menghadirkan layanan terbaik secara personal untuk mengurangi komplikasi saat bepergian, baik untuk perjalanan menuju kampung halaman atau untuk bertualang ke luar negeri.

Trip.com menawarkan beragam layanan, mulai dari penerbangan hingga aktivitas lokal yang disesuaikan dengan kebutuhan dan minat masing-masing wisatawan  dan yang paling penting selama periode yang penuh makna ini; menciptakan kenangan yang indah dengan berkumpul kembali bersama orang-orang terkasih,btambahnya.

Wisatawan Indonesia masih memprioritaskan kota-kota terdekat untuk menikmati liburan Tahun Baru Imlek. Kuala Lumpur, Singapura, dan Jeddah adalah beberapa destinasi terpopuler di luar negeri .

Disusul oleh Bangkok dan Tokyo meski destinasi yang sudah familiar tetap diminati, wisatawan Indonesia juga makin tertarik menjelajahi beragam destinasi baru, seperti Madinah, Sapporo, dan Adelaide.

Di antara ketiganya, Kota Madinah menunjukkan pertumbuhan tertinggi dengan lonjakan pemesanan lebih dari 500% dalam satu tahun terakhir (year-on-year/YOY) di Trip.com, disusul Sapporo dengan pertumbuhan di atas 250% dan Adelaide yang mendekati angka 200%

Wisatawan Indonesia kini memesan tiket lebih awal dengan jarak perjalanan lebih dekat, Mereka cenderung merencanakan perjalanan lebih awal dan melakukan pemesanan sejak jauh hari sebelum waktu keberangkatan pada libur Tahun Baru Imlek.

Tahun ini, 43% pemesanan dilakukan lebih dari 60 hari sebelum tanggal perjalanan, relatif serupa dengan kondisi pada tahun sebelumnya. Selain itu, terdapat sedikit pergeseran minat terhadap jarak perjalanan, dengan 49% penerbangan dipesan untuk destinasi jarak menengah hingga jarak jauh, sedikit lebih rendah dibandingkan angka 51% di periode yang sama pada tahun 2025

Indonesia Mencatat Pertumbuhan pada Perjalanan Wisata Mancanegara.

Indonesia mendapatkan demand yang cukup tinggi untuk perjalanan wisata mancanegara (inbound). Menjelang libur Tahun Baru Imlek ini, China, Malaysia, Singapura, Australia, dan Jepang muncul sebagai sumber utama wisatawan mancanegara ke Indonesia.

Selain negara-negara tersebut, Indonesia juga mencatat pertumbuhan signifikan terkait kedatangan wisatawan asal Italia, Selandia Baru, Jerman, Rusia, dan Kamboja . Data ini menunjukkan peningkatan daya tarik Indonesia bagi wisatawan internasional yang lebih beragam

Destinasi Domestik Saat Imlek

Perjalanan domestik selama periode Tahun Baru Imlek juga menunjukkan tren yang menarik. Destinasi domestik populer umumnya didominasi kota dengan populasi masyarakat China-Indonesia yang signifikan, seperti Jakarta, Bali, Surabaya, Pontianak, dan Medan.

Sementara itu, Jakarta–Bali–Jakarta, Jakarta–Medan, dan Jakarta–Pontianak masih menjadi rute domestik yang paling banyak dipesan. Tren ini mencerminkan kuatnya budaya mudik di Indonesia bagi masyarakat yang merayakan Tahun Baru Imlek. Berdasarkan data Trip.com, puncak arus mudik Tahun Baru Imlek diperkirakan terjadi selama tiga hari, yakni pada tanggal 13, 14, dan 15 Februari.

Saat ini, Trip.com menyediakan lebih dari 300.000 aktivitas, atraksi wisata, pertunjukan, tur, pilihan transportasi, dan pengalaman wisata yang dapat dipesan di lebih dari 2.000 kota dalam 24 bahasa. Tersedia beragam pilihan wisata, mulai dari wisata kuliner di restoran mitra Trip.Gourmet hingga pertunjukan budaya.

Para wisatawan dapat mencari dan memesan berbagai atraksi wisata lokal maupun internasional dalam bahasa dan mata uang pilihan mereka, dengan ketersediaan real-time melalui aplikasi Trip.com.Tren ini didasarkan pada data pemesanan Trip.com di Indonesia, dengan perbandingan antara periode Tahun Baru Imlek 2025 dan 2026

Hildea Syafitri