DESTINASI HALAL INTERNATIONAL RISET

Bagaimana Wisatawan Muda Mendefinisikan Ulang Pariwisata Halal

Bagian 2:                                  Foto: Cresentrating

SINGAPURA, bisniswisata.co.id: Wisatawan Muslim muda, khususnya Generasi Z, membentuk pola pikir perjalanan baru yang didefinisikan oleh keseimbangan dan tujuan. Generasi ini sangat mudah beradaptasi, mahir secara digital, dan sadar sosial, tetapi mereka juga jelas tentang batasan mereka.

Dilansir crescentrating.com, keterjangkauan itu penting, dan wisatawan muda mendekati hal ini sebagai “nilai untuk uang” daripada sekadar pilihan termurah. Wisatawan Generasi Z fokus pada keterjangkauan dalam hal pengalaman yang diperoleh daripada uang yang dihabiskan.

Misalnya, mereka bersedia menghemat biaya penerbangan atau akomodasi jika itu memungkinkan mereka untuk mengalami dan terlibat lebih dalam dengan suatu destinasi.

Keaslian itu penting. Pengalaman budaya, tradisi lokal, dan pengalaman sehari-hari lebih dihargai daripada atraksi wisata konvensional. Bagi banyak orang, makan makanan lokal atau mempelajari adat istiadat setempat lebih menarik daripada berbelanja atau hiburan skala besar.

Aksesibilitas meluas melampaui infrastruktur fisik. Aksesibilitas digital sama pentingnya. Wisatawan Generasi Z sangat bergantung pada mesin pencari, platform media sosial, dan agen perjalanan online untuk merencanakan dan memesan perjalanan. Destinasi yang tidak terlihat di platform ini pada dasarnya tidak ada bagi segmen ini.

Kemampuan beradaptasi adalah karakteristik yang menentukan. Wisatawan Muslim muda fleksibel dalam menjalankan keyakinan mereka, menyesuaikan diri ketika fasilitas tidak tersedia. Namun, fleksibilitas ini tidak mencakup keselamatan atau martabat.

Nilai-nilai yang Mendefinisikan Kepercayaan

Meskipun Muslim Generasi Z berpikiran terbuka dan mudah beradaptasi, ada batasan yang jelas. Keselamatan tidak dapat ditawar. Destinasi yang dianggap bermusuhan atau tidak ramah akan cepat kehilangan daya tariknya, terlepas dari biaya atau pengalaman.

Keberlanjutan dan tanggung jawab sosial juga memengaruhi keputusan. Banyak wisatawan Muslim muda lebih menyukai bisnis milik lokal, praktik etis, dan operasi yang sadar lingkungan.

Transparansi juga penting karena wisatawan ingin memahami mengapa pilihan tertentu lebih mahal dan bagaimana pilihan tersebut menciptakan dampak positif.

Namun, kebutuhan keagamaan inti wisatawan Muslim Generasi Z tetap menjadi prioritas. Meskipun mudah beradaptasi, ketersediaan makanan Halal, fasilitas sholat, dan toilet yang ramah lingkungan di suatu destinasi merupakan persyaratan utama bagi wisatawan Muslim muda.

Memenuhi nilai-nilai yang disebutkan sebelumnya tanpa fasilitas utama ini akan menghancurkan daya tarik dan kepercayaan mereka.

Apa Artinya Ini bagi Industri

Meningkatnya jumlah perempuan Muslim dan wisatawan Muslim muda menandakan pergeseran dari kepatuhan ke koneksi.

Fasilitas ramah Muslim dasar diharapkan, bukan dirayakan. Yang membedakan destinasi saat ini adalah bagaimana fasilitas tersebut diintegrasikan dengan bijak ke dalam keseluruhan pengalaman.

Representasi visual penting karena menandakan inklusivitas dan lingkungan yang aman. Pelatihan staf penting karena kepercayaan dibangun melalui interaksi manusia. Desain pengalaman penting karena wisatawan ingin merasa terlibat dengan pengalaman lokal dan otentik.

Jaminan Halal harus dipahami sebagai alat untuk membangun kepercayaan, bukan sekadar upaya pencitraan merek. Hal ini menciptakan kejelasan bagi wisatawan yang menavigasi lingkungan yang tidak familiar dan menetapkan ekspektasi secara jujur.

Dari poin-poin penting ini, terdapat rekomendasi pemasaran 4P untuk destinasi dan bisnis perjalanan yang ingin beradaptasi dengan tren ini:

Produk: Sambil tetap memastikan ketersediaan makanan Halal dan protokol keselamatan, destinasi dapat mengembangkan produk yang lebih berfokus pada pengalaman budaya atau kegiatan sukarelawan, selaras dengan preferensi Generasi Z terhadap keberlanjutan dan praktik tanggung jawab sosial.

Harga: Alih-alih menjadi yang termurah, bersikaplah transparan mengenai alasan di balik penetapan harga Anda dan mengapa harga tersebut sepadan; lebih berupaya untuk memberikan pengalaman yang bernilai uang.

Tempat: Jadikan destinasi Anda terlihat dan dapat dipesan melalui media sosial dan platform pemesanan online.

Promosi: Bagikan penawaran ramah Muslim Anda dan daya tarik destinasi Anda menggunakan influencer dan konten yang dibuat pengguna. Pesan dari promosi ini harus “singkat”, dapat diandalkan, dan disampaikan dalam bahasa mereka.

Melihat ke Depan

Masa depan pariwisata Halal akan dibentuk oleh mereka yang menyadari bahwa iman dan aspirasi perjalanan modern dapat hidup berdampingan. Perempuan Muslim dan wisatawan Muslim muda tidak meminta perlakuan khusus. Mereka meminta pertimbangan, kejelasan, dan rasa hormat.

Destinasi dan merek perjalanan yang mendengarkan dengan saksama, beradaptasi dengan bijaksana, dan berkomunikasi secara otentik tidak hanya akan menarik segmen ini, tetapi juga akan membantu mendefinisikan seperti apa pariwisata inklusif di dunia yang berubah.
.

Hilda Ansariah Sabri

Pendiri, Pemimpin Umum, Pemimpin Redaksi dan pemegang sertifikasi Wartawan Utama Dewan Pers dan Ketua Departemen Pariwisata PWI Pusat (2018-2023)