CHESHIRE, UK, bisniswisata.co.id : Pariwisata sedang bangkit kembali secara signifikan, dan sebuah studi terbaru menyoroti peran kunci Tiongkok dalam meningkatkan perjalanan di seluruh Asia.
Laporan berjudul “Laporan Penelitian tentang Pengembangan dan Kerja Sama Pariwisata Masuk dan Keluar antara Tiongkok dan Negara serta Kawasan Utama Asia” menunjukkan bahwa pemulihan industri pariwisata Tiongkok yang pesat mendorong hubungan ekonomi dan budaya antara Tiongkok dan negara-negara Asia lainnya.
Seiring dengan dibukanya kembali perbatasan dan meningkatnya keinginan masyarakat untuk bepergian, pemulihan ini tidak hanya berdampak baik bagi perekonomian tetapi juga mengubah lanskap hubungan regional.
Asia Memimpin Pemulihan Global
Dilansir dari tourism-review.com, Berdasarkan data terbaru dari Organisasi Pariwisata Dunia Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNWTO), laporan tersebut menggambarkan gambaran optimistis tentang perjalanan internasional.
Pada tahun 2024, dunia mencatat 1,45 miliar wisatawan internasional, yang menunjukkan permintaan perjalanan yang terpendam. Asia menjadi yang terdepan, dengan 323 juta kedatangan, mewakili 22,3% dari total global.
Ini bukan kebetulan; perjalanan udara yang lebih baik, aturan visa yang lebih mudah, dan keinginan yang meluas untuk mendapatkan pengalaman nyata setelah pandemi menjadi pendorongnya.
Dampak pariwisata Tiongkok sangat jelas. Belanja pariwisata luar negeri Tiongkok meningkat 30% tahun lalu, mendorong pendapatan pariwisata global melampaui angka US$2 triliun untuk pertama kalinya.
Sebagaimana dicatat dalam laporan tersebut, “Wisatawan Tiongkok lebih dari sekadar wisatawan; mereka adalah penggerak ekonomi.” Arus masuk wisatawan ini memiliki dampak yang luas, mulai dari pasar-pasar yang ramai di Bangkok hingga jalanan Tokyo yang ramai.
Pertumbuhan pariwisata kawasan Asia-Pasifik melampaui semua kawasan lainnya, yaitu sebesar 9,56%, dengan total pendapatan meningkat menjadi US$1,95 triliun—meningkat 6,4% dibandingkan tahun sebelumnya.
Proyeksi dari Dewan Perjalanan dan Pariwisata Dunia (WTTC) menunjukkan bahwa sektor pariwisata Tiongkok sendiri akan menambah 13,7 triliun yuan (sekitar US$1,9 triliun) bagi perekonomian global pada tahun 2025.
Angka ini menyumbang 10,3% dari PDB pariwisata dunia dan mendukung sekitar 83 juta lapangan kerja. Laporan tersebut menunjukkan sebuah “pola baru” sedang terbentuk: kerja sama yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan di berbagai tingkatan, dengan Tiongkok memimpin jalan menuju pertumbuhan yang lebih hijau dan lebih adil.
Perubahan Selera Wisatawan Asia
Masa-masa wisata sederhana telah berakhir. Wisatawan masa kini, terutama dari Tiongkok dan Asia, ingin benar-benar tenggelam dalam pengalaman perjalanan mereka.
Laporan ini menyoroti tren “jelajah kota” dan “berbagi sosial”, di mana wisatawan terlibat dalam kehidupan lokal, mulai dari menjelajahi kuliner kaki lima di Seoul hingga mengunjungi lokakarya kerajinan tangan di Hanoi.
Platform digital memperkuat tren ini, dengan tagar #ChinaTravel yang mendapatkan lebih dari 8,5 miliar tampilan di platform media sosial di luar Tiongkok. Hal ini menunjukkan daya tarik Tiongkok, dengan kota-kota seperti Beijing, Shanghai, dan Chengdu masuk dalam 20 besar “destinasi Asia paling diminati” bagi wisatawan internasional.
Tren ini berubah menjadi keuntungan nyata bagi pariwisata inbound. Pada tahun 2024, Tiongkok menyambut 132 juta kedatangan, menghasilkan pengeluaran sekitar US$94,2 miliar.
Ke depannya, WTTC memprediksi peningkatan pendapatan inbound sebesar 30% menjadi 880 miliar yuan (sekitar $122 miliar) pada tahun 2025, yang menunjukkan kepercayaan yang berkelanjutan terhadap sektor ini.
Memperdalam Kolaborasi Lintas Batas
Laporan ini menunjukkan bagaimana tren ini menciptakan hubungan yang lebih erat, dengan kerja sama pariwisata antara Tiongkok dan mitra Asia mencapai tingkat yang baru.
Di Rusia, misalnya, lebih dari 1,5 juta wisatawan Rusia mengunjungi Tiongkok daratan pada tahun 2024—meningkat 115,1% dari tahun sebelumnya.
Musim dingin yang dingin di Rusia telah menjadikan Tiongkok destinasi yang menarik, dengan wisatawan yang tertarik pada keragaman iklim dan budayanya.
Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) merupakan contoh kerja sama multilateral yang sangat baik. Pada paruh pertama tahun 2025, pertukaran pariwisata antarnegara anggota mencapai sekitar 8 juta, meningkat 35% dari tahun ke tahun.
SCO, di tengah lanskap geopolitik saat ini, semakin penting untuk memperkuat hubungan antarmanusia, dan lonjakan pariwisata ini benar-benar menunjukkan hal tersebut.
Perjalanan singkat juga semakin populer. Bebas visa dan transportasi berkecepatan tinggi turut mendukung tren ini. Semakin banyak profesional muda dari Korea Selatan dan Jepang yang memilih liburan akhir pekan ke Tiongkok.
Kunjungan-kunjungan ini kini menjadi petualangan urban spontan, yang sebelumnya menyita waktu. “Kebijakan ini lebih dari sekadar urusan administrasi—kebijakan ini mengajak Anda untuk menjelajah,” demikian menurut laporan tersebut, yang telah benar-benar memicu pertumbuhan pariwisata jarak pendek.
Menuju Cakrawala Bersama Menjelang tahun 2025, laporan tersebut menunjukkan bahwa pariwisata bukan sekadar sektor; pariwisata juga berperan sebagai sarana ketahanan dan pembaruan.
Sebagai sumber utama wisatawan mancanegara dan destinasi populer, pariwisata Tiongkok mendorong tren positif di seluruh Asia. Tren ini menjanjikan peluang kerja baru, pertukaran budaya, dan inovasi berkelanjutan.
Meskipun demikian, terdapat tantangan seperti pariwisata yang berlebihan di area-area populer, perubahan iklim, dan kebutuhan untuk mendistribusikan manfaat secara adil.
Dengan berfokus pada pendekatan yang imersif dan ramah lingkungan, para pemangku kepentingan dapat membantu perkembangan pesat ini.
Menurut laporan tersebut, lanskap pariwisata di Asia sedang “berkembang” menjadi sesuatu yang benar-benar transformatif. Bagi para wisatawan, pembuat kebijakan, dan perusahaan, pesannya jelas:
Perjalanan baru saja dimulai, dan Tiongkok berada di garda terdepan. Jadi, baik Anda merencanakan perjalanan urban berikutnya maupun berinvestasi di sektor perhotelan, satu hal yang pasti: kawasan ini penuh energi.










