Komitmen 4 negara di TTM+ 2025 di Chiang
CHIANG MAI, bisniswisata.co.id: Thailand, Bhutan, Myanmar, dan Kamboja bersatu di Thailand Travel Mart Plus (TTM+) 2025 di Chiang Mai untuk memperkuat kerja sama pariwisata regional.
Diselenggarakan dari tanggal 4–6 Juni 2025, acara perdagangan perjalanan utama ini, yang diselenggarakan oleh Otoritas Pariwisata Thailand (TAT), menggarisbawahi komitmen bersama terhadap pariwisata berkelanjutan dan pertukaran budaya di seluruh Asia.
Dilansir dari travelandtourworld.com, acara ini mempertemukan lebih dari 400 pembeli internasional dari 51 negara dan 450 penjual Thailand, yang memfasilitasi lebih dari 13.000 pertemuan bisnis.
Delegasi dari Subkawasan Mekong Raya (GMS), termasuk Myanmar dan Kamboja, bersama dengan perwakilan dari Bhutan, berpartisipasi dalam acara tersebut, yang menyoroti upaya kolaboratif kawasan tersebut untuk meningkatkan penawaran pariwisata.
Memperkuat Hubungan Regional
Inisiatif Thailand untuk memperkuat hubungan pariwisata regional terbukti dalam kemitraannya dengan negara-negara tetangga. Acara tersebut menyediakan platform untuk promosikan pariwisata lintas batas melalui kolaborasi yang lebih erat dengan Myanmar dan Kamboja, serta fokus khusus pada Bhutan.
Khususnya, Thailand dan Bhutan meluncurkan inisiatif “Dua Kerajaan, Satu Tujuan”, yang bertujuan untuk menciptakan pengalaman perjalanan bersama yang mempromosikan pertukaran pengetahuan bersama antara kedua negara.
Inisiatif ini merupakan bagian dari Nota Kesepahaman (MOU) yang ditanda-
tangani untuk mendorong praktik pariwisata berkelanjutan dan pengembangan pengalaman perjalanan bernilai tinggi.
Selain Bhutan, kolaborasi Thailand dengan Myanmar dan Kamboja merupakan inti dari pengembangan infrastruktur pariwisata yang mendukung perjalanan lintas batas yang lancar.
Penguatan hubungan ini merupakan bagian integral untuk mencapai visi Thailand yang lebih luas untuk menjadi pusat pariwisata utama di kawasan ASEAN.
Melalui kemitraan seperti ini, Thailand berupaya memposisikan dirinya sebagai pintu gerbang ke Asia Tenggara, menghubungkan negara-negara tetangga untuk mempromosikan kampanye pariwisata bersama dan menciptakan rencana perjalanan yang kohesif yang menguntungkan semua pihak yang terlibat.
Upaya kerja sama pariwisata juga didukung oleh kerangka ASEAN yang lebih luas, yang memprioritaskan integrasi ekonomi regional, keberlanjutan lingkungan, dan pelestarian budaya.
Dengan mengoordinasikan upaya pariwisata dan menyelaraskan strategi hubungan masyarakat dengan negara-negara tetangga, Thailand bertujuan untuk menciptakan ekosistem pariwisata regional yang lebih kuat dan berkelanjutan.
Mempromosikan Rute Perjalanan Multi-Moda
Pada TTM+ 2025, diskusi difokuskan pada pengembangan rute perjalanan multi-moda yang memfasilitasi perjalanan yang lebih mudah melintasi Subkawasan Mekong Raya (GMS) dan negara-negara tetangga.
Rute perjalanan baru ini dirancang untuk meningkatkan konektivitas regional dan menyederhanakan logistik perjalanan bagi wisatawan, mendorong eksplorasi lintas batas.
Rute Karavan Mandiri
Salah satu inisiatif paling menarik yang diperkenalkan adalah rute karavan mandiri yang menghubungkan Thailand dengan negara-negara tetangga seperti Republik Demokratik Rakyat Laos, Kamboja, dan Vietnam.
Rute karavan ini memberi wisatawan fleksibilitas untuk menjelajahi wilayah tersebut sesuai keinginan mereka, menawarkan pengalaman perjalanan yang unik dan personal.
Rute berkendara sendiri diharapkan dapat menarik wisatawan independen yang ingin menjelajahi daerah terpencil, pemandangan indah, dan tujuan wisata terpencil yang mungkin tidak dapat diakses oleh transportasi umum.
Jalur Kereta Api
Selain itu, Thailand tengah menggarap proyek pariwisata kereta api yang menghubungkan Stasiun Pusat Bangkok Aphiwat dengan Stasiun Khamsawat di Republik Demokratik Rakyat Laos, dengan rencana ke depannya untuk memperluas jalur tersebut ke Kunming, Tiongkok.
Jaringan kereta api ini dipandang sebagai pengubah permainan untuk perjalanan regional, karena akan memungkinkan wisatawan untuk mengakses destinasi-destinasi utama di seluruh Asia Tenggara dengan mudah.
Perjalanan kereta api dianggap sebagai bentuk transportasi yang berkelanjutan dan efisien yang juga menawarkan kesempatan bagi wisatawan untuk menikmati beragam lanskap di wilayah tersebut dengan cara yang santai dan nyaman.
Pariwisata Kapal Pesiar
Pariwisata kapal pesiar merupakan perkembangan lain yang menjanjikan di wilayah tersebut, dengan Pelabuhan Laem Chabang diposisikan sebagai pusat keberangkatan regional utama.
Pelabuhan ini menghubungkan Thailand dengan beberapa negara tetangga, termasuk Vietnam, Kamboja, Malaysia, dan Singapura, dan akan melayani terutama pengunjung internasional yang baru pertama kali datang.
Dengan memposisikan Laem Chabang sebagai pusat pariwisata kapal pesiar, Thailand bertujuan untuk memanfaatkan permintaan perjalanan maritim yang terus meningkat, yang menawarkan kesempatan bagi wisatawan untuk menjelajahi berbagai negara di Asia Tenggara melalui laut.
Rute perjalanan multimoda ini selaras dengan strategi “Kemudahan Berpergian” Thailand, yang mengutamakan mobilitas yang lancar dan upaya terkoordinasi antara mitra sektor publik dan swasta di tingkat domestik dan internasional.
Dengan memfasilitasi perjalanan yang lebih mudah antarnegara, rute ini akan membantu menarik lebih banyak wisatawan internasional dan mempromosikan pariwisata lintas batas.
Pendalaman Budaya dan Praktik Berkelanjutan
Sebagai bagian dari acara tersebut, para peserta terlibat dalam pengalaman budaya yang mendalam dengan konsep “5 Hal yang Harus Dilakukan di Thailand”: Harus Dicicipi, Harus Dicoba, Harus Dibeli, Harus Dicari, dan Harus Dilihat.
Hal-hal yang menarik termasuk mencicipi Khao Soi, hidangan mi kari Thailand utara; merasakan pijat tari jari ‘Fon Leb’ di Zira Spa di Chiang Mai; berbelanja kerajinan tangan lokal; menjelajahi landmark bersejarah Chiang Mai; dan membenamkan diri dalam kehidupan budaya yang kaya di daerah tersebut.
Kegiatan-kegiatan ini tidak hanya memamerkan warisan budaya Thailand yang kaya tetapi juga menekankan pentingnya praktik pariwisata berkelanjutan.
Acara ini diakui sebagai pertemuan yang netral karbon, dengan upaya untuk mengurangi limbah, meningkatkan daur ulang, dan menggunakan kembali material, yang menunjukkan kepemimpinan Thailand dalam praktik pariwisata yang bertanggung jawab.
Melihat ke Depan
Keberhasilan TTM+ 2025 menyoroti semakin pentingnya kerja sama regional di sektor pariwisata. Dengan membina kemitraan dan mempromosikan perjalanan berkelanjutan, Thailand dan negara-negara tetangganya membuka jalan bagi lanskap pariwisata ASEAN yang lebih saling terhubung dan kaya budaya.
Seiring dengan terus berkolaborasi dan berinovasinya kawasan ini, masa depan pariwisata di Asia Tenggara tampak menjanjikan, dengan konektivitas yang ditingkatkan, pengalaman budaya bersama, dan praktik berkelanjutan di garis depan.
Kesimpulan
Thailand Travel Mart Plus (TTM+) 2025 di Chiang Mai berfungsi sebagai platform penting untuk memperkuat kerja sama pariwisata regional antara Thailand, Bhutan, Myanmar, dan Kamboja. Melalui kemitraan strategis, promosi rute perjalanan multimoda
Selain itu juga komitmen pada praktik pariwisata berkelanjutan, acara ini menggarisbawahi visi bersama negara-negara ini untuk meningkatkan pertukaran budaya dan pertumbuhan ekonomi di seluruh kawasan ASEAN










