Hotel Langgar Syariat Terancam Dicabut Izinnya

0
77
Sejumlah wisatawan mengunjungi Masjid Raya Baiturrahman di Banda Aceh, Senin (27/11). Sebanyak 980 wisatawan muslim dari sejumlah negara seperti dari Malaysia, Singapura, Amerika, Australia, Thailand itu mengunjungi sejumlah objek wisata sejarah dan situs tsunami sebelum kembali ke Singapura pada Selasa (28/11). ANTARA FOTO/Ampelsa/aww/17.

BANDA ACEH, Bisniswisata.co.id: Pemerintah Kota Banda Aceh mengancam akan mencabut izin hotel, jika ada yang terbukti melakukan pelanggaran syariat Islam. Diharapkan seluruh hotel di Aceh hendaknya mematuhu aturan yang ada dan tidak melakukan pelanggaran.

“Kami akan cabut izin hotel jika ada pelanggaran syariat Islam. Ini komitmen kami menegakkan agama di Kota Banda Aceh,” tegas Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman di Banda Aceh, Sabtu (20/01/2018).

Dilanjutkan pemerintah kota sudah mengundang dan memanggil manajemen hotel di Banda Aceh untuk meminta komitmen mereka terhadap pelaksanaan syariat Islam. “Kami sudah melakukan pertemuan dan pihak pengelola hotel. Dalam pertemuan itu, kami tegaskan kalau terbukti ada pelanggaran syariat Islam, izin hotelnya dicabut,” tegas Wali Kota.

Aminullah menegaskan akan terus meningkatkan penegakan syariat Islam. Dan ini merupakan komitmen Pemerintah Kota Banda Aceh untuk tidak memberi ruang kepada pelanggaran syariat Islam.

Karena itu, sambung dia, pihaknya sudah menginstruksikan kepada jajaran untuk terus melakukan pengawasan ketat terhadap hotel-hotel yang ada di Kota Banda Aceh. “Pengawasan tersebut untuk mengantisipasi dan menutup ruang terjadinya pelanggaran syariat Islam. Kami juga mengajak masyarakat berpartisipasi aktif mengawasi syariat Islam,” tegasnya serius.

Untuk mendukung partisipasi masyarakat, kata dia, Pemerintah Kota Banda Aceh membuka nomor pengaduan. Masyarakat bisa menyampaikan jika ada pelanggaran syariat Islam di sekitar mereka.

“Bagi masyarakat Banda Aceh yang mengetahui dan melihat ada pelanggaran syariat Islam bisa menyampaikannya kepada kami agar bisa ditindaklanjuti. Laporan yang disampaikan bentuk partisipasi masyarakat mengawasi pelaksanaan syariat Islam,” tambahnya seperti dialnsir laman Antara. (NDHYK)

LEAVE A REPLY