NASIONAL NEWS

Indonesia Capai Positivity Rate Dibawah 5% Patokan WHO.

Siswa yang memakai masker pelindung mengantre untuk menerima dosis vaksin COVID-19 selama program vaksinasi massal untuk siswa di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang di pinggiran Jakarta, Indonesia, 2 September 2021 ( Foto: Antara/Fauzan/via REUTERS)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: – Tingkat positif virus corona harian di Indonesia turun di bawah standar patokan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebesar 5% minggu ini untuk pertama kalinya, sebuah indikator bahwa gelombang kedua yang menghancurkan dapat mereda.

Dilansir dari Reuters, hari ini, tingkat kepositifan, atau proporsi orang yang dites yang positif, memuncak pada 33,4% pada Juli ketika Indonesia menjadi pusat virus Corona Asia, didorong oleh varian Delta yang sangat menular.

Pada hari Senin tingkat itu turun menjadi 4,57%, terendah sejak Maret 2020, ketika kasus pertama di Indonesia dilaporkan, menurut inisiatif data independen, Kawal COVID-19.

Tingkat di atas 5% menunjukkan virus corona di luar kendali, kata WHO.Salah satu pendiri Kawal Elina Ciptadi mengatakan tren itu pertanda baik, meskipun dia memperingatkan bahwa data resmi tidak dapat menangkap kelangkaan kasus dan kematian yang tidak dilaporkan.

 “Secara keseluruhan, apa yang kami lihat sangat menggembirakan,” katanya.0

Sejak puncaknya di bulan Juli, tingkat kepositifan rata-rata telah turun dengan mantap, dari 23,8% di minggu pertama Agustus menjadi 11,3% di minggu terakhir bulan itu, menjadi rata-rata 6,2% sejauh ini di bulan September.

Pembatasan virus Corona dilonggarkan lebih lanjut pada hari Senin, dengan sebagian besar wilayah di pulau Jawa diturunkan peringkatnya, memungkinkan pengoperasian mal, pabrik, dan restoran bersyarat.

Namun Presiden Joko Widodo mengimbau masyarakat Indonesia untuk tidak berpuas diri. “Masyarakat perlu menyadari bahwa COVID selalu mengintai.Ketika penjaga kami turun, (kasus) bisa meningkat lagi.” kata presiden.

Ahli epidemiologi Dicky Budiman dari Universitas Griffith Australia mengatakan upaya pengujian dan penelusuran masih lemah.

 “Saya senang sekaligus khawatir dengan penurunan tersebut,” katanya.  “Ada upaya dari pemerintah, tetapi tidak cukup kuat untuk mengeluarkan kita dari masa krisis,” katanya, seraya menambahkan perbaikan sebagian besar terjadi di kota-kota besar.

Data mingguan Kementerian Kesehatan pekan lalu menunjukkan beberapa provinsi masih mencatat angka positif yang tinggi, dengan Aceh sebesar 17,4% dan Kalimantan Utara sebesar 16,7%.

Juru bicara gugus tugas COVID-19 Wiku Adisasmito mengatakan pemerintah akan terus meningkatkan kemampuan pengujian dan penelusurannya. “Kami berharap kondisi baik ini dapat dipertahankan,” tambahnya.

Pengamat pariwisata Wuryastuti Sunario  yang juga mantan Managing Director Badan Promosi Pariwisata Indonesia ( BPPI  gembira dengan pencapaian ini dan berharap harapan Presiden Jokowi agar masyakarat tidak kendor dengan prokes dipatuhi.

Vaksin yang gencar dilaksanakan , harga test PCR yang sudah diturunkan 50% diharapkan jumlah orang yg mau test akan jauh lebih banyak. “Logikanya untuk pariwisata berarti semakin banyak orang mau mengadakan perjalanan,” 

Akan tetapi, biarpun begitu yang masih tetap menentukan mau tidaknya negara lain buka hubungan dengan Indonesia atau Bali, semua tergantung pada hasil positivity test. 

“Jadi tingkat positif virus corona harian di Indonesia yang sudah turun di bawah standar patokan WHO sebesar 5% adalah pencapaian yang bagus “

Untuk menentukan yg menjadi patokan WHO mengenai kecil atau besarnya kemungkinan masih tersebar virus di suatu kawasan inilah yang disebut positivity test. 

Persentase positivity test ini yang bisa membaca kapan dan seberapa luas akan terjadi jumlah positif melejit atau menurun. ” Saya berharap banyak masyarakat menyadari mulai dari rumitnya tracing, pentingnya vaksinasi hingga upaya pemerintah mendatangkan sekitar 370 juta dosis,” katanya.

Pemerintah juga masih berusaha untuk mendapatkan tambahan pasokan vaksin lagi sampai mencapai total 430 juta dosis. Jumlah vaksin sebanyak itu kita upayakan untuk melakukan vaksinasi bagi lebih dari 200 juta rakyat sampai akhir tahun ini, dua dosis untuk setiap orang. 

 

Hilda Ansariah Sabri

Hilda Ansariah Sabri, Pendiri, Pemimpin Umum, Pemimpin Redaksi dan pemegang sertifikasi Wartawan Utama Dewan Pers. Saat ini menjabat sebagai Ketua Departemen Pariwisata PWI Pusat ( 2018-2023)