DESA WISATA NASIONAL NEWS

Yuk, Cari Pengalaman Berwisata ke Desa Pengguna LTS

JAKARTA, bisniswisata.co.id: WISATA kemana setelah pandemi? Ke Turkey, Abudabi, Tokyo, NewZeland atau Bangkok untuk “balas dendam” terkurung hampir dua tahun #dirumahsaja? Ribet ProKes? Maklum pandemic, berbeda dengan kondisinya dengan bencana lainnya.

Bagaimana jika mencari pengalaman baru, bersama 0,8-persen masyarakat Indonesia yang belum menikmati “listrik” dalam kesehariannya. Mereka bermukim di 433 desa yang masih gelap gulita. Tetiba—pasca pandemi—menjadi desa benderang dengan kehadiran listrik tenaga surya, matahari.

Jika tidak menemukan biro perjalanan wisata yang “mau’ melayani perjalanan ke desa dimaksud? Bagaimana jika melakukan open trips sekeluarga? Menjaga keamanan, kenyamanan dan kesehatan dari paparan COVID-19. Tidak ada larangan berwisata sekeluarga, rombongan “light traveler” berbekal masing- masing tiga platinum card di saku.

Lantas, kemana?

Saat ini Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) dan Badan PBB untuk Pembangunan (UNDP) sedang memfasilitasi ACCESS (Accelerating Clean Energy to Reduce Inequality) Program di 23 desa di Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, dan Kalimantan Tengah untuk mengembangkan layanan listrik dari energi bersih dan berkelanjutan yang bersumber dari tenaga surya.

Sudah disiapkan 23 orang Patriot Energi ACCESS (Accelerating Clean Energy to Reduce Inequality)  Program, yang bertugas  mendampingi masyarakat selama 18 bulan sebagai fasilitator di 23 desa tersebut.

Ke-23 Patriot Energi juga merupakan bagian dari proyek ACCESS, sebuah proyek bersama UNDP dan ESDM yang didukung oleh Korea International Cooperation Agency (KOICA). Tujuan utama dari proyek ACCESS adalah menyediakan akses listrik dari energi terbarukan, khususnya tenaga surya, ke desa-desa terpencil di Indonesia dan di Timor-Leste.

Dalam laporan Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur EBTKE, Hendra Iswahyudi,  23 Patriot Energi ini terpilih dari 140 orang peserta seleksi terbuka, terdiri dari 16 laki-laki, tujuh perempuan, sarjana dari berbagai latar belakang pendidikan. Memiliki pengalaman lebih dari tiga tahun, bahkan ada yang telah berpengalaman lebih dari sepuluh tahun dalam pendampingan masyarakat.

Di desa mereka akan mendampingi masyarakat selama pembangunan PLTS; membantu serah terima aset PLTS dari Kementerian ESDM ke Pemerintah Desa; memfasilitasi pemilihan, pelatihan dan sertifikasi operator lokal; membentuk unit pengelola listrik desa; serta membantu memetakan potensi ekonomi desa.

Mereka telah mengikuti pelatihan secara daring dan luring dengan materi mencakup: kode etik pemberdayaan, pendekatan gender dan inklusi sosial, pendekatan partisipatif, pengenalan PLTS dan infrastruktur solar PV, operasi dan pengelolaan PLTS komunal, pembentukan Badan Usaha Milik Desa dan Unit Pengelola Listrik Desa, serta pendampingan teknis identifikasi ekonomi desa dan penyusunan analisis keberlanjutan.

Program Patriot Energi ACCESS,i merupakan bagian kemitraan antara United Nations Development Programme Indonesia dan Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral Republik Indonesia, menggunakan hibah Korea International Cooperation Agency (KOICA) melalui proyek ACCESS ().

Proyek ACCESS akan membangun 23 pembangkit listrik tenaga surya komunal dengan total kapasitas 1,2 megawatts (MW) di 23 desa di Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, dan Kalimantan Tengah.

“Upaya untuk mempromosikan energi baru terbarukan, sejalan dengan target Indonesia untuk meningkatkan pangsa energi terbarukan bersih dalam bauran energi nasional menjadi 23 persen pada tahun 2025. Tujuh dari patriot ini adalah perempuan dan mereka juga mewakili suara kaum muda, pasti membawa proses inovatif dan menarik dalam upaya advokasi mereka.” Ujar Sophie Kemkhadze, Wakil Kepala Perwakilan UNDP Indonesia.

“Saat ini proyek ACCESS memasuki tahap kritis yang akan menentukan keberhasilan instalasi fasilitas energi terbarukan di pelosok Indonesia. Sangat penting untuk memberikan dukungan dan kemitraan pada inisiatif energi bersih. Pada waktunya membantu menutup kesenjangan, ketimpangan dan meningkatkan kehidupan jutaan orang di Indonesia. Berharap Energy Patriots mendukung proyek agar berkelanjutan dan bermanfaat bagi masyarakat, “ujar Deputy Director KOICA Indonesia, Lee Jeung Wook.

Mandiri

Menurut Dadan Kusdiana, Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM, kehadiran para patriot energi diharapkan membantu masyarakat secara mandiri mengelola sumber energi, mengidentifikasi potensi-potensi setempat, yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat dengan biaya kompetitif, manajemen sederhana sehingga masyarakat di daerah terpencil dapat mengupayakan energinya sendiri.

Kehadiran para patriot energi ini juga dapat menjadi pemantik perubahan, khususnya bagi 0,8 persen masyarakat yang belum menikmati listrik, mereka bermukim di 433 desa yang masih gelap gulita dan mereka di 3.100 desa pengguna lampu listrik tenaga surya hemat energi.

Proyek ACCESS diharapkan menghasilkan akses listrik untuk setidaknya 20.000 orang di Indonesia dan Timor-Leste. Akses ke air untuk 3.500 orang di Timor-Leste dari total instalasi sekitar 1,2 MegaWatt pembangkit listrik tenaga surya. Diharapkan minimal 30% perempuan menjadi penerima manfaat langsung.

Dengan tetap mengikuti aturan pandemic, menjaga immune, menyimpan anggaran piknik, kita tunggu pengumuman desa- desa berenergi listrik tenaga surya tersebut. Tinggal pilih mau ke daerah Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, atau Kalimantan Tengah.*

Dwi Yani

Representatif Bali- Nusra Jln G Talang I, No 31B, Buana Indah Padangsambian, Denpasar, Bali Tlp. +628100426003/WA +628123948305 *Omnia tempus habent.*