YLKI Desak Kemenhub Investigasi Banjir di Terminal 3

0
490
Petugas melakukan bersih-bersih usai banjirnya Terminal 3 Ultimate, Bandara Soekarno Hatta, Tanggerang, Minggu (14/08/2016).--Foto: Imam Husein/Jawa Pos

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mendesak Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menginvestigasi insiden terjadinya genangan air di Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno-Hatta Minggu (14/8).

“Kejadian banjirnya Terminal 3 Ultimate adalah kasus yang sangat memprihatinkan. YLKI meminta Kemenhub untuk menginvestigasi penyebab banjir dan mengaudit sistem drainase di Terminal 3,” kata Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin (15/8/2016).

Insiden memalukan ini, sambung Tulus, mengindikasikan sistem drainase terminal penumpang megah bernilai Rp7 triliun itu memiliki masalah. “Ini bagian dari keteledoran kontraktor yang sangat serius, dan harus diusut tuntas,” ucapnya.

YLKI juga meminta PT Angkasa Pura 2 dan Kemehub memberikan sanksi pada operator yang membangun Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno Hatta. Pasalnya, meski baru saja digunakan, terminal tersebut tergenang akibat sistem drainase yang tidak baik.

Karena itu pantas kontraktur diganjar sanksi atau hukuman setimpal. “Kami yakin, genangan terjadi karena sistem drainase terminal tersebut yang bermasalah. Adanya genangan air di terminal bandara internasional adalah hal yang mengenaskan dan sangat memprihatinkan,” tandasnya serius.

Angkasa Pura 2 melalui Head of Corporate Secretary & Legal Agus Hariyadi meminta maaf atas kejadian genangan tersebut. Evaluasi dan invetigasi langsung dilakukan bersama kontraktor kemarin setelah kejadian. “Memang genangan ersebut menyebabkan pelayanan di Terminal 3 terganggu,” ucapnya.

Genangan air merebak di sejumlah titik di area kedatangan Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Genangan air terjadi ketika hujan lebat mengguyur kawasan bandara, Minggu sore sekitar pukul 16.00 WIB.

AP II bersama kontraktor pembangunan Terminal 3 tengah melakukan evaluasi dan investigasi untuk memastikan faktor penyebab timbulnya genangan air. “Selanjutnya dilakukan perbaikan sehingga peristiwa serupa tidak berulang di kemudian hari,” ujar Agus.

Agus meminta masyarakat memberikan perhatian dan masukan agar Terminal 3 dapat memberi pelayanan lebih baik. “Terkait hal tersebut, AP II memohon maaf kepada masyarakat khususnya penumpang pesawat dan pengunjung bandara atas ketidaknyamanan akibat genangan air,” ujar Agus.

PT Wijaya Karya Tbk (Wika) selaku pimpinan konsorsium Kawahapejaya Indonesia yang membangun terminal, membutuhkan waktu sepekan untuk memperbaiki sumber masalah munculnya semburan air.

Sekretaris Perusahaan Wika, Suradi, mengatakan, sumber masalah semburan air dari lantai terminal teridentifikasi. “Genangan air terjadi karena meluapnya buangan air di bak kontrol yang terbuka di bawah lantai plaza, akibat curah hujan yang tinggi,” kata Suradi.

Sodetan akan dibuat dari bak kontrol untuk dibuang ke sungai terdekat dari masing-masing bak kontrol. “Ditargetkan pekerjaan sodetan dan talang tambahan selesai dalam waktu satu minggu,” harapnya. (*/NDY)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here