YER Diberlakukan, 2.000 Kapal Yacht Masuk Indonesia

0
477
Wisatawan asing turun dari yacht di pelabuhan Benoa Bali (Foto: http://www.luxury-insider.com)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Sejak kemudahan pemilik kapal wisata asing atau yacht masuk perairan Indonesia, kini jumlah kapal yacht mengalami pelonjakan hingga 2000 kapal per tahun. Peningkatan ini didorong kemudahan dalam mengurus perizinan secara online yaitu Yacht Electronic Registration (YER).

“Sejak ada sistem pendaftaran online atau sistem satu pintu, setahun ada sekitar 2000 kapal Yacht di Indonesia. Padahal tahun sebelumnya, paling maksimal yang datang taksampai 1000 Kapal Yacht,” papar Asisten Deputi Jasa Kemaritiman, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman RI, Okto Irianto dalam keterangan tertulis yang diterima Bisniswisata.co.id, Ahad (19/02/2017).

Kesuksesan implementasi YER, sambung dia, akibat perizinan kapal yang dipermudah melalui Peraturan Presiden (Perpres) 105 Tahun 2015, mengenai kunjungan Kapal Yacht ke Indonesia. Sebelum ada Perpres, kapal yacht hendak masuk Indonesia alami kesulitan, seperti lamanya proses pengurusan perizinan hingga biaya membengkak.

“Dulu namanya bukan YER tetapi CAIT (Clearance Approval for Indonesian Territory). Untuk mendapatkan CAIT ini, mereka memerlukan waktu lama, karena harus proses di tiga instansi, yaitu Kemenhub, TNI dan Kemenlu, dan itu tidak ada kepastian sebenarnya berapa lama proses itu dibutuhkan, bisa sampai satu bulan,” tuturnya.

Lamanya proses CAIT menjadi komplain hampir sebagian besar pengguna kapal yacht ke Indonesia. Pasalnya, ketidakjelasan waktu itu berujung pada pengeluaran biaya yang juga tidak jelas. Ini menyebabkan, misalnya aturan biayanya hanya sekitar Rp150.000 – Rp200.000 per satu kapal, bisa membengkak hingga jutaan rupiah.

“Jadi kita sudah revisi aturan yang lama dari CAIT ke YER. Kalau kapal Yacht mau ke Indonesia, sekarang cukup melakukan registrasi secara online di https://yachters-indonesia.id/. Ini jauh lebih mudah karena hanya memerlukan waktu tidak sampai satu hari,” jelasnya.

Nanti setelah diproses, ada pemberitahuan terakhir kapal tersebut sudah diregistrasi. Selanjutnya pemilik kapal download dan print out bukti registrasi. “Nah itu menjadi pegangan dia selama di perjalanan. YER ini juga tidak ada biayanya, jadi keluhan jaman dulu sudah terjawab,” sambungnya.

YER juga mendapatkan tanggapan sangat baik dari pengguna jasa, sehingga ada agen Yacht di Asia Pasifik yang mengadakan biaya untuk mendatangkan kapal Yacht ke Indonesia itu berkurang 50%.

Selama ini para pemilik kapal yacht mendatangkan kapal secara keseluruhan bisa menghabiskan Rp10 juta. Sistem YER ini justru bisa memangkas biaya sampai 50%. Ini mendapatkan tanggapan yang luar biasa dan akhirnya turut diperhatikan pula dari komunitas Yachters di Asia Pasifik.

“Sebenarnya, selama ini mereka mau ke Indonesia tapi tak bersahabat dengan perizinan, akhirnya mereka ke Thailand dan Australia, nah sekarang mereka kepingin masuk ke Indonesia dan malah tinggal di sini,” lontarnya. (redaksibisniswisata@gmail.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here