WTM 2015, RI Sosialisasikan Bebas Visa Dan Promosi Wonderful Indonesia Via Virtual Reality

0
973
Menteri Pariwisata Arief Yahya ( kedua dari kiri) bersama Putri Pariwisata Indonesia dan Koresponden Kantor Berita Antara di London, Zeynita Gibbons (kedua dari kiri). (foto facebook Zeynita.G)

JAKARTA,test.test.bisniswisata.co.id: Indonesia sosialisasikan bebas visa bagi 90 negara dan Clearance Approval for Indonesia Territory (CAIT) di ajang World Travel Market 2015, di Gedung Excel, London, 2-5 November 2015 lalu untuk meningkatkan kunjungan wisman ke Indonesia.

“Kami memiliki rencana besar untuk industri pariwisata Indonesia. Selama tahun 2015 sektor pariwisata kami targetkan dapat mendatangkan 10 juta wisatawan mancanegara, dengan devisa lebih dari US $ 12 milyar. Dan kami menargetkan dua kali lipat jumlah pengunjung menjadi sebanyak 20 juta wisman pada tahun 2019,” kata Menteri Pariwisata Arief Yahya ketika menghadiri WTM, pekan lalu.

Untuk mempercepat pencapaian tersebut, Indonesia telah membebaskan persyaratan visa bagi 90 negara, termasuk negara Inggris. Juga, Indonesia baru-baru ini mengeluarkan Peraturan Presiden Nomor 105/2015 dalam rangka mendukung wisata bahari.

Indonesia tidak lagi menerapkan azas cabotage penuh bagi turis dari bidang pelayaran. Dengan penarikan Azas Cabotage ini, penumpang dapat naik dan turun dari kapal pada 5 (lima) pelabuhan di Indonesia, yaitu: pelabuhan Tanjung Priok, pelabuhan Tanjung Perak, pelabuhan Belawan, pelabuhan Makassar, dan pelabuhan Benoa Bali. Dengan demikian, diperkirakan bahwa kunjungan kapal pesiar ke Indonesia akan mencapai 5.000 kapal pesiar di tahun 2019, dan berkontribusi dalam perolehan devisa sebesar USD 500 juta.

Kementerian Pariwisata memberikan lebih banyak informasi tentang Indonesia kepada wisatawan dalam setiap kesempatan berpartisipasi pada even di luar negeri. Pada WTM salah satu yang menarik dalam Paviliun Indonesia adalah film 3D berjudul Oculus yang menampilkan keindahan dan kekayaan bawah laut Indonesia. Film ini menunjukan bahwa Indonesia dapat menjadi destinasi favorit yang akan memberikan banyak pengalaman menarik.

Slogan Wonderful Indonesia yang digunakan dalam promosi pariwisata bertujuan mengekspos keindahan alam negara Indonesia, seni yang unik dan kerajinan, musik, berbagai khazanah kuliner, destinasi perjalanan, dan yang paling penting ialah masyarakat yang beragam namun bersikap ramah.

Pada bulan Mei 2015, diumumkan oleh Forum Ekonomi Duia (WEF) untuk index Daya Saing bidang Perjalanan dan Pariwisata tahun 2015, Indonesia secara keseluruhan telah berhasil naik 20 anak tangga ke posisi 50 dari posisi sebelumnya di no. 70 dari 141 negara yang telah dievaluasi.

Menpar juga mengumunkan sejumlah penghargaan yang diraih Indonesia taitu dari ajang World Halal Travel Summit and Exhibition di Abu Dhabi. Destinasi Lombok di Nusa Tenggara Barat – yang tepat berada di samping pulau Bali – berhasil menggeser banyak destinasi lainnya di seluruh dunia.

Destinasi Lombok memenangkan dua penghargaan sekaligus yaitu untuk kategori Destinasi Wisata Halal Terbaik Dunia dan Destinasi Honeymoon Halal Terbaik Dunia. Bersamaan dengan destinasi Lombok, Sofyan Hotel Group Indonesia juga sukses memenangkan Penghargaan sebagai Hotel Terbaik Dunia yang Ramah Keluarga.

Selain berpartisipasi dalam WTM London 2015, untuk lebih meningkatkan perhatian kepada masyarakat di negara Inggris tentang Wonderful Indonesia, Kementerian Pariwisata telah melakukan investasi dengan menempatkan pesan tentang Wonderful Indonesia di 190 buah taksi di kota London.

Taxi Wonderful Indonesia di kota London ( foto: facebook Zeynita Gibbons)
Taxi Wonderful Indonesia di kota London ( foto: facebook Zeynita Gibbons)

Direktur Komunikasi Pemasaran Mancanegara Kementerian Pariwisata, Noviendi Makalam kepada Kantor Berita Antara , London, Jumat mengatakan Pengunjung Paviliun Indonesia dapat menikmati sensasi Wonderful Indonesia dengan menggunakan teknologi terbaru alat Virtual Reality (VR) Experience.

Promosi Wonderful Indonesia Virtual Reality Experience adalah campaign tourism destination Indonesia menggunakan teknologi virtual reality headset dan media kartu VR.. Teknologi media elektronik dan digital ini diharapkan dapat menyampaikan pesan subliminal brand Wonderful Indonesia ke kognisi penggunanya sehingga dapat meningkatkan nation branding.

“Wonderful Indonesia VR ini merupakan pin-point marketing yang memfokuskan pada retaining international visitors yang memiliki ketertarikan untuk mengunjungi destinasi lainnya, “ujarnya Noviendi

Dikatakannya untuk menjalankan campaign ini, kartu dibagikan gratis untuk pengunjung pavilion Indonesia di WTM London 2015. Selain melakukan promosi destinasi wisata, kartu ini dapat langsung memberikan point reward bagi pengguna kartu untuk melakukan perjalanan kembali ke Indonesia tentunya bekerjasama dengan airlines, hotel dan pemerintah daerah.

Wonderful Indonesia VR memberikan informasi mengenai tujuan wisata, bagaimana cara mencapai tujuan ke obyek pariwisata, penerbangan apa yang dapat digunakan sekaligus jadwal penerbangan dan informasi terhubung dengan biro perjalanan yang bersedia.

Aktivasi promosi dengan cara ini dapat dikembangkan untuk mendapatkan new visitors karena ada berbagai features menarik yang bisa dijelajahi saat mencoba Wonderful Indonesia VR. Hal Ini cara yang efektif untuk membawa sepenggal Indonesia dalam event seperti WTM London selain juga dapat digunakan untuk market research, yaitu dengan mempelajari feedback dari penggunanya.

Market Konten Wonderful Indonesia VR adalah berupa interactive 360 video tourism yang menunjukkan keindahan tujuan wisata, cultural activity seperti tari tradisional, upacara adat dan lain-lain. “Kalau market behaviour tidak bisa dipelajari dari market yang belum ada, maka menggunakan teknologi ini market behaviour atau tourist behaviour dapat dianalisa dari respon captive market yang dimiliki pengunjung pavilion Indonesia, sesusai dengan respon saat penggunaan VR headset,” kata Noviendi Makalam. (hildasabri@yahoo.com).

 

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.