Wouw, Orang Indonesia Wisata ke Luar Negeri Tembus 10,6 Juta

0
1241
Wisatawan Indonesia di Seoul Korsel (Foto: .idntimes.com/)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Wisatawan asal negara berkembang di Asia Pasifik yang berpergian ke mancanegara (outbound) diproyeksikan tumbuh 6% per tahun hingga 2021. Sementara jumlah wisatawan Indonesia ke luar negeri diperkirakan tembus 10,6 juta.

Laporan Mastercard bertajuk Future of Outbound Travel in Asia Pasifik 2016 to 2021, menyebutkan laju pertumbuhan wisatawan outbound dari negara berkembang di Asia Pasifik dalam 5 tahun ke depan bisa mencapai rata-rata 7,6% atau dua kali lebih cepat dibanding pertumbuhan wisatawan outbound dari negara-negara maju di regional yang sama sebesar 3,3%.

“Pertumbuhan kelas menengah mendorong peningkatan wisata outbound di Asia Pasifik, bersamaan tren munculnya turis millennial Asia dan wisatawan senior (lanjut usia), perkembangan teknologi dan infrastruktur,” papar Senior Vice President Asia Pasific, Mastercard Advisors, Eric Schneider dalam siaran pers yang diterima Bisniswisata.co.id, Selasa (14/02/2017).

Wisatawan Asia Pasifik akan terus memicu pertumbuhan pariwisata global di tahun-tahun mendatang, menyediakan beragam kesempatan bagi perusahaan untuk mendapatkan keuntungan melalui pengembangan produk dan solusi yang senantiasa diupayakan untuk meningkatkan keseluruhan pengalaman perjalanan mereka, lanjutnya.

China sebagai negara berkembang diprediksikan sebagai negara dengan wisatawan outbound terbesar pada 2021 dengan 103,4 juta kunjungan atau 40% dari total keseluruhan wisatawan outbound di Asia Pasifik. Bahkan, menurut China Tourism Research Institute, wisatawan outbound China pada 2015 sudah mencapai 120 juta.

Masih menurut laporan Mastercard, India, Malaysia dan Indonesia juga masuk dalam 10 besar jumlah wisatawan outbound di Asia Pasifik pada 2021, yaitu masing-masing diproyeksikan sebanyak 21,5 juta, 14,2 juta, dan 10,6 juta.

Namun, untuk laju pertumbuhannya yang tercepat adalah Myanmar sebesar 10,6% per tahun dalam jangka 5 tahun ke depan, diikuti Vietnam (9,5%), Indonesia (8,6%), China (8,5%), dan India (8,2%).

Di negara-negara berkembang, pertumbuhan wisata outbound cenderung lebih tinggi dari pertumbuhan PDB riil di negara tersebut. Contohnya Myanmar (10,6% dibanding 7,7%), Vietnam (9,5% dibanding 6,2%), dan Indonesia (8,6% dibanding 5,7%).

Catatan Korea Tourism Organization (KTO), kunjungan wisatawan asal Indonesia ke Korea Selatan meningkat signifikan dengan tingkat pertumbuhan paling tinggi di wilayah Asia Tenggara, yaitu sebanyak 295.461 wisatawan atau naik 52,6% dibanding tahun 2015 sebanyak 193.590 wisatawan. Jumlah wisatawan Indonesia tersebut berada di posisi sembilan dari semua negara yang berkunjung ke Korea Selatan.

Melihat populasi Indonesia yang mencapai 250 juta orang dan pertumbuhan wisatawan outbound yang relatif tinggi, Direktur Korea Tourism Organization Jakarta, OH Hyonjae optimistis kunjungan wisatawan Indonesia ke Negeri Ginseng akan lebih besar lagi ke depannya.

“Dalam sepuluh tahun ke depan, diperkirakan Indonesia akan menjadi pasar yang besar bagi pariwisata Korea dan akan masuk ke posisi tiga atau empat bersama dengan Tiongkok (China), Jepang dan lainnya,” ungkapnya. (redaksibisniswisata@gmail.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.