Polda Metro Jaya Ungkap Pelaku Pemerasan Pada Wisatawan Taiwan

0
1328
Pemerasan

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Tragis, saat Indonesia bekerja keras mendongkrak kedatangan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman), ternyata ketika  wisman sudah berada di Indonesia malah diperas pejabat negara. Nasib apes itu dialami Yuan Ming Hsi, wisatawan asal Taiwan yang tengah berwisata di Jakarta.

Pemerasan itu dilakukan Muhammad Syahrudin, menjabat sebagai Kanim Kelas I Imigrasi Jakarta Pusat. Yuan Ming Hsi, dituduh selingkuh dan terlibat pencetakan uang palsu. juga dituduh tak memperpanjang visa kunjungan wisatawan. Karena ketakutan, turis Taiwan ini diperas totalnya mencapai Rp 10 miliar.

Usai memberikan semua permintaan pejabat Kantor Imigrasi, Yuan Ming Hsi melaporkan kasusnya ke Polda Metro Jaya. Hasil penyelidikan, Subdit Reserse Mobile (Resmob) Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya berhasil mencokok lima pelaku pemerasan terhadap Warga Negara Taiwan.

Keempat pelaku Yoga Nirwazi M (30), Novi Safira (36), Rizki Aberta (24), dan Seradji Sangadji (46) diringkus di Bank BCA Cibubur saat hendak mencairkan cek senilai Rp 8 milliar dan 1 pelaku lainnya, Muhammad Syafrudin diringkus di Kantor Imigrasi Jakarta Pusat. “Salah satu tersangkanya berperan sebagai perempuan, yang kemudian dituduh selingkuh dengan korbannya,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Muhammad Iqbal di Jakarta, Jumat (20/11/2015).

Dijelaskan, modus operandi para pelaku mengaku sebagai Anggota Polri dari Mabes Polri yang mengancam izin tinggal pelapor tidak diperpanjang. Selain itu, korban dituduh terlibat percetakan uang palsu dan selingkuh dengan perempuan yang merupakan pelaku berinisial NS.

“Kemudian para tersangka meminta uang kepada pelapor sebesar 10 milyar rupiah. Selain menangkap lima orang tersangka, kami masih memburu lima orang lainnya yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO),” paparnya.

Penangkapan ini berdasarkan Laporan Polisi dengan nomor LP/1259/XI/2015/Bareskrim, tanggal 2 November 2015. Atas nama pelapor Yuan Ming Hsi (WNA Taiwan). Waktu dan tempat kejadian pada bulan Oktober 2015 di Jakarta. Tersangka diduga melakukan tindak pidana pemerasan sebagaimana dimaksud dalam pasal 368 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara. (endy)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.