Wisatawan Pengguna Kapal Wisata di Ancol Merosot

0
2062

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Wisatawan pengguna kapal wisata Ancol mengalami penurunan tajam hingga 70 persen sejak akhir Desember tahun lalu. Biasanya, setiap nakhoda, mampu membawa 100-150 penumpang untuk berwisata, setiap akhir pekan, namun akibat cuaca buruk maksimal hanya 50 penumpang yang berwisata ke sejumlah destinasi seperti Pulau Tidung atau Pulau Pari.

“Cuaca sering tidak mendukung pelayaran, wisatawan pun jadi takut. Akhirnya ya sepi seperti ini, pemasukan turun,” kata salah seorang nahkoda Doni Drupanggang di Jakarta, Sabtu (17/1/2015).

Menurut dia, akibat cuaca buruk dan ombak yang tinggi banyak wisatawan yang takut berlayar dengan kapal wisata dan membatalkan agendanya. “Pas minggu pertama bulan ini, ombak pas tinggi-tingginya. Sampai kapal yang di Muara Angke juga tidak berani melaut,” kata Doni.

Ia menjelaskan, sebenarnya kondisi perairan dengan ombak yang tinggi hanya terjadi saat pagi dan akan membaik ketika siang hari, sehingga wisatawan seharusnya tidak perlu khawatir. “Kalau pagi terpengaruh angin barat laut, jadi ombaknya tinggi. Tapi kalau sudah jam 12 siang membaik, aman untuk berlayar,” katanya.

Sebelumnya Badan Meterologi, Klimatologi, dan Geofisika telah mengingatkan terjadinya potensi gelombang tinggi dan memperingatkan nelayan agar tidak melaut terlalu jauh dari lepas pantai.

“Saat ini kecepatan angin sekitar 10 hingga 35 knot, sehingga berpotensi menyebabkan gelombang besar,” kata Kepala Sub Bidang Cuaca Ekstrem BMKG Muhammad Fadli. ****

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.