Wisatawan Kunjungi Gunung Bromo Dibatasi

0
431
Gunung Bromo Keluarkan asap merah (foto: http://eastjavaholiday.com)

PROBOLINGGO, test.test.bisniswisata.co.id: Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) membatasi jarak kunjungan wisata Gunung Bromo yang memiliki ketinggian 2.329 meter dari permukaan laut seiring dengan statusnya yang meningkat dari waspada menjadi siaga.

Dengan perubahan status dari waspada menjadi siaga, kunjungan ke Gunung Bromo dibatasi.”Sesuai rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), kegiatan kunjungan wisata TNBTS di sekitar Gunung Bromo hanya diperbolehkan sampai radius 2,5 kilometer dari kawah aktif Bromo,” kata Kepala Subbagian Data Evaluasi Pelaporan dan Humas TNBTS Antong Hartadi di Probolinggo, Sabtu (01/10/2016).

PVMBG menaikkan status Gunung Bromo yang berada di perbatasan Kabupaten Probolinggo, Pasuruan, Malang, dan Lumajang dari waspada (Level II) menjadi siaga (Level III) terhitung sejak 26 September 2016 pukul 06.00 WIB.
“Pihak Balai Besar TNBTS menutup seluruh kawasan kaldera lautan pasir Gunung Bromo untuk semua aktivitas, namun wisatawan masih diperbolehkan berkunjung di sejumlah titik yang ditentukan,” tuturnya.

Menurutnya, batas wisatawan yang masuk dari Kabupaten Probolinggo dibatasi hanya sampai Cemorolawang, sedangkan wisatawan dari Wonokitri Kabupaten Pasuruan dibatasi hanya sampai Penanjakan saja.

“Untuk wisatawan yang masuk dari arah Malang dan Lumajang diperbolehkan hanya sampai batas Jemplang karena batas tersebut merupakan jarak aman sesuai dengan rekomendasi PVMBG yakni radius 2,5 kilometer,” katanya seperti dikutip Antaranews.

Pembatasan ini, lanjut dia, sudah menyampaikan pengumuman batas kunjungan wisatawan Gunung Bromo tersebut kepada sejumlah pihak dan sudah mengumumkan melalui situs resmi TNBTS, agar diketahui masyarakat luas.

“Pembatasan jarak kunjungan wisata Gunung Bromo itu berlaku sejak 27 September 2016 hingga batas waktu yang tidak ditentukan dan sudah ada rambu-rambu larangan untuk masuk kaldera. Kami terus memantau dan berkoordinasi dengan PVMBG terkait dengan aktivis Gunung Bromo tersebut,” ujarnya.

Meskipun Gunung Bromo berstatus siaga, pengunjung tetap bisa berwisata untuk melihat eksotisme erupsi Gunung Bromo di kawasan Pananjakan-Pasuruan, Cemorolawang-Probolinggo dan Argosari-Lumajang dengan tetap mematuhi rekomendasi PVMBG.

Data TNBTS mencatat total kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara di Gunung Bromo dan Semeru selama Januari-Agustus 2016 sebanyak 184.109 orang dengan rincian sebanyak 168.448 wisatawan domestik dan 15.661 wisatawan mancanegara.

BPBD Probolinggo bersama sejumlah instansi terkait menyiagakan posko terpadu di Cemaralawang yang berada di dekat pintu masuk kaldera lautan pasir Gunung Bromo. (*/A)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.