Wisatawan India Ke Pulau Dewata Kian Menggembirakan

0
599
Tarian Kecak di Bali dipadati turis asing

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Periode Januari – Mei 2016, Wisatawan India yang berkunjung ke Bali, kian menggembirakan mencapai 74.151 orang. Jumlah ini meningkat 61,79 persen dibanding periode yang sama tahun 2015 yang tercatat 45.832 orang.

“Sangat mungkin turis asal India semakin banyak datang melakukan perjalanan wisata ke Pulau Dewata, berkat adanya persamaan budaya yang berlandaskan agama Hindu yang asalnya dari negeri India,” kata Praktisi Pariwisata Bali Made Sudana di Denpasar, Selasa (12/07/2016).

Made Sudana melanjutkan setiap anggota masyarakat berkeinginan mengetahui sesuatu yang ada kesamaan budaya dan agama. Bahkan, semakin mesranya hubungan pemerintah Indonesia, terutama Bali dengan Pemerintah India, salah satu penyebab bertambah ramainya wisatawan asing asal negeri Ramayana itu berkunjung ke Pulau Dewata.

Sesuai catatan Dinas Pariwisata setempat kondisi itu menjadikan India naik peringkat dari sepuluh besar menjadi enam besar negara pemasok turis ke Pulau Dewata. Andil India dalam memasok wisatawan asing ke Bali memiliki peranan yang terus bertambah mendekati angka empat persen dari seluruh turis asing periode lima bulan awal 2016 sebanyak 1.865.773 orang atau naik 19,93 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat 1.555.747 orang.

Sementara persentase kenaikan kunjungan turis asing asal Inggris ada di peringkat kedua setelah India yakni sebanyak 48,63 persen dari sebanyak 54.112 oranag menjadi 80.550 orang selama periode Januari-Mei 2016, menyusul pelancong asal China naik 37,35 persen dari 281.102 orang menjadi 386.096 orang.

Dijelaskan, hubungan baik yang ditindaklanjuti dengan kerja sama kebudayaan antara Bali dan India, diharapkan akan menambah gairah bagi rakyat yang berpenghasilan tinggi di India mau melakukan perjalanan wisata ke Pulau Dewata.

Munculnya pusat-pusat kebudayaan India dengan praktik Yoga serta mendatangkan pelatih dari negeri seberang itu, otomatis akan mampu memberikan informasi tentang perkembangaan budaya Bali setelah mereka kembali ke India. “Masyarakat Bali, juga semakin banyak melakukan perjalanan wisata dengan tujuan utama ke Sungai Gangga di India, di samping ke pusat persembahyangan,” ucapnya seperti dikutip laman Antara.

Ini akan terjadi komunikasi diantara kedua masyarakat yang menganut paham Hindu. “Kondisi inilah salah satu faktor para tokoh spiritual asal India yang tentu banyak pengikutnya datang melakukan perjalanan suci ke Pulau Dewata, salah satu daerah pusat Hindu di Indonesia. Adanya rasa kedekatan mereka juga menjadi merasa aman dan nyaman selama di Bali,” sambungnya. (*/ANO)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.