Wisatawan Diminta Waspada, Virus Zika Menerjang Little River Miami

0
474

MIAMI, test.test.bisniswisata.co.id: Pejabat kesehatan mengungkapkan virus zika saat ini sudah menyebar di lingkungan ketiga Miami. Lingkungan ketiga yang dikenal sebagai Little River ini telah dikonfirmasi sebagai daerah transmisi zika.

Para pejabat kesehatan menemukan ada transmisi aktif di area tersebut setelah mengonfirmasi lima kasus non-travel. Mengutip CNN, ada dua perempuan dan tiga pria yang terinfeksi entah karena tinggal di lingkungan tersebut, bekerja di sana, atau berkunjung ke daerah tersebut.

“Kasus di Florida adalah kasus kecil dan tak diperhitungkan sebagai penyebaran luas. Diminta wisatawan asing yang tengah berwisata di Miami diminta waspada dan hati-hati,” menurut Departemen Kesehatan.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) sudah menyarankan perempuan hamil dan orang yang berencana untuk hamil agar menghindari daerah-daerah yang berpotensi terserang zika. Tak dimungkiri zika menimbulkan ancaman khusus untuk perempuan hamil karena bisa berkaitan dengan gangguan saraf pada anak-anak yang belum lahir.

Pada bulan Juli lalu, pejabat kesehatan mengonfirmasi bahwa transmisi zika lokal pertama terjadi di Florida. Sedangkan di bulan Agustus, Wynwood, lingkungan kecil di pusat kota Miami menjadi tempat pertama yang dikonfirmasi memiliki transmisi virus lokal.

CDC melakukan serangkaian pencegahan, salah satunya dengan memberi peringatan pada ibu hamil agar menghindari Wynwood. Peringatan tersebut beredar setelah mereka melakukan pengendalian nyamuk besar-besaran.

Thailand

Sementara Kementerian Kesehatan Thailand mencatat sekitar 200 kasus Zika sejak Januari 2016 dan membuat negara tersebut menjadi salah satu negara dengan kasus Zika tertinggi di kawasan Asia Tenggara. Pengumuman pada Selasa (13/9) tersebut datang sehari setelah para ahli kesehatan meminta Thailand lebih transparan melaporkan kasus Zika kepada publik.

Tuntutan ini datang setelah para pejabat setempat menyembunyikan peningkatan kenaikan kasus infeksi virus yang muncul sejak 1947 tersebut.

Para pejabat kesehatan Negeri Gajah Putih mengungkapkan, bila mereka membeberkan kasus Zika maka khawatir industri pariwisata negeri tersebut akan terpukul. “Sejak Januari, kami telah mencatat sekitar 200 kasus dan selama tiga pekan terakhir, kami telah mengonfirmasi rata-rata 20 kasus baru setiap pekan,” kata juru bicara Menteri Kesehatan Thailand Suwannachai Wattanayingcharoenchai, dilansir Reuters.

“Jumlah kasus stabil,” katanya tanpa memberikan keterangan lebih lanjut.

Singapura melaporkan kasus infeksi Zika menjangkiti pasien lokal pertama kali pada 27 Agustus 2016 lalu dan sejak saat itu, jumlah infeksi yang dilaporkan melonjak hingga lebih dari 300 kasus.

Malaysia dan Filipina juga melaporkan kasus infeksi yang disebarkan oleh gigitan nyamuk Aedes tersebut. Virus Zika yang membuat kehebohan di Amerika Latin dan Karibia sepanjang tahun terakhir, telah merundung di Asia sejak bertahun-tahun sebelumnya.

Menurut para ahli, virus yang beredar di Asia berbeda dengan yang ada di Amerika. Menurut Badan Kesehatan Dunia atau WHO, tingkat kekebalan masyarakat terhadap Zika masih belum diketahui.

Infeksi Zika pada ibu hamil telah menyebabkan kasus mikrosefali atau ukuran bayi kepala mengecil—tidak normal—akibat terhambatnya perkembangan otak. Kasus hubungan antara Zika dan mikrosefali muncul tahun lalu di Brazil ketika sebanyak lebih dari 1.800 bayi dengan mikrosefali lahir di Negeri Samba. (end)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.