Wisatawan Australia Kencingi Pura & Keroyok Warga

0
811
Pura Ulun Danu yang dijaga kelestariannya

DENPASAR, test.test.bisniswisata.co.id: Tidak selamanya turis mancanegara berwisata ke Bali, berlaku santun. Buktinya, dua orang wisatawan asal Australia, Timothy O’Hehir (26) dan Scott OHehir (22) yang bertindak brutal. Selain mengencingi areal pura keluarga milik I Wayan Mudipa (35), juga mengeroyoknya hingga babak belur.

Peristiwa ini terjadi Jumat (19/12) malam sekitar pukul 20.50 WITA di Toko Apakabar, Jalan Batubolong No. 74, Desa Canggu, Kecamatan Kuta Utara, Badung. Malam tu, Toko milik Mudipa didatangi dua turis dalam keadaan mabuk berat. Mereka membawa botol bir.

Tak jelas apa yang diucapkan, tiba-tiba seorang turis keluar toko menuju pura keluarga yang ada di depan toko. Kemudian mengencingi. Mudipa menegur dan memarahinya. Bukannya minta maaf, malah memaki-maki Mudipa. Wisatawan yang masih di dalam toko juga melakukan perbuatan serupa, mengincing toko sambil tertawa-tawa.

Saat korban akan beranjak ke dalam toko. Tiba-tiba turis yang kencing di Pura langsung menyerang dan memukul kepala Mudipa dengan botol bir. Saat berusaha melakukan perlawanan, pelaku yang ada di dalam toko ikut menyerang korban hingga tersungkur.

Beruntungnya, saat itu sejumlah warga dan security tetangga korban langsung mengamankan pelaku. Namun salah seorang warga sempat terkena pukulan dari pelaku. “Bule yang pegang bir berhasil kami diamankan dan diserahkan oleh warga ke Polsek. Temannya yang kencing di toko berhasil kabur dari serangan warga setempat,” Kata Kapolsaek Kuta Utara, Kompol Ronny Erippang setelah menerimpa laporan Mudipa, SabtU (20/12/2014).

Pelaku yang berhasil diamankan, Timothy O’Hehir (26) asal Australia dan menginap di Villa Echoland, Canggu Kuta. Dari keterangan pelaku, diketahui Pelaku lainnya yang kabur bernama Scott O’Hehir (22) juga dari Australia dan tinggal satu villa dengan pelaku satu.

“Saat ini keduanya pelaku asal Australia sudah kita amankan dan dimintai keterangannya. Kedua pelaku berupaya untuk damai tapi dari pihak korban menolak. Kedua turis ini kita kenakan pasal 170 penganiayaan secara bersama (pengeroyokan),” Ucap Kapolsek Erippang, seperti dilansir laman Merdeka.com, Senin (22/12/2014).

Kedua pelaku minta penangguhan dan permohonan maaf. Keduanya mengaku bahwa apa yang dilakukan di luar kesadarannya karena sedang mabuk berat. “Kita tetap proses secara hukum, tidak ada damai. Karena dari pihak korban juga tidak mau damai. Pasal yang kita kenakan tetap pasal 170 melakukan penganiayaan secara bersama-sama,” terang Ronny menyudahi.

I Wayan Mudipa menyerahkan masalah ini kepada hukum. Tidak ada istilah kata damai. “Kenapa baru menyesal setelah melakukan, saya harap hukum juga tegas menindak pelaku,” kata Mudipa.

“Turis datang ke Bali tidak hanya sekadar mengeluarkan dolar, tetapi dia harus bisa menjaga dan menghormati umat di Bali. Tidak hanya pada turis, tetapi kepada siapa saja yang menghina agama, hukumnya sudah jelas, kalau tidak diusir maka kita warga yang mengusir paksa,” katanya. ****

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.