Wisatawan Asing Tertarik Nikmati Nyepi

0
446
Wisatawan asing saksikan pawai Ogoh-ogoh di Bali

DENPASAR, Bisniswisata.co.id: HARI suci Nyepi yang identik dengan keheningan dan nyaris tanpa aktivitas di Bali, ternyata tidak mengurungkan niat wisatawan asing maupun nusantara untuk datang ke Bali. Malah momen Nyepi dipandang sebagai daya tarik tersendiri karena dinilai unik.

“Rombongan wisatawan Tiongkok tetap tertarik untuk berlibur di Bali, walau bertepatan hari Nyepi. Mereka malah tetap tertarik untuk datang berlibur ke Bali walau (pada liburannya) ada hari Nyepi,” ujar Director of Sales Hotel Hilton Bianca Rosetta di Denpasar, Ahad (26/03/2017).

Respons itu langsung diterima sebelum melakukan pemesanan kamar hotel saat menyosialisasikan hari Nyepi lewat agen perjalanan wisata yang menangani wisatawan Tiongkok.

Kata Bianca, pada saat Nyepi, manajemen hotelnya siap menerapkan pedoman pelaksanaan Nyepi yakni tidak ada aktivitas hiburan. Bahkan sebagian besar lampu-lampu pun akan dimatikan, kecuali di kamar yang ditutupi korden khusus sehingga tidak sampai cahayanya memancar keluar kamar.

Selama Nyepi, manajemen hotel tetap memberikan layanan makan siang dan makan malam. Diakui meski okupansi hotel yang berlokasi di area bandara Ngurah Rai ini tetap tinggi yakni di kisaran 70% dengan 50%nya adalah wisatawan asal Tiongkok.

Sementara itu, hotel Bintang Kuta di Jalan Kartika Plaza juga tidak membuat paket Nyepi sebagaimana diatur dalam pedoman Hari Nyepi yang dikeluarkan Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Bali.

Menurut Dwi Wasiathi, Sales Executive Hotel Bintang Kuta, kegiatan bagi wisatawan pada siang hari Nyepi hanya sebatas main tenis meja dan kegiatan di kolam renang. Selain itu juga pelayanan makan siang dan makan malam serta ada pemutaran film-film yang langsung ke kamar hotel. ”Jadi kami tak ada paket Nyepi,” kata Dwi Wasiathi, seperti diunduh laman MediaIndonesia.com.

Dwi mengakui okupansi kamar hotelnya saat nyepi turun 50% dari 80% sebelum Nyepi. ”Mulai (hari) Minggu sampai tiga hari ke depan turun 50%,” ucap Dwi Wasiathi. (*/MIO)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.