Wisata Seks Kawasan ASEAN Kian Memprihatinkan

0
959

MANILA, test.test.bisniswisata.co.id: Leilane (bukan nama sebenarnya), kini berusia 18 tahun. Dia memimpikan berkarier sebagai seorang pramugari. Namun, dua tahun lalu, remaja itu harus menghapus mimpinya. Tidak hanya itu, dia pun harus menjauhi teman-teman dekatnya dan meninggalkan kehidupan normal.

Di samping sekolah, Leilane harus bekerja dengan upah minim. Dia harus tinggal di sebuah bar. Demikian laporan yang ditulis laman Deusth Welle.

Saat menginjak usia 14 tahun, dia telah dipaksa bekerja sebagai ‘entertainer’ di Olongapo, sebuah kota yang berada di selatan Manila, Ibu Kota Filipina.

Sebagai negara tujuan wisata, para turis mancanegara dari Amerika Serikat (AS), Australia, Jepang, Korea, dan negara Eropa lainnya secara rutin mengunjungi bar-bar yang bertebaran di sejumlah kota di Filipina. Biasanya para turis itu mencari hiburan seks dari gadis-gadis di bawah umur.

Leilane tidak ingin mengenang dan berkisah tentang masa lalu. Dia lebih suka fokus pada masa depanya. Kini, dia telah bisa mengatasi penghinaan dan pelecehan yang dialaminya selama bekerja di bar itu.

Leilena termasuk gadis yang beruntung. Remaja Filipina itu telah diselamatkan oleh lembaga sosial, Preda (People’s Recovery Empowerment Development Assistance) yang bekerja dengan aparat penegak hukum.

Kini, dia telah lepas dari jeratan pemilik bar yang berwarga negara Amerika Serikat (AS) dan ‘Mama-San’, seorang muncikari. Mama-San yang menjadikan Leilane sebagai ‘komoditas’ untuk pengunjung bar telah ditahan. Beberapa hari ke depan, Mama-san akan diadili di Kota Olongapo, Filipina.

Pertanyaan, ke mana pemilik bar asal ‘Negeri Paman Sam’ itu? Ternyata pemilik bar melenggang tidak ditangkap dan juga tidak diajukan ke pengadilan.

“Para pemilik bar di Filipina biasa menyuap polisi dan tidak akan ada tindakan yang diambil,” kata Romo Shay Cullen yang telah mendirikan Preda lebih dari 40 tahun.

Di Filipina, sebagaimana di Thailand, Indonesia, dan Malaysia, banyak anak dan remaja yang terlibat prostitusi. Malah kondisinya sangat memprihikan. Pariwisata yang menawarkan seks telah berkembang pesat di kota-kota Filipina, juga kawasan ASEAN lainnya. Bahkan, bisnis prostitusi menjadi bisnis yang menggiurkan bagi kelompok kriminal.

Lembaga Perserikatan Bangsa-Bangsa, UNICEF, melaporkan sekitar 800 ribu orang terlibat prostitusi di kawasan Asia Tenggara. Sekitar 100 ribu ialah anak-anak yang dipaksa menjadi bagian perdagangan seks setiap tahunnya. (redaksibisniswisata@gmail.com)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.