Wisata Pulang Kampung Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW di ‘Negri Saibatin’

0
652

Dewi Nurani , ketua penyelenggara Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ( tengah) bersama penyanyi religi Liv Vhiena dan ustajah Ratna Sari Patsi. ( foto: HAS)

KRUI, Lampung, bisniswisata.co.id :

Apabila aku berfikir betapa susah hidupku,Aku teringat pada Baginda Rasullulah Muhamnad SAW, yang menempuh segala kepayahan hidup demi nikmat Iman dan Islam pada umat yang dicintainya.

Dan itu bagaikan pelecut yang menguatkan aku.

Dewi Nurani membacakan puisinya dengan suara serak dan airmata yang meluncur deras dipipinya. Suaranya kemudian menggelegar pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1438 H di lapangan Merdeka, Labuhanjukung, kota Krui, ibukota Kabupaten Pesisir Barat ( Pesibar), Lampung.

Kalimat-kalimat yang diucapkannya membawa hadirin pada masa-masa perjuangan Rasulluloh Muhammad SAW sekaligus menjadikan cambuk yang memotivasi jiwa kita untuk menteladani gaya hidup dan ajaran yang dibawanya di muka bumi.

Alunanan shalawat Badar, Ya Nabi Salam, serta alunan Asmaul Husna oleh grup marawis Lamban Rhamdo dipandu ustajah Ratna Sari Patsi membawa sekitar 1500 an undangan yang hadir hanyut dalam suasana yang kental pada muhasabah diri.

Kehadiran penyanyi religi Liv Vhiena dari Jakarta membawakan lagu Cahaya Hati ciptaan Opieck menambah totalitas peserta untuk menyimak acara demi acara hingga puncaknya adalah kehadiran Ustadz Najjamuddin Siddiq dari Jakarta juga membahas Al-Quran & Sunnah Sebagai Pedoman Hidup.

Semua itu seolah mengajak hadirin melakukan Muhasabah, melakukan instropeksi diri berarti introspeksi akan dirinya sendiri, menghitung diri dengan amal yang telah dilakukan dari masa-masa yang telah lalu.

Manusia yang beruntung adalah manusia yang tahu akan dirinya sendiri dan selalu mempersiapkan dirinya untuk kehidupan kelak yang abadi di yaumul akhir di akhirat yang pasti adanya.

Sebab dengan melaksanakan muhasabah, seorang hamba akan selalu menggunakan setiap waktu dari detik, menit, jam dan harinya serta keseluruhan jatah umur kehidupannya di dunia dengan sebaik-baiknya demi meraih keridhoan Allah Ta’ala.

Undangan yang hadir baik dari kalangan pemerintahan, kelompok majelis taklim, para pengusaha dan masyarakat luas bersatu dalam tenda besar berpayung dari teriknya matahari di kawasan pantai Labuhanjukung itu.

Ustadz Najjamuddin Siddiq bahas Al quran sebagai pedoman hidup ( foto: HAS)
Ustadz Najjamuddin Siddiq bahas Al quran sebagai pedoman hidup ( foto: HAS)

Bupati Kabupaten Pesisir Barat ( Pesibar) Lampung yang hadir bersama Wakil Bupati Erlina serta seluruh perangkat jajarannya mengatakan negara menempatkan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan mulia di Istana Negara atau di Mesjid Istiqlal yang megah.

Namun di Kabupaten Pesisir Barat yang belum genap setahun berdiri sendiri hasil pemekaran dari Kabupaten Lampung Barat baru dapat melaksanakannya di lapangan terbuka yang membuat undangan terkungkung hawa panas yang menyengat.

“Bersabar dulu ya karena nanti kami berencana punya kantor bupati, mesjid agung dan kantor DPRD dalam satu area. Insyaa Allah peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW bisa di dalam gedung ber AC, aamiin…,” ucapnya optimistis.

Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat menggelar tablig akbar di Lapangan Labuhanjukung, Kecamatan Pesisir Tengah, Selasa (13/12) ini bekerjasama dengan komunitas Keluarga Ram Unyini (KRUI) yang diprakarsai oleh komunitas pengusaha wanita asal Krui di Jakarta yang dikenal dengan nama Srikandi Krui.

Bupati Pesibar Lampung, Agus Istiqlal ( ketiga dari kiri) menghadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ( foto HAS)
Bupati Pesibar Lampung, Agus Istiqlal ( ketiga dari kiri) menghadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ( foto HAS)

Menurut Bupati, sebutan ini mengacu pada sejarah masa lampau di Bumi Pesisir Barat yang telah lama memiliki adat istiadat yang merupakan norma untuk mengatur tatanan serta perilaku kehidupan bermasyarakat. Pesisir Barat juga merupakan salah satu tempat yang dijadikan pusat penyebaran agama Islam pada pada masa lampau.

“Yang dibuktikan dengan banyaknya berbagai peninggalan dan kebesaran kerajaan Islam di sepanjang wilayah Kabupaten Pesisir Barat. Krui yang sejak dulu juga dikenal sebagai tujuan wisata surfing di Tanjung Setia akan menjadikan pariwisata sebagai motor penggerak ekonomi daerah,” tambahnya.

Pada kesempatan ini, Dewi Nurani sebagai ketua penyelenggara juga menyerahkan 1.000 Alquran kepada 25 masjid agar masyarakat dapat membuat gerakan pengajian minimal seminggu sekali di mesjid sambil melaksanakan sholat subuh dan sholat dhuha berjamaah agar negri para Saibatin yang artinya  satu batin atau juga artinya ningrat yang bisa melahirkan ulama-ulama terkemuka bisa terwujud.

Ustad Najjamuddin Siddiq yang keliling nusantara maupun dunia dalam berdakwah mengatakan bahwa Allah mengutus Rosululah Muhammad SAW untuk membawa agama yang hak dengan kitab sucinya Al Quran dan isinya tidak pernah berubah sejak abad ke 14 hingga sekarang.

“kitab suci umat Islam tidak pernah berubah sedangkan kitab dari agama lain berubah. Oleh karena itu bacalah Al quran, kaji dan baca arti dari surat dan ayat – ayat Al Quran karena Allah menurunkan Rosullullah dan Al Quran sebagai petunjuk agama yang benar,” kata Ustadz Najjamuddin Siddiq.

Dalam perjuangannya mengajarkan agana Islam, Nabi Muhammad SAW menderita lahir dan batin, sering dihina dan di caci maki namun semua itu dibalas dengan kebaikan karena Al Quran adalah petunjuk bagi semua umat manusia dan semua agama.

Membalas semua kejahatan dengan kebaikan sampai detik ini terus diterapkan umat Islam di Indonesia yang berkontribusi besar dalam menegakkan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Oleh karena itu kaji Al Quran agar bisa menteladaninya sebagai Pedoman Hidup, tegas Najjamuddin Siddiq.

Di hadapan undangan yang sebagian berasal dari Jakarta untuk pukang kampung memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Najjamuddin mengingatkan pula agar masyarakat selain menjadikan Al Quran sebagai pedoman hidup juga menjaga tali silaturahim dengan kekuarga di daerah asal seoerti Krui dengan potensi wisata yang beragam.

Acara yang berlangsung selama hampir empat jam berlangsung lancar dan penuh makna. Turut hadir dalam dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Pesisir Barat, Erlina, Ketua DPRD Piddinuri, Sekdakab Azhari, kepala satker, para camat, ketua FKUB, Ketua DPD muhammadiyah, Ketua NU Kabupaten Pesisir Barat dan anggota BKMT masing masing kecamatan. (Hilda Ansariah Sabri)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.