Wisata MICE di Medan Sulit Berkembang

0
1459

MEDAN, test.test.bisniswisata.co.id: Wisata MICE (meeting, incentive, convention, dan exhibition) di Medan sulit berkembang. Penyebabnya, kurangnya daya cipta yang melahirkan event berskala internasional dan belum adanya rencana strategis pengembangan MICE oleh pemerintah provinsi Sumatera Utara,

“Juga kurangnya kenyamanan dan keamanan merupakan beberapa faktor penyebab sulitnya industri MICE berkembang di Sumatra Utara,” papar Syahputra Edi Sitepu, pengelola program D4 MICE Politeknik Negeri Medan pada diskusi Peningkatan Wisatawan Nusantara MICE di Medan, kemarin.

Selama ini, sambung dia, kegiatan MICE masih mengandalkan bujet APBD dan SDM yang ada terbatas. Dicontohkan, APBD Dinas Pariwisata Sumut sebesar Rp 32 miliar pada 2016. Di dalamnya, tidak satupun tentang pengembangan MICE. Padahal, Sumut punya kekuatan, yakni termasuk 10 besar destinasi MICE di Indonesia dan letaknya strategis.

Tandeanus Sukardi, pelaku industri MICE menambahkan ada beberapa penyebab kurang berhasilnya Festival Danau Toba, yakni pendeknya waktu promosi ke internasional, tidak jelasnya nilai tambah produk yang ditawarkan kepada wisatawan, waktu acara cuma sepekan, bukan sebulan,

Bahkan kapasitas kamar tidak memadai, dan tidak jelasnya target kegiatan apakah untuk warga setempat atau turis. “Untuk meningkatkan kunjungan wisatawan, pengambil kebijakan harus segera buat sesuatu yang baru taking the baby steps,” ujarnya.

Konsep baby steps itu, jelas Tandeanus, dimulai dari hal-hal kecil dengan dampak maksimum yang mengarah pada reputasi positif. Misalnya, pemda dan industri pariwisata mengidentifikasi kegiatan MICE dan pameran.

“Buat wisatawan asing maupun Nusantara nyaman. Karena kenyamanan, infrastruktur, koneksi penerbangan, dan citra Sumut dalam skala 1-10 berada pada nilai 4,” ujarnya. (*/m)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.