Wisata Kampung Lawas Surabaya Ditawarkan Wisatawan

0
1193
Kampung Lawas Surabaya

SURABAYA, test.test.bisniswisata.co.id: PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III Persero, mempromosikan sekaligus menawarkan wisatawan untuk datang ke destinasi “Wisata Kampung Lawas Maspati” di wilayah Bubutan, Surabaya yang baru saja diluncurkan oleh Wali Kota Terpilih Surabaya Tri Rismaharini, Minggu (24/01/2016).

Direktur SDM dan Umum Pelindo III, Toto Heli Yanto, mengatakan, promosi yang dilakukan perusahaanya, yakni selalu menginformasikan kepada para turis kapal pesiar (cruise) internasional yang sandar di terminal penumpang Gapura Surya Nusantara, Pelabuhan Tanjung Perak agar singgah ke Kampung Lawas Maspati.

“Pelindo III selalu aktif mempromosikan kampung ini ke para turis kapal pesiar internasional, dan kebanyakan turis yang umumnya lanjut usia cenderung menyukai berkunjung ke lokasi bersejarah di Indonesia yang dinilai eksotik dan bertautan dengan sejarah mereka,” kata Toto seperti diunduh laman Antara, Senin (25/01/2016)

Toto mengatakan, tujuan Pelindo III turut mempromosikan keberadaan Wisata Kampung Lawas Maspati, karena keberadaan kampung itu mampu memupuk kemandirian perekonomian warga kampung. Selain itu, juga karena Pelindo III turun tangan langsung mendukung warga melalui Program Bina Lingkungan dan Kemitraannya (PKBL) atau dana tanggung jawab perusahaan.

“Awalnya, dulu kami membantu mendirikan bangunan serba guna di lokasi itu, dengan harapan dapat menjadi tempat bagi warga untuk melakukan berbagai kegiatan, termasuk berdiskusi memajukan kampungnya. Kini, harapan itu terwujud dengan
diresmikannya kampung wisata,” kata Toto yang hadir dalam peluncuran itu.

Toto mengatakan Pelindo III juga siap memberikan suntikan modal kembali untuk pengembangan usaha rumahan warga Kampung Maspati yang memiliki sejumlah produk unggulan, seperti sirup buah markisa, minuman tradisional cincau dan aneka produk kerajinan tangan berupa hiasan, souvenir, hingga pakaian.

“Kami harap dana yang didapat warga dari pengelolaan wisata dapat disisihkan untuk modal usaha, dan kami melalui Program Kemitraan akan memberikan pinjaman lunak untuk mendukung permodalan agar semakin berkembang, sehingga warga semakin mandiri dan Kampung Maspati tetap lestari,” katanya.

Ketua RW VIII Maspati, Sabar mengatakan dengan diresmikannya Kampung Lawas Maspati sebagai kampung wisata, menjadi tonggak kebangkitan “wong kampung” (warga kampung) untuk terus aktif berkreasi dan bertahan di era globalisasi,
dengan tidak kehilangan identitasnya sebagai orang kampung Surabaya asli atau arek Suroboyo.

“Dengan diluncurkannya kampung wisata dalam kegiatan Festival Kampung Lawas akan mengundang masyarakat untuk berkunjung ke kampung cagar budaya yang terletak tidak jauh dari Tugu Pahlawan ini,” ucap Sabar yang juga pegiat pariwisata itu.

Ia mengatakan, keberadaan lorong-lorong Kampung Maspati sejak dari dahulu sudah menjadi saksi sejarah panjang Kota
Surabaya, ditambah ada banyak tempat bersejarah mulai dari rumah yang dulunya sekolah desa pada masa pendudukan Belanda yang disebut Sekolah “Ongko Loro” (angka dua).

Selain itu, ada bangunan bekas pabrik roti milik Haji Iskak yang juga pernah menjadi dapur umum kala pertempuran
bersejarah, 10 November 1945.

Bangunan tersebut, kata Sabar, ada sejak tahun 1958, dan kini beralih fungsi menjadi Losmen ‘Asri’ dengan arsitektur
antiknya.

“Dan masih banyak bangunan peninggalan kolonial lain dengan langgam arsitektur khas Indis hingga ekletis (campuran) di sana. Oleh karena itu mari mampir ke Kampung Maspati, merasakan berada di Surabaya tempo dulu,” kata Sabar, berpromosi. (*/a)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.