Wisata jamur NINIKUS, wisata kebun yang memperkaya pengetahuan

0
4805
Petik jamur di kebun jamur NINIKUS, Gadog, jawa Barat

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Tepat jam delapan pagi mobil yang kami tumpangi keluar dari Cilandak Town Square ( Citos) dan  meluncur kea rah jalan  tol TB Simatupang. Di dalam mobil selain para ibu juga ada Brian dan Justin , murid sebuah sekolah internasional di Jakarta yang ikut dalam wisata jamur ke kebun jamur tiram Nini Kus di Kecamatan  Megamendung,  Gadog, Ciawi, Jawa Barat.

“Ini usaha keluarga karena itu selain kakak sulung yang diserahi mengelola kebun dan memberikan jasa konsultasi penanaman jamur tiram, anak-anak Nini Kus, begitu mama kami biasa dipanggil, ikut menjadi tenaga pemasaran,” kata Lia Kusumawardhany, COO PT  PT  Missi Idea Selaras yang memberikan pelayanan terintegrasi di bawah bendera Red Box.

Mengobrol  sekitar satu jam dalam perjalanan , mobil keluar dari pintu tol Ciawi, Bogor lalu melanjutkan ke arah jalan alternatif Puncak-Bogor. Lima belas menit kemudian mobil berbelok, melewati lokasi markas Jeep Station Indonesia, Disaster Center & Off-road Park (JSIDCO).

Tepat dibelakang ‘taman off-road’ seluas kurang lebih 10 hektar yang menjadi beberapa macam jenis trek off-road seperti kubangan air, lumpur, pasir, alur air, dan batu, berdirilah kebun jamur NINIKUS. Lokasi ini tepatnya di kampung Ledeng, Gadog, Mega Mendung dan sebuah villa bernama Lianaeka berlapis dinding anyaman bambu berdiri di tengah-tengah lahan seluas 3000 meter dan diapit oleh kubung, rumah bambu tempat pembibitan jamur tiram.

Memasuki garasi pemandangan terfokus pada tanaman merambat dengan bunga berwarna kuning menjuntai ke bawah yang indah dari langit-langit atap garasi . Saya kerap melihatnya menjadi pemanis ruangan di lobby hotel bintang-bintang mewah. Menapaki jalan menuju villa, di sisi kanan nampak para pekerja sedang membersihkan jamur tiram yang baru saja di petik di depan sebuah kubung.

Brian dan Justin langsung terpesona melihat bongkahan jamur berwarna putih bersih yang tengah di masukkan dalam plastik transparan sebanyak 5 kg per plastik. Denny Kusnanda, kakak tertua Lia yang kini menjadi petani jamur dan mengelola bisnis keluarga ini menyambut dengan senyum lebar.

Teh manis panas dan cemilan jamur goreng yang renyah (crispy)  langsung kami santap tanpa basa-basi lagi. Duduk di teras menghadap kebun dengan beragam tanaman mulai dari cabe, bawang, kacang tanah, selada, singkong sampai tanaman keras seperti manggis.

Villa Lianaeka, Gadog, Ciawi, Jawa Barat
Villa Lianaeka, Gadog, Ciawi, Jawa Barat

Brian bahkan sudah enggan mencicipi makanan ringan yang terhidang karena dia ingin menjumpai kambing dan moo ( sapi) yang lokasinya di rumah-rumah penduduk di sekitar kebun.

Lia mengajak kami berkeliling villa sejenak, duduk di bale berlapis kasur tipis dan di sisinya terbentang kolam ikan. Jelas sekali bale ini memang menjadi tempat untuk mencari inspirasi dan melakukan dialog qolbu dengan alam semesta dan sang pencipta.

Duduk di atas bale ditemani laptop dan udara yang sejuk memang memacu keluarnya ide-ide positif dan kreatif sehingga Brian yang masih duduk di bangku sekolah dasar langsung berkomentar pada Thary, sang mama kalau dia boleh diijinkan menginap saja tidak perlu kembali ke Jakarta hari itu juga.

Kegembiraannya makin menjadi ketika diajak ke kolam ikan dimana ikan-ikan menunggu untuk mendapatkan makanan pellet dari tangan Brian dan Justin. Para ibu juga ikut-ikutan memberi makan ikan, sekaligus melepas stress dan beban pikiran di kepala.

Denny mengajak kami langsung masuk ke dalam kubung dimana puluhan ribu bag log atau media tumbuh jamur di susun dalam rak bambu. Media tumbuh ( bag log) materinya berisi kapas, serbuk gergaji, kapur CaCo², kapur givs, tepung jagung, dedek atau lunte dan juga air tentunya dengan cara di siram dua kali dalam sehari.

Produksi hasil jamur tiram  setiap hari berproduksi kira-kira 350 kg dan selain memasok ke pasar lokal, juga melayani pesanan online serta ke pasar di  Bekasi dan Cililitan Jakarta. Tahun 2015 dengan selesainya renovasi Pasar Bendungan Hilir, Denny juga akan memasarkan jamur tiramnya lewat kios di pasar itu.

Menurut Denny, cuaca di kawasan Gadog itu menunjang untuk bertani jamur dengan suhu berkisar 26 derajat celcius. Hawa di dalam kubung lebih rendah lagi mencapai 22-24 derajat. Setiap rumah kubung seluas 300 meter berisi 40 ribu log dan tiap log baru bisa dipanen setelah dua bulan.

“Satu bulan pertama masa inkubasi, satu bulan berikutnya media serbuk gergaji berwarna coklat itu akan berubah menjadi putih sehingga ketika tumbuh jamurnya juga berwarna putih bersih. Butuh satu bulan untuk perubuhan itu makanya setelah dua bulan baru mulai berjamur.,” jelasnya.

Denny (berdiri), pengelola kebin jamur NINIKUS
Denny (berdiri), pengelola kebin jamur NINIKUS

Tiap log yang mengeluarkan jamur menghasilkan 0,35 kg dan butuh waktu sedikitnya dua minggu untuk menunggu munculnya jamur kembali. Oleh karena itu butuh puluhan ribu log karena setiap hari tumbuhnya bergantian dan tiap log bisa menghasilkan jamur dalam tiga periode selama setahun.

Prospek bisnis jamur di pedesaan sangat tepat karena pihanya dapat menyerap tenaga kerja dari masyarakat sekitar, Dia juga menjadikan pertanian jamur NINIKUS sebagai training center untuk mempelajari budi daya jamur serta bisa menjadi tujuan wisata minat khusus.  Saat ini, kata Denny, sedikitnya ada 7 orang pekerja dan seiring dengan pengembangan produksi bag log Maret 2015 mendatang maka perlu penambahan tenaga kerja sedikitnya mencapai 15-20 orang.

Dia senang dapat menularkan entrepreneurship pada para pekerja sendiri maupun masyarakat sekitar yang memiliki lahan untuk membuat kubang atau rumah jamur karena pihaknya nanti bisa menampung hasil budi daya masyarakat.

“Kami mengembangkan pelatihan dan juga konsultasi bagi para pemula dan apabila ada yang memiliki lahan luas bisa dikelola dengan sistem sewa selama 5 tahun atau berinvestasi langsung di lahan sendiri dengan bimbingan langsung dari kami,” ungkap Denny.

Daya tahan jamur setelah di petik selama dua hari tapi kalau mau bertahan lebih lama dalam kondisi tetap segar harus di lemari pendingin. Saat ini pihaknya sudah memiliki pengepul yang memasarkan hasil panen untuk pasar lokal maupun ke Jakarta di samping melakukan penjualan dengan sistem online.

Berdiri diantara rak-rak berisi bag log membuat kami semua menjadi terpesona dengan keindahan jamur tiram seperti bunga putih yang bertumpuk-tumpuk. Kalau bagian atasnya berwarna putih dan licin maka di balik jamur terdapat goresan vertikal yang merekah indah. Dalam hati saya melafalkan pujian pada Allah SWT yang menciptakan tumbuhan bernama jamur.

Biasa membeli jamur di pasar tradisional atau dalam kemasan plastik di supermarket , pengalaman di antara kubung, memetik sendiri jamur yang akan saya beli dan puas memperhatikan semua sisi dari tumbuhan jamur ini membuat saya merasa semakin dekat dengan sang Khalik dan tidak berhenti bersyukur.

Begitu mudahnya mendapat pengalaman spiritual dari kumpulan jamur tiram yang indah dan dalam kondisi sangat segar sampai-sampai mendorong saya berbicara dengan jamur-jamur itu– dalam hati tentunya– minta izin untuk bisa memetik mereka dari habitatnya.

Di lorong yang lain  saya melihat Brian dan Justin asyik mendorong-dorong bak plastik besar untuk menampung jamur-jamur yang telah dipanennya. Melewati week end dengan berinteraksi dengan petani jamur, mendapatkan pengetahuan cara pembuatan dan mengemas hasil panen memang suatu wisata edukasi yang positif.

Bagi komunitas dan masyarakat umum lainnya yang ingin berkunjung dan menikmati wisata jamur bersama keluarga bisa membuka website www.jamur-fresh-mushroom.com mengingat tempat ini harus memperhatikan daya dukung dan membatasi kunjungan-kunjungan  sebagai tujuan wisata minat khusus.

Tidak terasa jam makan siang sudah tiba dan tuan rumah telah menyediakan masakan rumahan terdiri dari sayur lodeh, goring ikan gabus, teri kacang, kerupuk dan tentunya jamur goreng yang rasanya tak kalah dengan daging ayam goreng.

Justin bahkan sebelumnya sibuk di dapur ikut belajar cara mengolah jamur mentah menjadi jamur crispy. Bibi mengajarkan agar setelah di cuci bersih, jamur di rebus dulu sebentar di air panas yang sudah di didihkan. Masukan sebentar untuk melemaskan jamur lalu angkat dan tiriskan airnya. Setelah itu tinggal di gulirkan di tepung berbumbu siap pakai dan tekan-tekan sampai tepung menempel dan digoreng di minyak yang panas dengan api sedang saja.

 

Justin, asyik mengolah jamur di dapur villa
Justin, asyik mengolah jamur di dapur villa

Makan siang di tengah udara sejuk, lengkap dengan lalapan dari kebun dan sambal yang menggugah selera membuat sulit beranjak dari bale-bale. Masakan rumahan ini sungguh-sungguh membuat Justin yang berdarah Jerman dari sang ayah serta ibu-ibu lainnya tak mampu berkomentar apa-apa sibuk menikmati menu yang ada.

Usai makan, Teguh Prayitno, pengepul yang menjadi re-seller Jamur NINIKUS datang berbagi informasi. Menurut dia, prospek jamur tiram cerah karena permintaan pasar tinggi dan selama delapan tahun menjadi pengepul hasil panen jamur dilima tempat sekitar kampung Ledeng itu dia tetap belum  bisa memenuhi permintaan pasar lokal dan Jakarta.

“Para pedagang warung tegal dan pedagang mie banyak memanfaatkan jamur tiram ini lebih banyak ketimbang bahan baku ayam.  Banyaknya menu kuliner yang diciptakan dari jamur tiram ini membuat permintaan dari hari ke hari terus meningkat. Setiap hari sedikitnya 5 ton jamur saya pasarkan dan 1,5 ton diantaranya dari sekitar sini,” jelas Teguh.

Denny juga optimistis dalam mengembangkan usaha menjadi pusat pelatihan jamur disamping membuka restoran serba jamur di tepi jalan sehingga bisa menjaring tamu-tamu yang melewati jalan alternative ke puncak untuk makan dan berwisata jamur tentunya.

Ba’da zhuhur romobongan kami kembali melewati tol Ciawi-Jakarta menuju Citos sebagai meeting point. Perjalanan yang lancar dan pengalaman panen jamur yang menyenangkan bahkan secara batin membuat pengalaman baru bagi ibu-ibu maupun anak-anak yang sehari-hari terjebak dalam rutinitas kegiatan. (hildasabri@yahoo.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.