Wisata Halal Belum Dikembangkan di Sumut

0
406
Wisatawan muslim nikmati kuliner halal (Foto: The Jakarta Post)

MEDAN, Bisniswisata.co.id: Wisata halal terus berkembang di bebarapa kota di Indonesia. Namun, hingga kini Pemerintah daerah di Sumatra Utara (Sumut) belum mengembangkan wisata halal. Padahal pengembangan sektor kepariwisataan dengan konsep wisata halal untuk menarik minat kunjungan wisatawan muslim.

“Kami minta Sumut segera menerapkan sekaligus mendukung pengembangan sektor kepariwisataan dengan konsep wisata halal. Konsep itu bukan berkaitan dengan SARA, tapi untuk memberikan kenyamanan bagi wisatawan muslim,” lontar Sekretatis Komisi B DPRD Sumut Satrya Yudha Wibowo di Medan, Ahad (24/9/2017).

Dilanjutkan, wisata halal telah menjadi tren belakangan ini di sejumlah daerah untuk menimbulkan kenyamanan dan ketenangan bagi wisatawan muslim dari berbagai daerah, termasuk dari luar negeri untuk berkunjung. Meski telah menjadi tren, sayangnya Sumut belum mampu merealisasikannya sehingga tidak terdaftar sebagai lokasi kunjungan yang direkomendasikan halal.

Pada awal Agustus 2017, Kementerian Pariwisata berupaya memperkuat konsep wisata halal itu dengan mengundang 10 provinsi yang menerapkannya yakni Aceh, Sumatra Barat, Sumatra Selatan, Banten, Sulawesi Selatan, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Yogyakarta, dan Kalimantan Timur.

Pada 29-30 Agustus, dilakukan pertemuan serupa di Padang dengan melibatkan sejumlah perusahaan travel yang menerapkan wisata halal. “Namun lagi-lagi, Sumut tidak diundang,” kata politisi yang berprofesi sebagai pengusaha travel tersebut.

Satrya mengaku prihatin karena Sumut kurang diperhitungkan dalam konsep wisata halal meski provinsi itu memiliki Danau Toba yang ditetapkan sebagai salah satu dari 10 destinasi wisata nasional.

Sumut dinilai perlu menerapkan konsep wisata halal tersebut di sejumlah lokasi, terutama di Danau Toba yang menjadi lokasi wisata andalan di provinsi itu. “Konsep itu perlu dikembangkan di Danau Toba karena 80 persen pengunjungnya dari Malaysia,” katanya.

Konsep itu dapat direalisasikan dengan membuat home stay yang mengedepankan konsep halal sehingga menimbulkan kenyamanan bagi wisatawan untuk menetap. Penerapan konsep wisata halal tersebut dimaksudkan untuk memberikan kepada wisatawan muslim dari berbagai negara tertarik disebabkan adanya hunian dan sarana lain yang dijamin halal. (*/REO)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.