Wisata Ciliwung Ditargetkan Terealisasi 2018

0
705
Sungai Ciluwung (foto: merdeka.com)

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mentargetkan destinasi wisata Sungai Ciliwung dapat terealisasi paling cepat akhir tahun 2018. Wisata itu dapat terlaksana karena sungai Ciliwung memiliki jalur sepanjang sembilan kilometer yang tidak diberi dinding turap, sheet pile, dan berisi batu batu cadas alami.

“Jalur tersebut berada di daerah Condet menuju Kampung Melayu, Jakarta Timur. Memang, Ciliwung lebih cocok untuk dijadikan tempat wisata daripada sebagai jalur alternatif transportasi,” ungkap Gubernur Basuki di Jakarta, Kamis (2/6/2016).

Mantan Bupati Belitung Timur melanjutkan untuk mempersiapkan sungai Ciliwung sebagai tempat wisata, yang sekarang ini penting untuk dilakukan adalah merapikan tanah, serta membersihkan sampah-sampah yang menempel di sepanjang sungai.

DKI Jakarta menargetkan normalisasi Ciliwung selesai pada Oktober 2017, saat masa kepemimpinannya berakhir. Ditargetkan, hingga Oktober 2017 DKI dapat membangun 70 ribu unit rumah susun sedangkan jumlah warga yang akan terkena relokasi normalisasi Ciliwung diperkirakan berjumlah 50 ribu.

Ahok – panggilan akrab Gubernur DKI menceritakan waktu zaman Belanda di belakang Ciliwung, ada yang namanya Vila Nova. “Keren banget vilanya tau enggak. Maksud saya kenapa gak kita ambil kembali? Nah kita pingin kalau tanahnya punya kita, kenapa kita enggak bangun kembali? Jadi kita ingin Ciliwung ini jadi aset, tempat wisata, konservasi,” sambungnya.

Diakuinya, segala upaya layak dilakukan, mengingat Kali Ciliwung termasuk aset Pemprov DKI. Bahkan dirinya bermimpi ingin membuat Kali Ciliwung terlihat hijau dan asri sehingga layak dijadikan tempat wisata. “Khusus yang di hulu, saya enggak pingin ada sheet pile, pingin betul-betul alami. Kalau gitu kan bagus,” ujar dia.

Saat ini, Kali Ciliwung masih dalam proses normalisasi. Normalisasi sepanjang 19 kilometer itu dimulai sejak tiga tahun lalu dan ditargetkan selesai akhir tahun ini.
Tujuan proyek ini adalah untuk mengembalikan lebar Kali Ciliwung yang semula 10-20 meter menjadi 35-50 meter. Di sepanjang sisi Kali Ciliwung akan dilakukan perkuatan tebing, pembangunan tanggul, dan jalan inspeksi.

Pemprov DKI Jakarta mengklaim normalisasi Kali Ciliwung akan meningkatkan daya tampung air dan sembilan kawasan di Jakarta bebas dari banjir. Wilayah tersebut yaitu Bukit Duri, Kebon Baru, Bidara Cina, Kampung Melayu, Pengadegan, Gang Arus , Rawajali, Kalibata, dan Kramatjati. Pemprov DKI Jakarta akan menggusur warga di bantaran Kali Ciliwung di Bukit Duri untuk memperlancar normalisasi Kali Ciliwung.

Di era Sutiyoso, transportasi air di Sungai Ciliwung sempat didengungkan. Bahkan, sudah ada beberapa tempat yang direncanakna jadi stasiun. Tapi keadaan air yang tidak menentu serta sampah yang membuat perahu mandek menjadi problem utama. (endy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.