Wisata Budaya Indonesia Digandrungi Wisatawan Malaysia

0
755
Tari Gambyong Jawa Tengah (foto:Seputar Jawa Tengah)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Wisatawan Malaysia memiliki minat tinggi mengikuti tour wisata budaya di berbagai daerah penjuru nusantara. Kedekatan budaya dan asal-usul membuat wisatawan Malaysia potensial menggenjot target pemerintah mendatangkan wisatawan mancanegara. Pemerintah menargetkan jumlah wisatawan mancanegara sebanyak 12 juta pada 2016 dan 20 juta pada 2019.

“Kami dari Malaysia sangat berminat untuk mengikuti wisata budaya di Indonesia,” kata Dato Seri Mohd Fairuz Bin Mohamed Said dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (25/11/2016).

Dato Fairuz beserta 50 rombongan investor dan wisatawan Malaysia baru saja mengikuti Gelar Budaya Keraton Djipang pada pertengahan November 2016 di Cepu, Blora, Jawa Tengah. Dalam pagelaran ini berbagai tarian lokal disajikan antara lain Tari Gambyong, Tari Bambangan Cakil, Tari Beksan Sukorejo, dan Tari Tayub.

Dalam acara Gelar Budaya Keraton Djipang, Dato Fairuz mendapat gelar Tumenggung Notoprodjo. Gelar tersebut diberikan dengan tujuan Dato Fairuz menjadi duta wisata bagi Indonesia di Malaysia. Dato Fairuz yang juga mewakili Biro Ekonomi Malaysia, didampingi sejumlah investor antara lain Tan Sri Mohamad Ruslan, Dato Seri Koh Lai Kau, Dato Seri Tay Kim Hwa, Dato Seri Lee Yong Hwa, dan Dato Seri Muhammad Khudzairi.

Kekayaan Keraton Djipang bekas peninggalan pemerintahan Arya Penangsang pada tahun 1500-an antara lain berbagai keris dan manuskrip kuno diperlihatkan kepada pengunjung. Selain itu mereka juga mendatangi situs Gedong Ageng Djipang, tempat pemakaman pembesar Kerajaan Djipang yang dikeramatkan.

Sementara aneka motif batik khas Cepu dan Blora juga diperkenalkan dalam Karnival Keraton Djipang. Karnival diikuti anak-anak sekolah dari tingkat SMP hingga SMA di Cepu. “Kami memiliki pertalian asal-usul yang sama, seperti saya nenek moyang kami dari Jawa dan Bugis,” tutur Dato Fairuz yang juga Direktur White Tiger 36 Enterprise, Johor Bahru.

Berbekal pertalian asal-usul dari Indonesia tersebut, mereka ingin melihat jejak-jejak leluhurnya. “Indonesia memiliki kekayaan budaya yang hebat, ini yang menjadi daya tarik bagi kami,” ujarnya.

Dato Fairuz berharap Indonesia terus melestarikan kekayaan budayanya. Menurutnya, selain tempat-tempat di Indonesia yang eksotis, kekayaan budaya justru menjadi magnet bagi wisatawan Malaysia untuk datang ke Indonesia.

Selain ingin menikmati wisata budaya, Dato Fairuz yang juga mewakili Biro Ekonomi Malaysia tertarik untuk menanamkan investasi di Indonesia. Bersama sejumlah wisatawan yang juga pebisnis, mereka tertarik mengembangkan bisnisnya di berbagai bidang di Indonesia.

Berbagai bidang yang akan digarap antara lain sektor minyak dan gas, pembangkit listrik, dan air bersih. “Kami juga ingin turut mengembangkan ekonomi di Indonesia,” tambah Dato Fairuz. ([email protected])

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.