Wisata Bengkulu Belum Digarap Optimal

0
765
Arak-arakan Tabot di Bengkulu (Foto: http://bengkuluekspress.com)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Pariwisata Bengkulu hingga kini belum digarap optimal. Padahal potensinya sangat besar. Dengan keindahan alam, kekayaan flora dan nilai sejarah, Bengkulu sesungguhnya mampu menjadi destinasi wisata dunia.

“Masih banyak masyarakat tidak kenal Bengkulu. Padahal Bengkulu memiliki potensi wisata yang amat bagus, destinasi wisatanya beragam, dan layak dikunjungi,” kata Maya Miranda Ambarsari, putri daerah Bengkulu saat prelaunching buku Bengkulu, I Adore!, kemarin.

Bengkulu, lanjut dia, merupakan rumah bagi bunga Raflesia Arnoldi, si bunga tunggal terbesar di dunia yang saat mekar lebarnya bisa mencapai dua meter. Juga merupakan daerah asalnya Amorphophalus Gigas, bunga majemuk tertinggi di dunia dan Gramatophyllum specium, bunga terpanjang di dunia. “Ketiga tumbuhan pemecah rekor dunia sampai kini masih tumbuh dan mudah ditemukan di Bengkulu,” jelasnya.

Tak hanya itu, Bengkulu ternyata menjadi salah satu kota yang memiliki kedekatan dengan Bung Karno. Karena di sinilah Bung Karno bertemu dengan Ibu Fatmawati.

Tidak heran banyak jejak peninggalan Bung Karno di Bengkulu seperti rumah pengasingan Bung Karno saat menjalani pengasingan di Bengkulu, Rumah Fatmawati, Masjid Jamik yang dibangun Bung Karno, serta benteng peninggalan kolonian Inggris, Fort Marlborough yang di dalamnya terdapat ruang intrograsi Bung Karno.

Bengkulu yang terletak di bagian barat daya Pulau Sumatera ini memiliki sejumlah objek wisata pantai seperti Pantai Panjang, Pantai Tapak Paderi, Pantai Jakat, serta wisata perairan Pulau Tikus yang berjarak 10 mil dari Kota Bengkulu.

“Saya sangat bangga menjadi putri daerah Bengkulu karena Bengkulu ini sangat indah karena itu, saya sangat ingin mempromosikan wisata Bengkulu. Kota Bengkulu memanggil saya untuk kembali ke tanah leluhur,” tuturnya.

Menurutnya, Bengkulu yang begitu kaya dengan berbagai keindahan alam, seni dan budaya ini harus lebih diperkenalkan kepada masyarakat luas sebab banyak masyarakat yang belum mengetahui potensi wisata di Bengkulu. Jika wisatanya berkembang, banyak turis yang berkunjung ke sini.

Pasti akan ada efek berganda yang dihasilkan akan banyak investor membangun Bengkulu, akhirnya membuka lapangan kerja, dan masyarakat sekitar pun bisa memperoleh penghasilan tambahan baik sebagai pemandu, pedagang atau penjual oleh-oleh, atau mendapatkan pekerjaan. (*/PKO)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.