Wisata Belanja Pasar Baru Semrawut

0
2112
Pintu Gerbang Pasar Baroe Jakarta

JAKARTA, BISNISWISATA.CO.ID: Deputi Gubernur Bidang Pariwisata dan Budaya DKI, Sylviana Murni, terkejut melihat kesemrawutan Pasar Baru, Sawah Besar, Jakarta Pusat, saat mengunjungi pusat perbelanjaan itu pada Selasa (3/3).

Dalam inspeksinya, dia berkeliling memantau sejumlah sarana dan prasarana yang ada di dalam Pasar Baru. Ia melakukan pemantauan mulai dari parkir yang menggunakan badan jalan sehingga jalanan menyempit, bangunan yang belum dipugar, hingga Wihara Dharma Jaya.

Mantan wali kota Jakarta Pusat ini sangat terkejut saat melihat area parkir yang tidak tertata. Akibat parkir yang memenuhi badan jalan di dalam area pasar, Sylviana menyatakan, perjalanan dan lalu lintas pengunjung menjadi terganggu.

Tidak tertatanya tempat parkir juga menjadi salah satu faktor mengapa pengunjung atau orang malas datang ke pasar untuk berbelanja. “Pasar Baru ini semakin semrawut. Masa ada motor dan mobil parkir di depan area toko, padahal jelas-jelas dilarang parkir di lokasi tersebut. Tidak dibenarkan juga pemilik toko parkir di depan toko,” kata Sylviana, yang juga mantan Kepala Dinas Pendidikan Dasar DKI Jakarta, Selasa.

Ia meminta kepada seluruh pemilik toko ataupun pembeli tidak memarkirkan kendaraan di sembarang tempat. Terlebih Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) meminta agar pasar ini bisa menjadi permatanya Jakarta.

Namun, Sylviana melanjutkan, selama kondisi pasar yang masih semrawut, Pasar Baru tidak akan bisa menjadi permata Jakarta. “Kalau kondisinya masih seperti ini, gubernur akan sangat kecewa. Karena itu, pasar harus tertata dan bersih,” katanya.

Sementara itu, beberapa pengunjung juga meminta Pasar Baru segera direvitalisasi. Alasannya, Pasar Baru, yang dikenal sebagai pusat orang mencari bahan baju untuk pesta banyak mengalami kerusakan.

Kerusakan dan tidak tertatanya Pasar Baru dapat dilihat pada lorong bagi pejalan kaki. Lorong yang seharusnya tertutup agar pejalan kaki tidak terkena hujan, banyak yang rusak.

Tidak hanya itu, di kawasan pusat perbelanjaan ini juga tidak lepas dari preman berseragam petugas parkir yang kerap memalak para pengendara dengan meminta uang dalam jumlah besar tanpa bisa menunjukkan struk parkir.

“Di sini kondisi pasar sudah harus segera diperbaiki. Penataan harus segera dilakukan. Pengelolaan pun harus diperbaiki sehingga menjadikan pasar sebagai pusat belanja yang aman dan nyaman. Di sini tukang parkirnya preman semua. Kami kalau parkir motor saja harus bayar Rp 3.000 dan kalau mobil 15.000,” ucap Rudi seperti dilansir laman SHNews.co.

Rudi berharap, pihak pengelola pusat perbelanjaan menertibkan parkir agar tidak berkeliaran preman berseragam tukang parkir. Selain itu, pihaknya berharap kepolisian segera menertibkan para preman.

Preman yang berseragam tukang parkir pun sering menebar ancaman kepada pengunjung. Karena itu, tidak heran kalau Pasar Baru dari tahun ke tahun semakin sepi pengunjungnya.

Wali kota Jakarta Pusat, sebagai penguasa wilayah Jakarta Pusat dan bertanggung jawab terhadap wilayahnya harus turun tangan serta melihat langsung kondisi di lapangan. Dengan demikian, ia bisa mengambil tindakan demi kepentingan masyarakat, terutama kepada para pengunjung Pasar Baru.

Selain itu, Suku Dinas Perhubungan Jakarta Pusat harus ke lapangan untuk melihat bagaimana keadaan parkir di sana. Hal ini menjadi sangat penting agar bisa lebih paham dan mengerti bagaimana parkir di Pasar Baru dan keberadaan preman berseragam tukang parkir. “Kami berharap pasar bisa kembali teratur sehingga pengunjung merasa nyaman ketika berbelanja,” tutur Rudi. ****

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.