Wisata Alam Malino Curi Perhatian Wapres JK

0
681
Air terjun Malino

MALINO SULSEL, Bisniswisata.co.id: Destinasi wisata alam Malino, di Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan (Sulsel) mencuri perhatian Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK). Malino berada di ketinggian 1.000 mdpl merupakan obyek wisata yang sudah melegenda sejak zaman kerajaan hingga kolonial Belanda. Suasana dingin menusuk tubuh menjadi daya tarik utama bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.

“Kami mendorong pengembangan kawasan pariwisata di Sulsel agar lebih baik, lebih maju, lebih banyak dikunjungi wisatawan. Karena itu, Malino akan dikembangkan sebagai kota wisata dengan nama daerah Wisata Kota Raya Malino,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Protokol Sekretariat Daerah Provinsi Sulsel Devo Khaddafi, Selasa (02/05/2017).

Pengembangan pariwisata Malino disepakati Wapres JK bersama Gubernur Sulsel Syahrul Yasin dan Bupati Gowa Adnan Puritcha Ichsan saat berkunjung ke wisata alam ini, Minggu, 30 April.

Dalam kunjungannya ke Malino, Wapres JK langsung memimpin rapat terbatas untuk membahas pembangunan wisata di Malino bersama unsur terkait, di antaranya yakni dinas di sektor kehutanan dan lingkungan hidup, bina marga, pertanahan dan pariwisata.

Malino memang memiliki banyak daya tarik mulai dari kondisi iklim mikronya yang sejuk, maupun dari segi sejarahnya yang selalu menjadi lokasi perundingan perdamaian. Malino juga memiliki banyak destinasi wisata dan prasarana pendukung yang lebih siap untuk dikembangkan.

Bila dikelola dengan baik, wisata alam di Malino diyakini mampu menarik minat bagi wisatawan lokal dan internasional. Keunggulan lain Malino, letaknya yang berada tidak jauh dari Kota Makassar.

Dalam pembahasan bersama Wapres JK, Devo memaparkan Wisata Kota Raya Malino akan dikembangkan dan dibagi dalam empat zona. Rinciannya yakni Zona Asia, Zona Amerika, Zona Afrika dan Zona Eropa-Australia. Tiap zona akan dikembangkan dengan ciri wisata berupa bunga dan tanaman, sesuai penamaan benua. Toh, selama ini Malino juga dikenal sebagai kota bunga. “Misalnya ada wilayah yg bercirikan bunga krisan, bunga tulip, bunga sakura, dan sebagainya,” kata dia.

Selain itu, Wisata Kota Raya Malino akan dilengkapi dengan kebun raya, taman keragaman hayati (taman KeHati), taman safari, bumi perkemahan, pusat pendidikan religi serta pusat agrobisnis, perkebunan dan peternakan.

“Yang segera akan dikerjakan adalah pembangunan kebun raya. Untuk mendukung rencana tersebut, tahun 2017 ini akan dilakukan pelebaran dan peningkatan jalan utama, perjanjian kerjasama dengan LIPI,” tutur dia

Wapres JK mengaku menghubungi beberapa kedutaan untuk membantu dalam pengembangan rencana pengembangan Malino berjarak 90 kilometer dari Kota Makassar atau ditempuh dengan jarak 2 jam perjalanan.

Melewati Sungguminasa, ibu kota Kabupaten Gowa kita akan disuguhkan indahnya Waduk Bilibili yang merupakan penyuplai air utama bagi petani di seluruh petani di Kabupaten Gowa maupun Kabupaten Takalar. Melewati Waduk Bilibi wisatawan akan disuguhkan pemandangan pegunungan yang menjulang tinggi.

Akses jalan menyusuri Sungai Jeneberang merupakan sungai terpanjang di Sulawesi cukup memberi daya tarik tersendiri. Jalan menikung dengan jurang di kanan jalan sangat memicu andrenalin para pengunjung.

Sayangnya, akses jalan ini mengalami kerusakan cukup parah karena setiap hari dilalui ratusan truk bertonase melebihi kapasitas yang mengambil material bangunan di Sungai Jeneberang untuk menyuplai keburuhan properti di Makassar dan wilayah sekitarnya.

Suasana sejuk mulai terasa saat berada di Desa Pangngajian yang berjarak 15 kilometer dari Malino. Hutan pinus dan jajaran vila merupakan pemandangan pertama saat memasuki gerbang selamat datang. Setelah tiba pengunjung disuguhkan beberapa pilihan obyek wisata. Salah satunya adalah Air Terjun Takapala di Desa Bulutana yang berjarak 4 kilometer dari ibu kota kecamatan. Udara yang dingin seakan sirna saat menuruni ribuan anak tangga ke lokasi air terjun.

Takapala, demikian nama air terjun setinggi 109 meter ini. Dalam bahasa Makassar, berarti tidak tebal. Jika berada di lokasi ini, pengunjung seakan lupa waktu dan enggan beranjak. Suara gemuruh air semakin menambah nuansa natural kawasan ini.

Selain Takapala, sekitar 50 meter dari air terjun, pengunjung juga bisa menikmati permandian di air tejun kali jodoh. Di tempat ini, para pengunjung bebas menikmati dinginnya air. Puluhan pedagang lokal menjajakan berbagai macam kuliner yang mampu menghangatkan tubuh, seperti minuman khas Makassar berbahan jahe yakni Sarabba.

Usai memanjakan diri di air terjun, obyek wisata lain menunggu, seperti hutan pinus dan hamparan kebun teh. Sebelum ke hutan pinus, umumnya warga menyempatkan diri mampir ke pasar tradisional Malino yang menyediakan beragam buah-buahan dan kuliner produk lokal seperti buah markisa, apel dan alpukat.

Jarak hutan pinus dan pasar hanya 1 kilometer. Di hutan ini, tersedia petualangan menunggang kuda. Umumnya, di tempat ini warga menggelar tikar dan menyantap makanan bersama keluarga di bawah rindangnya hutan pinus. (*/bbs)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.