Wiryanti Sukamdani Ingin 4 Pilar MPR Masuk Kurikulum SD hingga PT

0
716
Dra. SB. Wiyanti Sukamdani, CHA (baju merah) saat memberikan sosialisasi

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Dra. SB. Wiyanti Sukamdani, CHA anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan menginginkan 4 Pilar MPR diwujudkan melalui kurikulum sejak Sekolah dasar (SD) sampai perguruan tinggi (PT). Keempat pilar itu, Pancasila sebagai dasar/ideologi negara, UUD 1945 sebagai konstitusi, NKRI sebagai bentuk negara, Bhinneka Tunggal Ika sebagai semangat pemersatu bangsa.

“Empat pilar kebangsaan sebagai hal sangat mendasar dan esensial kehidupan berbangsa dan bernegara. Keempat pilar tidak digeneralisir memiliki kesamaan kedudukan, tetapi eksplisit sesuai kedudukannya masing-masing. Jadi tujuannya menanamkan kembali faham Kebangsaan mulai dari tingkatan pelajar. Alangkah baiknya jika 4 PILAR MPR diwujudkan melalui kurikulum sejak SD sampai perguruan tinggi,” lontar Yanti Sukamdani saat Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di depan 300 orang dari Pelajar SMA dan SMK di GOR Pulogadung-Jakarta Timur, Selasa (27/12/2016).

Dijelaskan, Pemuda adalah sebuah generasi penerus yang sangat potensial sebagai bagian dari proses regenarasi sebuah bangsa atau Negara. Pemuda yang kuat dan tangguh merupakan pilar yang kokoh diatas landasan ideologi Negara, sehingga keberlangsungan pembangunan dan kehidupan bernegara dapat diwujudkan memenuhi amanat dan cita-cita proklamasi 17 Agustus 1945.

Sejarah sudah mencatat, ditangan pemuda perubahan negeri terjadi. Yang harus di waspadai adalah bahaya Globlalisasi yang sedang melanda negara berkembang, termasuk Indonesia dimana hubungan dan komunikasi antar bangsa sudah tidak ada batas, ungkap mantan Ketua Umum Perhimpunan Hotel Dan Restoran Indonesia (PHRI).

Indonesia, lanjut dia, sebagai negara berpenduduk besar di kawasan Asia Tenggara berpotensi sebagai tujuan pasar Global, membutuhkan pengelola Negara yang dilandasi Ideologi Kebangsaan yang kuat disertai dengan kemampuan individu pengelolaan yang professional yang menjagadan memanfaatkan kekayaan bumi Pertiwi untuk kemakmuran rakyat.

Ini merupakan hal yang sangat mendasar, dimana negara harus membentengi generasi penerus dengan menaman Ideologi dan nilai-nilai budaya bangsa. Jika tidak dilandasi dengan Ideologi yang kuat, cita-cita proklamasi tidak mungkin akan dapat diwujudkan.

Penguatan dan penanaman Ideologi negara menjadi hal utama ditengah perhelatan demokrasi di Indonesia yang akhir-akhir ini sedang diuji melalui isu SARA. Kebhinekaan kita sedang diuji, Persaudaraan sebangsa sedang diuji dan penyelenggara Negara juga sedang diuji, kata anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan dari Daerah Pemilihan Jakarta Timur.

“Di alam demokrasi Pemilihan Kepala Daerah ini masih terjadi premodialisme yang dipertontonkan kepada anak-anak yang masih sangat belia, ini dapat merusak mental anak yang nantinya bisa menjadi orang yang intoleran. Saya tidak mau itu terjadi, untuk itu saya mendesak pemerintah melalui stakeholder di bidang pendidikan untuk menjadikan Faham Kebangsaan menjadi mata pelajaran wajib dan diterapkan dalam praktek sehari-hari.” ujar bu Wiryanti Sukamdani disela sesi coffe break.

Sosialisasi mengambil tema “JAGA KEBHINEKAAN PEMUDA DI BUMI NUSANTARA” bertujuan memberikan pembekalan implementasi Pancasila terhadap Amanat Trisakti terhadap program Nawacita pemerintah saat ini, berlangsung sangat menarik, interaktif dan menghasilkan kesimpulan tunggal yang harus dlakasanakan pemerintah

“Sebagai Generasi penerus bangsa, wajib memenuhi kebutuhan dasar anak muda dalam menyiapkan kebutuhan-kebutuhan pendidikan agar tercipta tenaga2 trampil dan berkompetensi yang berlandaskan Kebangsaan Indonesia. Khususnya menanamkan ideologi negara dalam persaingan Global dengan memprioritaskan kehidupan kampus sebagai sarana penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan” sambungnya. (endy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here