William Satriaputra: Pertama kali Training ESQ merambah Afrika di Maroko 13-14 April 2015

0
1633
Gedung KBRI Rabat, di jalan (Rue) Beni Sousissi, , Rabat, Maroko menjadi saksi bersejarah training ESQ merambah Afrika untuk pertama kalinya pada 13-14 April 2015 mendatang.

JAKARTA,test.test.bisniswisata.co.id: Kordinator Wilayah Forum Komunikasi Alumni ESQ Eropa bersama PCINU Maroko mempelopori penyelenggaraan training ESQ di ruang serba guna KBRI, Rabat, Maroko pada 13-14 April 2015 mendatang. Training ESQ pertama yang merambah Afrika ini diharapkan dapat  mengisi dan mengasah ruang batin para diaspora Indonesia dan masyarakat muslim di negara itu.

“Training ini terbuka bagi siapa saja baik muslim maupun non muslim dan trainer untuk event ini adalah Eka Kartika Chandra dan Deny Kurniawan yang akan berlangsung selama dua hari,” kata Willian Satriaputra, Korwil FKA ESQ Eropa yang juga ketua Persatuan Pemuda Muslim Se-Eropa (PPME) melalui e-mail, hari ini.

Menurut dia, Training ESQ yang pertamakalinya di selenggarakan di benua Afrika ini di awali dari acara sarasehan di Masjid Al Hikmah Den Haag, Belanda pada tanggal 17 Januari 2015 yang lalu dengan penceramah utama KH DR. Mustofa Bisri (Gus Mus), Rais Am PBNU.

“Kunjungan beliau disamping sarasehan juga membuka Perwakilan Cabang Istimewa NU (PCINU) Belanda dan demikian maka PBNU memiliki Cabang Istimewa di 20 negara,”

Sarasehan diselenggarakan oleh Persatuan Pemuda Muslim Se-Eropa (PPME) yang juga dipimpin oleh William Satriaputra ini dihadiri oleh berbagai elemen organisasi dan PCINU dari Maroko, Belgia, Jerman, Inggris dan Prancis dan hasilnya adalah merekomendasikan Belanda sebagai ujung tombak promosi Islam Nusantara di kancah global.

“Kita akan menampilkan wajah ramah Islam Nusantara sebagai suatu arus baru ekspresi Islam di Eropa dan pada saat berkumpul itulah saya menyampaikan tentang training ESQ kepada Kusnadi, Ketua Perwakilan Cabang Istimewa NU di Maroko,” ungkap William

Gayung bersambut, pihaknya lalu mematangkan rencana sehingga akhirnya ditetapkan pada 13-14 April 2015 mendatang akan diselenggarakan training angkatan 15 Character Building (CB1) yang akan mengambil tempat di Ruang seba guna KBRI Rabat.

Indonesia berkontribusi bagi pembangunan karakter di bumi Maroko lewat training ESQ.  Bung Karno, President pertama RI mengunjungi Maroko di masa pemerintahannya dan menjadi inspirator kemerdekaan Maroko setelah Konfrensi Asia Afrika Bandung 1955
Indonesia berkontribusi bagi pembangunan karakter di bumi Maroko lewat training ESQ. Bung Karno, President pertama RI mengunjungi Maroko di masa pemerintahannya dan menjadi inspirator kemerdekaan Maroko setelah Konfrensi Asia Afrika Bandung 1955

ESQ LC adalah lembaga sumber daya manusia yang bertujuan membentuk karakter melalui penggabungan tiga potensi manusia yaitu kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual pimpinan Ary Ginanjar Agustian.

Selama ini, ketiga potensi tersebut terpisah dan tidak didayagunakan secara optimum untuk membangun sumber daya manusia. Akibatnya, terjadi krisis moral dan split personality yang berdampak pada turunnya kinerja. Lebih buruk lagi, mereka menjadi manusia yang kehilangan makna hidup serta jati dirinya.

Training ESQ adalah solusi untuk menjawab permasalahan tersebut dengan menggunakan metode spiritual engineering yang komprehensif serta berkelanjutan. Melalui training ESQ, ketiga potensi manusia digabungkan dan dibangkitkan sehingga terbentuk karakter yang tangguh, peningkatan produktivitas sekaligus melahirkan kehidupan yang bahagia dan penuh makna.

William berharap training ini dapat mengisi kekosongan spiritualnya dan ke depan peradaban penuh cahaya di muka bumi dapat terlaksana. Training pertama ESQ di Eropa diawali di kota Amsterdam mengambil tempat di Sekolah Dasar Islam, Breede El-Amien School di Amsterdam pada tanggal 12-14 Mei 2006 yang di pandu langsung oleh sang Maestro Ary Ginanjar Agustian dengan jumlah peserta 99 orang.

“Periode 9 tahun aktif berkiprah dan merambah di negara-negara Eropa seperti Madrid, Helsinki dan Stockholm di utara Amsterdam dengan jarak udara 1.500 km. Sebentar lagi di Rabat dengan jarak tempuh 2.248 km dari Amsterdam. Perjalanan training ESQ ini  bukanlah waktu yang singkat mengingat situasi dan kondisi medan yang jauh dari ideal namun Inshaa Allah peserta terus meningkat,” tuturnya.

Wiliiam Satriaputra  mengatakan para pelatih dan peserta akan menggunakan Bahasa Indonesia dan bagi yang belum fasih disediakan penterjemah. Sejauh ini jumlah peserta yang mendaftar training di Rabat mencapai 41 orang dan 10 diantaranya adalah wanita. Biasanya, peserta wanita lebih dominan dan pendaftaran masih terbuka. (hildasabri@yahoo.com)

 

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.