Way Kambas Jadi ASEAN Heritage Park ke-36

0
568
Taman Nasional Way kambas (Foto: http://panduanwisata.id)

BANDAR LAMPUNG, test.test.bisniswisata.co.id: Hutan Taman Nasional Way Kambas (TNWK) Lampung diresmikan menjadi ASEAN Heritage Park ke-36, di Lampung pada Senin (25/7). Peresmian TNWK sekaligus pertemuan ASEAN Heritage Park Committe ke-5, pada 25-27 Juli 2016, yang dihadiri sepuluh duta besar negara-negara ASEAN sekaligus pemberian nama anak badak sumatra yang kedua lahir di hutan Way Kambas.

“Dalam kegiatan ini, dilakukan penandatanganan prasasti, peresmian pusat informasi dan pemberian nama anak badak sumatra dari indukan badak Andalas dan Ratu yang kedua. Selain itu, ada penanaman bibit tanaman, dan pelepasliaran burung elang di hutan TNWK,” papar Sutono, Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Ahad (17/07/2016).

Dilanjutkan, ASEAN Heritage Park (AHP) merupakan kawasan perlindungan terpilih di wilayah ASEAN yang dikenal dengan keanekaragaman hayati dan ekosistem yang unik dan mempunyai nilai yang tinggi.

Di Taman Nasional Way Kambas ini terdapat hewan yang hampir punah di antaranya badak Sumatra, gajah Sumatra, harimau Sumatra, mentok rimba, buaya sepit. Untuk tanaman banyak diketemukan api-api, pidada, nipah, pandan.

Di bagian pesisir TNWK yang berawa juga sering ditemukan berbagai jenis burung antara lain bangau tongtong, sempidan biru, kuau raja, dan burung pependang Timur.

Melalui Deklarasi ASEAN tentang Heritage Parks and Reserves, negara-negara anggota ASEAN sepakat mengelola AHP secara efektif. Dengan begitu dapat memelihara proses ekologis dan sistem pendukung kehidupan dan meles tari – kan keragaman genetik.

Selain itu, untuk memastikan berkelanjutan pemanfaatan spesies dan ekosistem secara berkelanjutan serta menjaga keindahan alam, budaya, pendidikan, penelitian, rekreasi, dan pariwisata.

Sekretariat AHP, menurut Sutono yang juga kepala Dinas Kehutanan Lampung, memiliki komitmen untuk membantu negara anggota ASEAN dalam mencapai target kawasan konservasi di tingkat global, regional, dan nasional.

AHP Committee telah menyelenggarakan pertemuan sebanyak empat kali. Pertemuan itu dilakukan pada 2009 di Singapura, 2010 di Brunei Darussalam, 2012 di Indonesia, dan 2014 di Brunei Darussalam.

AHP menjadi forum untuk mempresentasikan dan mendiskusikan rekomendasi pertemuan AHP serta berbagi informasi terkait pelaksanaan AHP di AMS. AHP bertujuan mengkaji regional action plan 2016-2020. (redaksibisniswisata@gmail.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.