Hati-hati, Hujan Lebat Gelombang Tinggi di Pantai Selatan

0
1769
Pantai di Gunungkidul diserbu wisatawan

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Wisatawan yang masih berwisata bahari di pantai selatan diminta meningkatkan kewaspadaan dan kehati-hatiannya. Mengingat, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan lebat disertai kilat dan petir khususnya di Selatan Jawa hingga Nusa Tenggara Timur (NTT).

Cuaca tidak bersahabat terjadi sejak 10 Juli hingga 14 Juli 2016. Berdasarkan analisis kondisi dinamika atmosfer wilayah yang harus mewaspadai hujan lebat disertai petir yakni Jawa Barat, Jabodetabek, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur dan Papua Bagian Selatan.

“Diimbau agar waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang mungkin ditimbulkan seperti banjir, tanah longsor, genangan, jalan licin, dan pohon tumbang khususmya pada periode arus balik lebaran tahun ini agar pengguna dan operator jasa transportasi darat serta laut untuk selalu mengutamakan keselamatan,” kata Pusat Meteorologi Publik BMKG dalam rilis yang diterima, Minggu (10/7/2016).

Lantaran hujan lebat disertai petir dan kilat itu, ketinggian gelombang diprediksi akan naik dua sampai empat meter di perairan Selatan Jawa hingga Sumba. Kondisi ini cukup berbahaya bagi kapal nelayan juga masyarakat yang tengah berlibur.

BMKG memperingatkan masyarakat yang tengah berlibur di Pelabuhan Ratu, Pantai Santolo, Pantai Pangandaran, Pantai Cilacap, Parang Tritis, Pantai Pacitan, Pantai Selatan Banyuwangi untuk berhati-hati. Gelombang tinggi hingga 4 meter cenderung meningkat pada sore hingga malam hari.

Bagi masyarakat yang hendak memperoleh informasi terkini, BMKG membuka layanan informasi cuaca 24 jam di 021-6546315/18, http://web.meteo.bmkg.go.id, follow@infobmkg atau menghubungi kantor BMKG terdekat.

5 Tewas

Sedikitnya 5 wisatawan nusantara meregang nyawa akibat terseret ombak besar. Sabtu (9/7) wisatawan lokas asal Tasikmalaya Febri (21), tewas setelah ditelan ombak besar saat berenang di zona berbahaya Pantai Barat Pangandaran. Setelah dilakukan pencarian selama 3 jam, tubuh korban ditemukan di pantai barat Pamugaran, daerah landasan pacu pesawat Susi Air, atau 2 KM dari lokasi kejadian.

Di Sukabumi, Kiki Riyandi (17) turis lokal asal Cianjur ditemukan tewas setelah digulung ombak Pantai Cilangkob Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (9/7). Korban asyik bermain di pantai tiba – tiba datang ombak besar hingga tubuhnya terbawa arus ombak ke tengah laut. Saat digulung ombak, korban memakai kaos hitam, celana panjang jins, lengan kiri memakai gelang warna biru tulisan Burgerkill. Setelah beberapa waktu lenyap akhirnya ditemukan tewas.

Korban lainnya, Suherlan (16), wisatawan lokal asal sukabimu ditemukan tewas di Pantai Ciroyom, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (9/7) setelah dua hari hilang saat berenang di Pantai Muara Cikaso, Sukabumi.

Juga Wisatawan asal Bekasi, Andrian Kaspari (14), lenyap digulung ombak ketika berlibur Lebaran di Pantai Istiqomah, Desa Citepus, Kecamatan Pelabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (9/7) Saat kejadian korban berenang bersama saudaranya Intan (15), dan Dede (13). Ketika tengah asyik bermain ombak, ketiganya digulung gelombang tinggi hingga terseret ke tengah laut. Dua korban yakni Dede dan Intan berhasil diselamatkan berkat kesigapan petugas pantai yang siaga. Malang bagi Andrian, hingga kini dalam pencarian tim gabungan SAR.

Hari Lebaran Kedua, wisatawan cilik M. Irsan (8) tewas tenggelam ketika berenang di Pantai Karangpapak, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (7/7). Peristiwa maut ini terjadi ketika warga Kampung Cimajagirang, Desa Cimaja, Kecamatan Cikakak ini bersama dua temannya, Restu, 10, dan Falah, 12, bermain di Pantai Karangpapak yang masuk zona terlarang berenang. Tiba-tiba, tubuh Irsan terseret arus ombak.

Kecelakaan laut juga menimpa Sri Nurhayati (29) dan anaknya Abu Salam (4) nyaris tewas setelah terseret arus ombak di Pantai Citepus, Kecamatan Palabuhan Ratu, Sabtu (9/7). Beruntung, kejadian itu diketahui petugas gabungan. Mereka diselamatkan oleh tim SAR gabungan dari Forum Koordinasi SAR Daerah (FKSD) Kabupaten Sukabumi, Basarnas, Polair Polres Sukabumi dan relawan yang langsung dievakuasi ke Pos Kesehatan PMI Kabupaten Sukabumi.(redaksibisniswisata@gmail.com)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.