Waspada, Buaya Berkeliaran di Pantai Obyek Wisata Kupang

0
1746
Peringatan ada buaya muara di Pantai Kupang (Foto: beritadaerah.co.id)

KUPANG, test.test.bisniswisata.co.id: Anomali iklim El Nino berdampak pada kekeringan. Fenomena alam ini, menyebabkan binatang liar seperti buaya muara keluar dari habitatnya di air rawa masuk ke air laut. Apalagi habitat air rawa mengalami kerusakan membuat buaya muara berkeliaran di pantai-pantai yang menjadi obyek wisata Kupang.

Selama lima tahun terakhir sejak 2011 hingga Juli 2016, tercatat 34 orang wisatawan maupun warga Kota dan Kabupaten Kupang yang berkunjung ke pantai Nunsui, Pantai Lasiana Kupang tewas diterkam buaya muara. Dan beberapa orang lainnya mengalami cedera.

“Kami minta masyarakat maupun wisatawan yang berwisata di Pantai-pantai di Kupang hendaknya meningkatkan kewaspadaan sekaligus jika ada buaya segera melapor, jangan ditangkap sendiri,” saran Kepala Operasi Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Nusa Tenggara Timur Danang Suryana di Kupang, Selasa (30/8/2016).

Dijelaskan, ketika air tawar yang selama ini didiami buaya muara itu mengering, otomatis buaya mulai keluar dari habitatnya dan mencari aman ke tempat lain termasuk di antaranya ke pantai-pantai seperti Pantai Lasiana dan Nunsui Kota Kupang yang bersambungan langsung dengan kali muara.

Menurut Danang, sejumlah buaya yang berkeliaran di pantai-pantai yang merupakan obyek wisata dalam Kota Kupang itu disebabkan habitat para buaya itu telah tergerus oleh anomali iklim panas berkepanjangan hingga berakibat berkurang debit air bahkan terjadi kekeringan.

Kondisi itu membuat para binatang buas itu berpindah habitat dengan menyebar masuk ke air laut dan sering berbaring di pantai-pantai wisata, sehingga mengganggu kenyamanan pengunjung. Ia mengaku telah melakukan upaya pencegahan dengan menghalau serta menangkap binatang liar itu, meskipun masih mengalami kendala dalam operasi itu karena keterbatasan fasilitas penunjang yang modern dan sistematis.

“Cara lain yang kami lakukan adalah melakukan penangkapan secara manual binatang itu, termasuk mengimbau warga yang berkunjungan ke pantai-pantai wisata setempat untuk selalu mewaspadai berkeliaran buaya muara itu,” sambungnya seperti dilansir laman Antara. (*/ANO)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.